[FF] My family, my friends and my idols (Part 1)

25 Mar

                MY FAMILY, MY FRIENDS and MY IDOLS

            PART 1

Author : Desty Fitria

            Cast Part 1 :

  • Fita     
  • Key Shinee
  • Minho Shinee
  • Taemin Shinee
  • Onew Shinee
  • Jonghyun Shinee
  • Kangta
  • Leetuk Super Juior
  • Lee Soo Man

 

Key melamun sendiri memikirkan sesuatu dan seseorang  yang mengganggu kepalanya beberapa hari ini di ruang latihan. Pikiran itu membuatnya nampak terpuruk. Sekeras apapun ia berfikir bagaimana cara untuk mendapatkan perhatian seseorang itu, ia tak mendapatkan jawabannya. Ia tahu tak ada yang sempurna di dunia ini, tapi baginya seseorang itu nyaris sempurna dan nyaris tidak mungkin untuk mendapat perhatiannya.

Tak lama seorang gadis cantik melewati tempat latihan dimana Key sedang berada. Gadis itu berambut panjang, badannya tinggi langsing, dan memiliki kulit yang sangat indah. Key termenung menatapnya. Namun gadis itu tak menoleh Key sama sekali. Mungkin karena tak tahu. Mungkin juga karena dia juga sedang memikirkan sesuatu hingga tak menoleh kemanapun. Ia berlalu saja. Sedangkan Key menatap gadis itu hingga bayangannya benar-benar tak nampak di pelupuk matanya. Setelah yakin sudah tak terlihat, Key memalingkan muka. Duduk bersandar di lantai dan kembali murung. Ia menghela nafas beratnya. Bukan karena latihan yang beberapa waktu menyita energinya. Tapi sosok yang ia tadi, dia tidak hanya menyita sisa energinya tapi hampir seluruh semangatnya. “Kapankah senyuman tulus mu kembali?” katanya lirih sambil menghela nafas untuk kedua kalinya.

Key mengingat-ingat tentang kejadian masa lalu. Ketika semuanya terasa menyenangkan. Yah, walau sekarang juga menyenangkan. Tapi tak akan semenyenangkan dulu. Ia menutup mata dan berusaha mengingat-ingat kisah indah masa lalu. Disaat dia bertemu pertama kali dengan gadis itu.

 

Key, Taemin, Onew, Jonghyun, dan Minho sudah ditetapkan menjadi Boyband baru beranama SHINNEE dan akan mulai debutnya sebulan lagi. Maka dari itu beberapa hari ini hingga sebulan kedepan adalah hari-hari penuh dengan latihan, latihan dan latihan. Berjuang untuk kata ‘DEBUT’ yang akan mengantarnya ke gerbang dunia entertainment yang selalu menginginkan kesempurnaan entah dalam kondisi apapun, kapanpun dan dimanapun. Dunia yang selalu diimpikan hampir seluruh remaja di dunia. Mereka rela saja menghabiskan uang dan waktu agar suatu saat bisa menjadi seorang aktris atau idol. Dan kini anggota Shinee memperoleh kesempatan. Tinggal satu lagkah saja mereka akan memasuki dunia entertainment yang mereka inginkan sejak dulu. Rasa gugup ada, terbebani pun juga ada. Apalagi mereka membawa embel-embel SM Entertainment, agensi yang akan  men-debutkannya. SME bukan sembarang agensi. Dia adakah agensi terbesar di seluruh Korea Selatan. Lihat saja Sunbae-nim nya sekarang menjadi boyband dan girlband terfavorit di negaranya. Bahkan sudah mencapai mancanegara. Memang sih minder, tapi mereka bertekad bahwa ini bukan saatnya untuk minder dan jangan memubuang waktu untuk itu. Sekarang waktunya untuk berusaha sekuat tenaga dan bersiap secara fisik dan mental untuk segera memasuki dunia entertainment.

            Kangta sudah berkoar-koar tentang kesalahan koreografi kelima anak muda itu. Sedikit saja kesalahan, entah langkah kaki atau gerakan tangan yang tak sempurna selalu saja terlihat oleh mata Kangta. Mereka harus mengulanginya lagi dan lagi. Bener-bener capek. Sudah 4 jam mereka berlatih dan tanpa istirahat satu menit pun. Lagi pula mereka pun tadi hanya sarapan satu iris roti dan minum air putih. Itu menyebabkan konsentrasi mereka pecah antara rasa lapar dan koreografi lagu  tersebut.

            Mereka ber-enam tak tahu dari sejak semenit lalu seorang wanita sudah bersandar di pintu menyaksikan semuanya. Kadang dia tertawa kecil melihat Kangta yang mengomel dan baginya itu lucu. Karena yang ia tahu Kangta adalah sosok lembut dan kurang bisa marah. Kini, sekarang ia berubah menjadi tutor yang benar-benar handal dan bisa diharapkan.

            “Apa kalian bodoh? Bagaimana bisa terus salah?” Omel Kangta kepada member Shinee. “Jika kalian seperti ini, apakah pantas debut?” tambahnya semua anggota Shinee hanya tertunduk saja melihat kemarahan tutornya itu. “Silahkan bermimpi!” Katanya penuh penekanan.

            Taemin yang notabennya paling kecil jelas saja bersifat lebih kekanak-kanakan. Baginya omelan Kangta sudah menjadi angin lalu yang tak bisa hinggap di telinga. Ia gelisah karena perutnya sedang meronta meminta makan dan badannya sudah linu-linu sejak tadi. Menggerak-gerakan badannya kecil agar badannya tak terlalu tegang. “Wah.. Yeppo da..” katanya saat memandang sosok yang bersandar di pintu yang sadar dengan tatapannya dan tersenyum padanya. Sebenarnya suara Taemin tak terlalu keras. Namun semua member yang lain sedang mengheningkan cipta karena abis diomelin sama Kangta, jadi kata-kata itu terdengar jelas ditelinga kelima orang yang berada di dekatnya.

            Gadis itu tahu bahwa mereka sudah mengetahui keberadaannya. Termasuk Kangta. Dia tersenyum sejenak pada Kangta. “Kangta  Oppa!” sapanya sambil berjalan menuju ke arahnya.

            “Oppa? Apakah dia pacarnya?” komentar Jonghyun reflek dan membuat pandangan Kangta beralih dari cewek itu menuju kea rah Jonghyun. Mengetahui itu, Onew langsung mencubit Jonghyun agar dia menjaga mulutnya. Jonghyun pun tahu dan akhirnya kembali menunduk.

            “Fita. Kapan kamu datang?” sambut Kangta dengan senyuman dan memelukanya.

            Fita melepaskan pelukannya dan tersenyum sebentar pada kelima member Shinee yang masih saja curi-curi pandang menatapnya dan kembali menunduk. “Emm, kemarin malam.” Jawabnya.

            “Apa yang kau bawa itu? Apa oleh-oleh untukku?” Tanya Kangta yang menatap bungkusan di tangan Fita.

            Fita menggeleng dengan manisnya sambil tersenyum. “Aniyo..”. Ini hanya makanan yang akan kumakan nanti.” Fita menoleh ke arah kelima member Shinee yang masih saja menunduk. Ia tersenyum saja. “Kangta Oppa, kau dipanggil Appujji.”

            “Ada apa Sasang-nim memanggilku?” Tanya Kangta kaget.

            “Appujji?” Tanya Jonghyun lirih pada Onew.

            “Sasangnim?” Onew pun bertanya itu kepada Jonghyun disaat yang bersamaan. Mereka berdua menoleh kepada Key, Minho dan Taemin yang juga melongo bertanya-tanya.

            Fita menggeleng-geleng pasti. “Entahlah. Soo Man Appujji tidak akan suka jika ia menunggu lama-lama.”

            Soo Man Appujji? Kelima member itu semakin melotot saja. Berarti benar apa yang diberitahukan tetang sunbae-nim, bahwa memang Lee So Man, direktur mereka mempunyai anak angkat. Tapi walaupun begitu mereka pun tak menyangkan anaknya secantik ini dan seceria ini. Malahan kelima member Shinee ini sudah secara kurang ajar mendeskripsi bahwa anak angkat Lee So Man seorang yang pemuram dan se-perfectionist papanya. Yah, kalo pun beda, sedikit lah. Tapi siapa yang menyangkan bahwa yang berada di hadapannya ini sosok yang cantik dan ceria. Pokoknya berbanding terbalik dengan Lee So Man. Atau ini hanya kedok saja, dibalik kecantikan rupa dan tawa manisnya ia adalah seseorang yang dingin seperti Lee So Man. Entahlah, mereka sudah tak ingin menerka-nerka sesuatu yang tidak pasti. Namun, tak munafik mereka sangat mengagumi kecantikan rupa cewek di depannya ini.

            “Baiklah.” Kata Kangta sanmbil mengannguk. Kini pandangannya kembali kelima members Shinee dan itu membuat mereka kembali tertunduk, membuyarkan segala pikiran. “Kalian latihan lagi! Jangan berhenti sebelum aku kembali!” suruh Kangta pada mereka berlima. Fita kembali tertawa kecil. “Fita tolong jaga mereka.” Kangta meminta tolong. Fita hanya tersenyum manis tanda meng-iyakan. Kangta pun berjalan keluar dari ruang latihan.

            “Chan!” kata Fita saat Kangta sudah tak ada di tempat. Ia menunjukkan kantong yang ia bawa. “Ayo kita makan!” katanya enteng dan duduk. Kelima anggota Shinee hanya termangu saja mendengar ajakan Fita. Bukankah Fita sudah mendengar kata Kangta  kalau mereka harus latihan dan tak boleh berhenti sebelum dia kembali. “Kenapa kalian tak duduk?” tanyanya.

            “Kami harus latihan.” Kata Onew menjelaskan.

            “Nanti  Sungbae-nim akan mengomel lagi jika kami ketahuan makan.” Kata Taemin menambahkan.

            “Apa kalian tak lapar?” Tanya Fita. Kelima anggota Shinee berpandangan. “Bukankah aku yang harus menjaga kalian, jadi aku yang mengendaliakan kalian sekarang. Makanlah! Aku tahu kalian kelaparan. Kalian tak akan berkonsentrasi jika tak punya tenaga.” Bingo! Perkiraan Fita sangat tepat dirasakan dan dipikirkan mereka berlima. Fita berdiri. Ia memegang pundak Key dan tersenyum manis. Melihat itu, entah kenapa Key merasa ada yang aneh didirinya. “Oppa, kau sudah bekerja keras tadi. Benar, jika kalian ingin terus latihan agar menjadi semakin terlatih. Tapi setiap orang memiliki limitnya. Jadi sekarang, kumohon makanlah! Urusan Kangta Oppa, biar aku yang mengurus. Dia pasti akan lama.”

            Kelima anggota Shinee menyetujui. Tak munafik dia lapar. Tapi kata-kata Fita yang telah meluluhkan semuanya. Kelimanya makan ayam goreng yang di bawa Fita. Mereka berkenalan dan berbincang tentang apa yang mereka pikirkan. Dan kelima anggota Shinee juga merasa dirinya bodoh telah berpikir keliru tentang Fita. Dalam hati mereka berkata, “Mianhe, Mianhe” Mereka malu jika mengatakannya karena itu kebodohohan  mereka.

            “Mmm.. jadi siapa yang akan jadi Leadernya?” Tanya Fita mendalami tentang Shinee.

            “Aku!” Kata Onew dengan sangat bangga. Tapi tingkahnya terlihat seperti anak-anak saat itu. Membuat Fita tertawa kecil.

            “Lalu siapa yang termuda?”

            “Aku.” Kata Taemin sambil memakan lahap ayam goreng.

            “Mmm, sudah kuduga. Kelahiran tahun berapa?”

            “1993. Kau?”

            “Desember 1992. Jadi kau harus memanggil ku Noona.” Kata Fita sangat bangga. Karena selama ini ia selalu menjadi yang terkecil. Taemin mengangguk-angguk.

            “Desember? Aku juga Desember. Tepatnya tanggal 9.” Kata Minho.

            “Oh Jinja?? Aku juga. Tahun berapa?” Tanya Fita tertarik.

            “1991.” Kta Minho pendek.

            “Oh… Beda tahun. Tapi tak apa. Aku senang jika ada yang ulang tahunnya sama. Jadi kita bisa merayakan bersama.” Kata Fita tersenyum.

Entah kenapa setiap kali Fita tersenyum dan menunjukkan sikap manisnya, kelima member Shinee terasa sangat senang. Membuat kelimanya menjadi pengagum wajahnya ditambah sikapnya kini. Bahkan Taemin sudah menganggap Fita adalah malaikat yang dikirim disaat susah seperti tadi. Dia seorang pelipur lara.

“Kenapa kau membawa banyak anyam goreng? Benar ini untuk dirimu sendiri? Atau sebenarnya ini milik Kangta Sunbe-nim?” Tanya Jonghyun sambil menyatap lahap ayam gorengnya.

“Bukan.” Kata Fita sambil menggeleng.

“Lalu?” Tanya Onew.

“Ini untuk Appujji.”

“Mooo?” semuanya kaget. Bahkan saking kagetnya ayam goreng Onew sedikir terlempar akibat refleknya.

“Kenapa?” Tanya Fita tak paham.

“Kenapa kau tak bilang jika ini punya Sasang-nim? Jika tahu kami pasti tak memakannya.” Kata Minho.

“Tak apa. Dia tak menyuruhku untuk membelikannya ayam. Aku yang mau. Tapi saat melihat kalian, aku mengubahnya keputusan dan akan memberikannya kepada kalian.”

Semua bernafas lega. Apa jadinya jika mereka memakan makanan Direkturnya? Bahkan dengan sigap Onew kembali mengambil ayam goreng yang sejenak terlepas dari tangannya. Mereka pun kembali mengobrol asyik.

“Apa yang kalian lakukan?” teriak Kangta dari pintu saat melihat meraka.

Semuanya tersentak. Tak terkecuali Fita. Mereka segera meletakkan ayam goreng meraka dan sigap berdiri. Kelima member Shinee sangat takut. Fita takut tapi tak setakut itu. “Oppa, mianhe..” kata Fita lirih.

“Maaf untuk apa? Karena kau membohongiku kalau dipanggil Sasang-nim atau maaf karena member  mereka makanan?” Tanya Kangta. Tapi tak ada raut kemarahan di wajah Kangta saat berkata pada Fita.

Fita menghela nafas. “Karena membohongi Kangta Oppa.” Fita lalu berlutut dan mengangkat kedua tangannya. Bersedia di hukum. Kangta tersenyum sejenak.

“Lalu yang lain?” Tanya Kangta.

“Yang lain? Aku tak merasa salah. Karena mereka kelaparan dan rasa lapar tak baik untuk latihan. Karena konsentrasi akan terkuras pada rasa lapar.” Kata Fita yakin.

 “Kalian berlima akan menerima hukuman karena tak mematuhi perintahku.” Kata Kangta pada member Shinee. Mereka pun pasrah. Mereka tak menyalahkan Fita. Karena mereka pun juga tak bisa menahan rasa lapar mereka.

“Oppaaaaa.” Fita setengah berteriak karena tak setuju. “Aku yang mengajak mereka. Jadi aku saja yang menerima hukuman!”

“Apa benar?” goda Kangta. Fita menganguk pasti. Kelima member Shinee merasa tak enak dengan semua itu. Tapi mereka belum mampu berkata-kata untuk membantah. “1 orang di hukum berlutut selama satu jam. Dan jika dijumlah maka kau harus berlutut selama enam jam. Kau yakin?” Tanya Kangta sedikit menggoda.

“Apa kau meremehkanku?!” tantang Fita.

Kangta mengangguk-angguk. “Mmm, benar. Kau sudah sangat kuat. Bahkan saat kecil kau sudah memahami tentang rasa letih karena latihan atau karena hukuman.” Fita menongak dan menatap wajah yang tak suka pada Kangta. Tapi bagi Kangta itu malah terlihat lucu.

“Fita…” panggil seseorang dari luar. Fita dan keenam lelaki itu menoleh. Leetuk. “Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Leetuk tak mengerti dengan apa yang terjadi. Fita tak menjawab. Leetuk menatap Kangta. “Hyung, apa kau menghukumnya?” Tanya Leetuk.

“Apakah aku bodoh akan menghukumnya? Seseorang yang sudah kuaangap adik kesayangan dan yang kurindukan?” kata Kangta.

“Lalu?” Leetuk masih tak mengerti.

“Sudahlah Fita, bangunlah!” pinta Kangta.

“Tidak !” tolak Fita. “Kau akan menghukum mereka jika aku bangun!”

“Tidak,” jawab Kangta.

“Apa Kangta Oppa berjanji?” Fita memastikan.

“Aku berjanji,”  kata Kangta. Tapi Fita masih belum nagun. “Baiklah, dengarkan apa yang kukatakan. Aku tidak akan menghukum Shinee atas kejadian tadi. Aku berjanji.” Kata Kangta.

Fita agak kesulitan bangun. Karena kakinya sedikit kesemutan. Ia dibantu oleh Leetuk untuk bangun. “Apa kau membuat ulah?” bisik Leetuk. Fita hanya nyengir saja.

“Jadi, kalian berlima boleh istirahat. Sebenarnya aku menunggu kalian untuk berani berbicara. Jika kalian lapar maka katakanlah. Selama itu benar. Aku tak ingin mendidik kalian menjadi idol yang pengecut. Dunia entertainment bukan untuk seseorang yang lemah dan tak berani mengambil resiko. Ini bukan dunia yang indah seperti kelihatannya.” Kata Kangta menasehati dan kelima anggota Shinee mendengarkan dengan seksama.

“Jadi Kangta Oppa mengerjaiku tadi?” Fita merasa dikerjai karena seharusnya Kangta pun bisa tak marah dan mengacam akan menghukum Shinee.

“Tidak..” kata Kangta sambil mengelengkan kepala dan berlagak tak tahu.

“Oppaaaa….” Kata Fita sambil memukuli Kangta.

“Aku meindukanmu Fita.” Katanya sambil memeluk Fita, seseorang yang sudah dianggapnya adik tersayang.

“Aku juga.” Katanya pelan.

“Fita, tidak hanya Kangta Hyung yang merindukanmu. Aku juga, bodoh. Temen-temen lain juga.” Kta Leetuk yang menarik Fita dari pelukan Kangta.

“Benarkah?” Tanya Fita.

Leetuk menjitak kepala Fita. “Apa saja yang dipikiranmu? Apa kau tak tahu bahwa kami bener-bener merindukanmu.”

Fita tersenyum. “Baiklah, aku akan menemui mereka. Dimana mereka?”

“Di dorm.” Kata Leetuk. “Aku juga akan kesana.”

“Kangta Oppa, aku pamit dulu ya…” kata Fita. Kangta tersenyum saja. Karena di jam-jam selanjutnya akan dipenuhi dengan kebahagiaan yang akan dibawa gadis ini. Gadis yang membuat orang nyaman dan bahagia di sampingnya. “Oh ya, Shinee semangat latihan ya. Kutunggu single dan albumnya. Fighting!!!!”

Shinee senang dengan apa yang dikatakan Fita. “Cantik bukan?” Tanya Kangta saat Shinee memandang Fita menjauh. Shinee memandang Kangta, dan ia tersenyum.”Jika kalian semakin mengenalnya, semakin masuk kalian ke dalam dunia indah yang dia bangun di hidupnya. Semakin mengenalnya, kalian akan merasa dia sangat luar biasa dan mengejutkan. Kalian pun akan semakin menyayanginya.” Kata Kangta dan tersenyum.

 

Kini Key tahu arti dibalik kalimat-kalimat yang dikatakan Kangta terakhir. Karena dia dan membernya mengalami. Kini sudah 4 tahunan, dan mereka semakin tahu siapa Fita. Bagaimana Fita? Apa yang disuka dan tidak? Dan bagaimana luarbiasanya dia?! Members Shinee pun semakin menyayanginya. Tak terkecuali Key. Ato bahkan Key memiliki rasa yang lebih dari rasa ‘sayang’??

 

***

 

Preview part 2 :

Key dan Onew melihat Fita menangis di ruang latihan. Tak tega melihat itu semua, Key dan Onew menghampirinya. Mereka berdua tahu akan polemic yang sedang terjadi pada Fita. Lalu benarkah Polemik itu yang membuat keceriaan Fita hilang? Langkah apa yang diambil Onew dan Key untuk menghiburnya?

Key dan Onew berbicara tentang masa lalu. Saat mereka mengetahui siapa yang paling dekat dan disayangi Fita di SME selain Le So Man. Dan saat Mereka berdua mengetahui siapa sosok yang penah berpacaran dengan Fita di masa lalu. Lalu siapakah dia? Dan mengapa mereka memutuskan untuk berpisah?

Tunggu kelanjutan ceritany (part 2)….

3 Tanggapan to “[FF] My family, my friends and my idols (Part 1)”

  1. KeyK 7 Mei 2013 at 1:36 PM #

    waahhh lanjutan ceritanya bikin penasaran :D ditunggu ya thor lanjutannya :)

  2. SJwwaavviiqq_ 25 Maret 2012 at 9:34 AM #

    keren! ditunggu Part 2-nya..
    penasaran

    • desty 26 Maret 2012 at 8:57 PM #

      tengkyu ya udah baca ff pertamaku. Aku juga ngarang ff yang judulnya ‘still in love’..
      Semoga semakin suka di part selanjutnya :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31.073 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: