[FF] Sorry, I Love U (Part 3)

10 Jun

Sorry, I Love You Part.3

Part 1 | Part 2

Judul                     : Sorry, I Love You Part.3

Author                  : Gie KyuLova

Rating                   : PG 15+

Length                  : Series

Genre.                  : Romance, Sad

Main Casts          : Kim HaNa (as reader)

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Support Casts    : Cho AhRa

Super Junior Members

Disclaimer           : Semua casts milik Tuhan’Nya masing” + Fanfic ini murni buatan AQ..!!!

*****HaPPy ReadiNG, guys!!! ^_^ Jangan lupa RCL…

________

when i look at you my face gets red
when i see you my heart goes thump thump
i talk with shyness like a kid
when i look at you i just smile out of nowhere
like a fool I keep doing that
I think love came to me

(Love Light-CNBlue)

*****

Author’s POV

“Isssh..dasar yeoja menyebalkan. Bagaimana mungkin ada gadis seperti itu di dunia ini. Apa dia tidak punya televisi sampai-sampai tidak mengenali wajahku. Cihh!”namja itu melemparkan botol air mineralnya yang telah kosong ke tempat sampah yang ada di pinggiran jalan.

“Hmm…sepertinya mereka sudah tidak ada”gumamnya seraya menutupkan syal ke sebagian wajahnya. Ia tidak mau mengambil resiko dikejar-kejar lagi oleh para penggemarnya. Namja itu berjalan cepat seraya menundukkan kepalanya. Ternyata menjadi artis memang tidak selamanya menyenangkan. Namja itu merasa tidak punya privasi lagi. Kini dia tidak bisa berjalan-jalan dengan bebasnya untuk menghabiskan waktu tanpa kacamata atau syal untuk menutupi wajahnya. “Hufft..”namja itu mendengus kesal.

Tiba-tiba langkahnya terhenti saat dilihatnya seorang gadis yang berjalan gontai dari ujung jalan. Gadis itu melangkah perlahan sambil mengusap-usap perutnya. Sesekali ia menghentakkan kakinya seperti orang yang menahan kesal. Ia menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya. Dan tanpa sadar namja itupun tersenyum kecil.

*****

HaNa’s POV

Aku punya ide yang lebih baik. Bagaimana kalau kau tinggal di apartemenku?

Tawaran Ahra eonni kemarin masih terngiang-ngiang di kepalaku. Sebenarnya aku merasa tidak enak, dengan permintaan Ahra eonni tersebut. Bukan karena aku merasa asing dengannya. Sama sekali tidak. Aku hanya tidak ingin merepotkannya. Apalagi kami baru saling kenal, pasti rasanya canggung sekali jika mendadak tinggal serumah dengannya walaupun ia sangat baik. Terlebih aku sudah terbiasa tinggal sendiri.

Mengingat Ahra eonni membuatku ingin tersenyum. Aneh sekali, aku merasa nyaman bertukar pikiran dengan yeoja cantik itu. Padahal kami baru saling kenal. Biasanya aku tak banyak berbicara dengan orang yang baru dikenal, tapi dengan Ahra eonni rasanya berbeda. Dia sangat pengertian, dewasa juga berwawasan luas. Dia tidak membuatku merasa rendah diri saat menceritakan kondisi keluargaku. Padahal aku biasanya enggan menceritakan hal-hal pribadi seperti itu pada orang yang baru dikenal. Aku hanya tidak ingin mendapatkan pandangan yang seolah mengasihani diriku. Karena aku tidak ingin dikasihani.

Oyah, malam ini aku akan mulai pindah ke apartemen Ahra eonni. Dia akan menjemputku sepulang bekerja. Dan sejak tadi pagi aku sudah berkemas dan membawa sebagian perlengkapanku ke kantor agar tidak perlu pulang dulu ke rumah. Kudengar Ahra eonni tinggal sendiri karena orangtuanya tinggal di Busan. Dia mempunyai adik laki-laki yang seumuran denganku, tapi adiknya sudah bekerja dan hanya sesekali mengunjunginya. Aku hanya berharap kehadiranku nanti tidak akan mengganggu kenyamanan Ahra eon.

***

Malam harinya.

Eonni menjemputku tepat pukul 8 malam. Kamipun langsung melaju di tengah ramainya malam jalanan kota Seoul.  Lima belas menit kemudian kami sampai di depan sebuah gedung apartemen yang amat megah. Aku berdecak kagum menatap kemegahan gedung itu.

Ahra eon mengajakku masuk ke dalam lift dan kami naik ke lantai 15.

“Ini apartemenku, HaNa. Silahkan  masuk..”ajak AhRa eon saat kami sudah sampai di apartemennya.

Aigoo. Aku tidak bisa menahan kekagumanku saat melihat isi apartemen Ahra eon. Mataku tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya. Apartemen eonni sangat indah, tidak berkesan mewah, melainkan modern dan minimalis; cocok sekali dengan kepribadiannya. Dindingnya berwarna pastel, ada beberapa lukisan abstrak di dinding yang aku tidak mengerti segi keindahannya..(*hehe???), Ahra eon mengajakku masuk lebih dalam. Ia menunjukan beberapa ruangan di sana. Ada sebuah ruang keluarga yang menarik perhatianku. Tampaknya akan sangat nyaman menghabiskan waktu di sana dengan keluarga yang kita cintai. Di dinding tampak lukisan keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan dua putra-putrinya. Kutebak itu adalah keluarga Ahra eon. Sepertinya lukisan itu diambil saat Ahra eon masih kecil, karena kulihat gadis kecil dalam lukisan itu mirip dengannya. Aku tersenyum simpul, sepertinya keluarga Ahra eon sangat hangat dan bahagia.

“Ayo kutunjukan kamarmu..”ajak Ahra eon sambil menggamit lenganku. Aku mengikutinya beranjak menuju sebuah kamar. Dia lalu membuka perlahan kamar itu. Aku membuka mataku lebih lebar saat memasuki kamar itu. Tercium aroma maskulin dari dalam. Ruangannya tampak rapi, aku tersenyum lebar saat meilhat ada tempat tidur kecil dengan seprei bergambar Barcelona FC, tim sepakbola kesukaanku. Tak jauh dari sana ada sebuah komputer LCD dan banyak sekali koleksi kaset game. Aku mengerutkan keningku.

“Bagaimana kau suka?”tanya Ahra eon membuyarkan lamunanku.

Aku mengangguk cepat. “Aku suka sekali, eon! Tapi apa tidak apa-apa aku tidur di sini?”

“Kyaa..jangan bicara begitu. Aku malah senang sekali, karena sekarang aku ada teman. Kau tahu Hana, rasanya sepi sekali tinggal sendirian di apartemen sebesar ini.”

“Khamsahamnida, eon!”aku membungkukan badanku.

“Ne..ne..Kau ini, aku sudah bilang jangan sungkan lagi padaku. Anggap saja aku sebagai kakakmu. Bagaimana? Kau mau kan jadi adikku?”

Aku membelalakkan mataku. “Benarkah?”tanyaku takjub. Ahra mengangguk.

“Aku senang sekali, eonni. Sudah lama aku ingin punya kakak.”aku memeluk tubuh Ahra eonni erat. Sebuah perasaan hangat perlahan menelusip dadaku. Nyaman sekali.

“Sudah..ayo bereskan dulu barangmu. Lalu istirahatlah. Besok saja kau teruskan menulis skenarionya”jelas Ahra eon padaku.

“Ne..”aku mengangguk. “Eh eonni tunggu!”aku menahan lengannya saat ia hendak keluar.

“Ngomong-ngomong kamar ini apakah milik…”

“Oh iya. Sebenarnya kamar ini……..”

Ting Nong…

Ucapan Eonni terputus saat terdengar suara bell pintu.

“Siapa yang bertamu malam-malam begini?”gumamnya. “Sebentar ya Hana. Kau istirahat saja, di sana kamar mandinya. Dan itu remote AC’nya.”jelas eonni sebelum ia menutup pintu dan membiarkanku sendirian di kamar itu.

*****

Kyuhyun’s POV

Dengan langkah gontai aku melangkah menuju apartemen kakakku. Hari ini aku merasa bosan menghabiskan waktu di dorm sendirian. Para hyung’ku sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Dan aku sendiri bukannya tidak sibuk, karena saat ini aku sedang belajar mengasah kemampuan aktingku. Jadi, manajemen memberikan waktu senggang lebih banyak untuk melakukan itu.

Ting Nong..

Aku menekan bell pintu. Tak lama kemudian, noona ku keluar menyambutku dengan ekspresinya yang aneh.

“KYU????”pekiknya terkejut.

Aku mengerutkan keningku, merasa aneh dengan ekspresinya itu. Apa dia terlalu senang karena adiknya yang tampan tiba-tiba datang. Aku mengedikan bahuku tak perduli. Kulangkahkan segera kakiku untuk masuk kamar, karena ingin segera memainkan PSP ku. Hehe..sebenarnya aku pulang cuma ingin main PSP. Habis, manajaer Lee tidak memperbolehkanku membawa PSP ke dorm, karena katanya aku sering lupa segalanya kalau sedang keasyikan bermain. Issh..padahal kan cuma benda itu yang bisa membuatku merasa bersemangat!

“Eh..eh..kau mau kemana?”Ahra noona mencegat langkahku.

“Kyaa..tentu saja ke kamar. Aku sudah rindu dengan PSP ku.”

“Aish. Kau ini Kyu. Tapi setelah mengambil PSP, kau mau langsung pulang ke dorm kan?”tanya noona seraya berdiri di depanku.

“Tentu saja tidak. Malam ini aku akan menginap di sini. Waeyo?”selidikku. “Jangan-jangan noona menyembunyikan namja yah?”aku melipat kedua tanganku dan menatapnya penasaran.

“Enak saja!”Ahra noona memukul lenganku. Dia lalu menggaruk-garuk kepalanya seperti sedang bingung. “Tapi kau tidur di kamar tamu saja ya?”pintanya memelas.

“Kenapa begitu? Tidak mau!”tukasku sambil berjalan melewatinya.

“Kyu..jebal. Tidur di kamar tamu saja ya. Sekarang di kamarmu sedang ada…”

Braak

AKu membuka pintu kamarku. Tampak seorang gadis duduk membelakangiku di sisi tempat tidur. Karena terkejut gadis itu langsung berdiri dan berbalik ke arahku. Otakku berputar saat mataku menangkap bayangan gadis itu. Matanya bulat, kulitnya putih dengan rambut yang dikepang. Dan saat aku tersadar….

“KAU???”kami berteriak bersamaan.

“Kyaa…yeoja baboo, sedang apa kau dikamarKu?”sambarku kesal.

“Namja gila, bagaimana bisa kau di sini?”Gadis itu terperangah memandangku. “Eh, apa…kamarmu? Kamar apa? Kamar ini?”seketika raut wajahnya tampak terkejut.

“Ini kamarku bodoh, cepat keluar!!!”ucapku lantang mengusirnya.

Pletak…aku mengaduh sambil mengusap kepalaku.

“Noona..kenapa kau memukulku?”geramku sambil menoleh pada Ahra noona yang tiba-tiba memukul kepalaku.

“Yang sopan kalau bicara, dia tamuku!”jelas noona sambil menghampiri yeoja bodoh itu. “HaNa maaf ya, ini adikku. Namanya Kyuhyun”jelas Ahra noona padanya.

“Mwo? Jadi orang ini adik laki-laki eonni?”gadis bodoh itu mengernyitkan keningnya. “Tidak mungkin”gumamnya yang masih bisa terdengar olehku.

“Dan Kyu, gadis ini Kim HaNa. Dia akan tinggal selama 2 minggu disini untuk menyelesaikan pekerjaannya.”

“Tapi noona, kau tahu? Dia itu gadis bodoh, kenapa noona bisa sampai mengenalnya? Noona, dia itu gadis kuper, bahkan dia tidak mengenalku.”

“Kyaaa…beraninya kau mengataiku bodoh!”gadis itu mendekat dan menginjak kakiku.

“Arrgghhh…”aku berteriak kesakitan. Yeoja ini benar-benar berbahaya. Sudah dua kali dia melakukan tindakan premannya padaku. Aku akan menuntutnya ke pengadilan. “Noona lihat kelakuannya. Dia memang gila!”

“Kyu&HaNa..sudah cukup!”ujar Ahra noona tegas.

“Aku hanya ingin dia pergi dari kamarku! Aku tidak suka padanya!”sungutku kesal.

“Aku akan pulang ke rumah saja eonni. Aku juga tidak mau berdekatan dengan namja ini.”jelas gadis itu sambil menunduk dan menutup resleting tasnya.

“Jangan HaNa kumohon! Kau kan tahu alasanku mengajakmu menginap di sini”jelas Ahra noona sambil mencegahnya.

“Kyu tidurlah di kamar tamu!”pinta Ahra noona dengan wajah memelas.

“Enak saja! Kenapa tidak dia saja?”

“Tapi AC dan kamar mandi di sana sedang diperbaiki. Kasihan kalau dia…”

“Sudahlah eonni. Kalau begitu akuu di kamar tamu saja”ucap gadis itu kemudian lirih.

“Tidak apa-apa?”tanya Ahra noona seraya menatapnya.

“Ne..”ucap gadis itu sembari tersenyum tipis ke arah Ahra noona.

Degg..aku merasakan sesuatu yang aneh, saat melihat senyumnya. Ada apa denganku?

Kubiarkan ia melangkah pergi keluar kamarku bersama Ahra noona. Sekilas gadis itu melirikku tajam sebelum berlalu. Isshh..menyebalkan!

*****

Author’s POV

Keesokan paginya…@Ahra’s apartment

“Waahhh..apa ini?”sorot mata Ahra tampak berbinar saat dilihatnya beberapa makanan telah tersaji di atas meja. Mulai dari bulgogi, champong, dan gomtang. “Hmm kelihatannya lezat sekali.”Ahra tampak menahan air liurnya.

“Selamat pagi, eonni!”sapa HaNa yang baru muncul dari dapur sambil membawa semangkuk gochujang chiage alias sup pasta kacang merah.

“Kau memasak ini semua, HaNa?”tanya Ahra dengan ekspresi takjub.

“Ne..Ini sebagai ucapan terimakasihku, karena eonni sudah mau membantu dan mengajariku. Semoga eonni suka.”jelas HaNa dengan senyuman di wajahnya.

“Aigoo. Kau luar biasa!”Ahra langsung menarik kursinya dan mengambil mangkuk nasi. “Aku jadi sangat lapar. Aku makan sekarang yah?”pinta Ahra eon.

Hana tersenyum puas melihat Ahra yang nampaknya suka dengan masakannya. “Ayo kau juga makan!”ajak Ahra.

“Ne.”

Tiba-tiba Kyuhyun datang dan langsung duduk tepat di hadapan HaNa. Membuat selera makan gadis itu mendadak hilang. Tanpa sepatahkatapun, namja itu langsung menyendok nasinya lalu makan dengan lahap. HaNa hanya mendengus kesal memandangnya.

“HaNa, kau tampak berbeda hari ini.”tukas Ahra eon tiba-tiba.

“Waeyo?”

“Ah ya aku tahu! Itu karena kau melepas kacamata’mu.”ucap Ahra sambil tersenyum.

Sesaat Kyuhyun melirik HaNa tapi detik berikutnya dia sudah asyik lagi mengunyah makanannya.

“Kyu, bagaimana makanannya?”kini Ahra menoleh pada adiknya yang sejak tadi hanya berkutat dengan menu sarapannya.

“Massita. Tumben masakan noona enak.”

“HaNa yang memasaknya.”jawab Ahra santai.

“Uhuk..uhuk..”Kyu memukul-mukul dadanya karena tersedak. Segera ia minum air putih yang berada tak jauh darinya.

HaNa tersenyum puas melihat tingkah namja itu.

“Jadi, masakan ini buatan yeoja baboo ini?”tanya Kyu dengan ekspresi tak percaya. HaNa mengacungkan supmitnya dan melotot ke arah namja itu. Kyu bergidik ngeri. “Tidak mungkin noona. Gadis ini pasti membeli di restoran!”cibir Kyu. “Mana mungkin gadis babo ini bisa memasak..Cih, aku tidak percaya!”

“KYU!!”bentak Ahra. Dia benar-benar jengkel dengan tingkah adiknya yang satu ini. Memang Kyu orangnya ceplas-ceplos, tapi tak biasanya dia berkata kasar pada orang yang belum dikenal.

Melihat tatapan tajam Ahra, Kyu pun terdiam.

“Kyu, HaNa kuharap kalian tidak bertengkar lagi. Apalagi kalian akan bekerja bersama, seharusnya kalian menjadi tim yang kompak.”

“Mwoya?Bekerja sama?”

“Maksud eonni?”

Ahra memandang bergantian kucing dan tikus di hadapannya.

“Memangnya kalian belum tahu?”

HaNa dan Kyu menggeleng bersamaan.

“Kyu..ini Kim HaNa penulis novelet sekaligus skenario dari drama musical itu. Dan HaNa…Kyu akan menjadi pemeran utama dalam drama karyamu.”jelas Ahra singkat dan padat, membuat kedua bocah itu berpandangan sesaat lalu serempak berteriak…..

“ANDWEEE!!!”

“Tidak mungkin noona, masa gadis ini pengarang novelet itu?”

“Anni..anni..! Eonni, tidak mungkin namja ini akan menjadi pemeran utama dramaku. Aishh..bisa hancur karyaku!”

Keduanya menatap cemas wajah Ahra, berharap ada kebohongan di sana.

“Yasudah kalau tidak percaya..”jawab Ahra cuek sembari melanjutkan sarapannya.

“MATI AKU!”gumam HaNa.

“Hey bodoh, seharusnya aku yang sedih karena harus bermain dalam drama’mu. Aku tidak percaya kau pengarangnya. Apa kau plagiat hah?”

“Mwo?”wajah HaNa memerah karena kesal. Kalau tidak ada Ahra di sana, sudah pasti HaNa akan menghabisi namja itu.

“KYU!!! Jangan sembarangan. Kau tidak boleh meremehkan HaNa. Dia…”

“Noona tidak tahu! kalau dia cuma gadis bodoh, kuper, norak. Bahkan dia tidak mengenaliku.”

“Kyaaaa..jangan mengataiku bodoh!”HaNa menaruh sumpitnya dengan kasar. Matanya tajam menatap Kyu.

“Memang kau bodoh.”ejek Kyu.

“Sudah..sudah. jangan bertengkar lagi. Aduh, kepalaku pusing.”Ahra menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Bingung menghadapi dua makhluk aneh itu. “Hana’ya; apa kau benar-benar tidak mengenali Kyu?”

“Hmm?”kini HaNa mendelik ke arah Ahra.

“Kau tahu kan siapa Kyu itu?”tanya Ahra lagi.

HaNa melirik ke arah Kyu lalu kembali pada Ahra. “Anni..”HaNa menggeleng pelan.

“Mwoya? Kau yakin?”mata Ahra membulat.

HaNa yang kini merasa benar-benar bodoh hanya menundukkan kepalanya. Tapi detik berikutnya terdengar gelak tawa dari mulut seorang Ahra. Kyu dan HaNa mentapnya bingung. Ahra tertawa terpingkal-pingkal sembari memegangi perutnya. Cukup lama ahra tertawa sampai-sampai membuat HaNa merasa benar-benar tak enak dan kecewa karena HaNa pikir Ahra menertawakannya, tapi ternyata…

“Kyu…aku senang sekali. Ternyata di Korea ini masih ada gadis waras yang tidak memujamu!”(wkwkwk)

“Kyaa..noona!”pekik Kyu kesal.

“Hahaha…”Ahra melanjutkan tawanya.

HaNa hanya menatap keduanya bingung. Beberapa menit kemudian Ahra sudah bisa mengontrol emosinya.

“HaNa, kau yakin tidak tau siapa Kyu?”Hana kembali menggeleng sambil menggigit sumpitnya. “Kau pernah melihatnya? Misalnya di majalah, poster atau apapun?

“Memang dia artis ya?”tanya HaNa polos.

“Aigoo..kau ini dari planet mana sih?”wajah Kyu tampak kesal. Bagaimana tidak kesal, dia yang merasa paling tampan dalam group boyband’nya kini harus berhadapan dengan yeoja yang sama sekali tidak tahu apapun tentang dirinya. Benar-benar tidak menghargai Kyu si EviL magnae! Aisshh..

“Hana..tapi kau tahu kan ‘Super Junior’ ?Ahra menekankan dua kata itu. Sejenak HaNa nampak tersentak, ia ragu untuk menjawab. Tapi kemudian ia mengangguk perlahan. “Ne”jawabnya singkat.

“Kau tau siapa saja membernya?”

“Mmmm…”

“Mana mungkin dia tahu, noona!”

“Aku tahu!”jawab HaNa cepat.

“Siapa yang kau tahu?”tanya Ahra penasaran.

Tenggrorokan HaNa tercekat. “Mm..Lee…Donghae..”jawabnya terbata.

“Lalu..lalu siapa lagi?”

“Mmm…”HaNa nampak memutar keras otaknya, bagaimanapun ia tidak ingin namja gila itu menertawakannya. Tapi sekuat apapun otaknya berpikir, dia memang tidak tahu. Hufft..gadis itu melenguh. “Kalau tidak salah, leadernya bernama Leeteuk..”jawab HaNa perlahan dengan wajah tak yakin.

“Ya..ya..benar. Lalu apa yang kau tahu lagi tentang mereka? Member yang lainnya apa kau tau?”selidik Ahra sambil menyipitkan matanya.

“Mmm..eonni. Bukankah member Super Junior itu terlalu banyak, tentu saja aku sulit mengingatnya satu persatu. Itu kan membuang-muang waktu..”jelas HaNa lirih.

“Xixixi..”Ahra terkekeh geli melihat gadis yang satu ini. Sesaat kemudian Ahra menghela nafas, seraya menggeleng dan matanya bergantian menatap HaNa dan Kyu. “Nah, HaNa..apa sebelumnya kau pernah melihat wajah Kyu?”

“Hmm…”

“Dia pasti buta, kalau tidak pernah melihatku!”gerutu Kyu.

“Sepertinya memang aku pernah melihatnya, tapi aku tidak ingat dimana eon…”

“Arra..arra.. Kalau begitu, HaNa perkenalkan..dia adalah magnae member dari boyband Super Junior. Namanya Cho Kyuhyun, ingat-ingat ya namanya Cho Kyuhun!”jelas Ahra singkat sambil mengedipkan sebelah matanya.

HaNa hanya ternganga menatap namja di hadapannya. Bagaimana mungkin orang gila seperti dia bisa jadi member sebuah boyband terkenal, apalagi berarti dia satu grup dengan Donghae oppa. Oppa pasti sial sekali karena harus dekat-dekat namja gila ini!Ckckck..Hana menggeleng tak percaya.

*****

HaNa’s POV

Tak terasa sudah lima hari ini aku menginap di apartemen Ahra eonni. Dan jujur saja rasanya menyenangkan. Karena aku tidak merasa kesepian lagi dengan adanya Ahra eon. Dia benar-benar orang yang enak diajak bertukar pikiran. Aku bahkan berharap kalau dia memang nyata kakakku.

Tapi ada juga yang membuatku tidak nyaman. Kalian pasti sudah bisa menebaknya..Yapz..siapa lagi kalau bukan si namja gila Cho Kyuhyun. Kudengar dulu eonni pernah bilang bahwa adiknya itu jarang sekali mengunjunginya, tapi selama aku  menginap disini, anehnya kenapa si gila itu selalu menampakan batang hidungnya. Bahkan dia pernah pulang larut malam sekali setelah mengisi acara di salah satu stasiun TV.

Dia juga tak henti-hentinya membuatku kesal. Masakan buatanku selalu dikritik, katanya rasanya terlalu asin, atau kurang pedas dan sebagainya. Padahal Ahra eonni selalu mengatakan kalau masakanku enak. Oyah, terakhir yang membuat aku benar-benar kesal adalah dia menumpahkan tehnya di atas naskah skenario yang baru saja aku print. Aaarrrgghhh..dia membuatku gila!

“HaNa, kau sedang memikirkan apa? Melamun terus!”tanya Taera yang tiba-tiba duduk di sampingku. Kebetulan aku sedang makan siang di cafetaria kampus.  Taera adalah teman sekelasku, dia yoeja yang baik dan pintar.

“Anni..:jawabku sambil melanjutkan  makan ramen. Kulirik Taera sejenak, ia nampak asyik menyanyikan  lagu dari MP3 yang sedang didengarkannya.

“Dengar lagu apa sih?”tanyaku penasaran.

“Super Junior.”jawabnya singkat.

“Ne?”aku sedikit terkejut, tiba-tiba aku memikirkan sesuatu. “Eh Taera, kau tahu Cho Kyuhyun?”tanyaku sambil menyentuh pundaknya.

Dia menolehku, dan bibirnya langsung tersenyum lebar.

“Kyaaaaaa..tentu saja dia bias’ku di SuJU. Kau tahu? Dia sangat tampan..He’s my evil Prince. Dan..dan dia juga maknae’nya SUJU. Suaranya sangat indah, bahkan bisa membuatmu merinding. Dia sangat…”

“Cukup..cukup!”Aku  mengangakat tanganku untuk menghentikan celotehannya. Ya Tuhan aku tidak menyangka, namja gila itu bisa menimbulkan efek setragis ini. Tapi aku juga penasaran, memang sebagus apa suaranya sampai-sampai seorang Taera bisa sangat mengidolakannya.

“Memang suara namja gila…eh maksudku Kyuhyun. Seperti apa suaranya?”tanyaku cuek.

“Ini..ini kau dengarlah.”Tanpa menunggu protesku Taera langsung memesukkan sebelah earphone’nya ke telingaku. “Dia menyanyikan lagu ini sebagai soundtrack drama Bread Love and Dream. Kau pasti suka…”jelas Taera berusaha meyakinkanku tentang idolanya itu.

“Ne..ne..”jawabku cuek dan amat sangat tidak yakin dengan penjelasan Taera. Tapi satu detik kemudian, sebuah lagu mengalun indah di telingaku…

na oerowododoe neol saenggakhalddaen
misoga naui eolgule beonjyeo
na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen
sarangi nae mam gadeukhi chaewo

oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman
himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun
ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli
naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
dasi ileoseol geoya

Aku membeku dan menahan nafas mendengar suara bass itu. Suara yang menyanyikan lagu berjudul Hope is a Dream, it would never sleep dengan penuh penghayatan. Aku benar-benar merinding mendengarnya. Apa ini benar-benar suara namja gila itu???gumamku dalam hati. Akku memgang dadaku, merasakan jantungku yang tiba-tiba berdetak lebih kencang.

*****

@Ahra apartment

Kyuhyun POV

Aku berjalan bersama para hyungku menuju apartemen Ahra noona. Entah kenapa tiba-tiba mereka ingin mengunjungi apartemen kakakku ini. Aku mendengus kesal sambil melirik beberapa hyungKu yang berdiri di belakangku. Mereka asyik mengobrol tentang acara Strong Heart yang baru saja diikuti oleh Teukie dan Donghae, sesekali mereka tertawa. Dan aku hanya cuek saja.

Aku jadi ingat perkataan Teuki tadi sore.

“Kyu..kenapa kau akhir-akhir ini lebih sering menginap di apartemen Ahra? Apa kau tidak lelah tiap hari harus berangkat lebih pagi ke studio?”

Aku hanya mengangkat bahuku dan tidak tahu harus menjawab apa.

“Jangan-jangan kau menyembunyikan sesuatu ya? Apa ada yang menarik di apartemen Ahra noona, hah?”kali ini Heechul menyela pembicaraan kami. Matanya mengerling ke arahku, membuatku merinding ngeri melihatnya.

“Anni..anni. Apa sih yang kalian pikirkan! Aku hanya ingin bermain PSP disana. Kalian kan tahu aku dilarang main game di dorm, aku sangat bosan tahu!”jelasku panjang lebar berharap mereka percaya.

“Benarkah?”kini mata kedua namja itu menatapku penasaran seraya tersenyum jahil.

“Aishhh!!! Sudahlah.”aku membuang muka lalu berpura-pura mendengarkan music dari MP3. Aku memejamkan mata sejenak, bayangan gadis itu kembali muncul. Cantik dengan sennyuman tipis dibibirnya. Arrgghh..aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Kyaa…Kim HaNa, kenapa wajahmu selalu mengganggu pikiranku.

“Hey..Kyu! Sampai kapan kau mau melamun di lift?”teriak Heechul membuatku kaget. Akupun segera berjalan mengikutinya.

*****

“Noona, aku pulang!”teriakku seraya menekan bell pintu.

Sesaat kemudian pintu apartemen terbuka. Ahra noona mendongak menampakan wajahnya.

“Kau tidak pulang ke…?”ucapan Ahra noona terputus saat dilihatnya Teukie, Heechul, Donghae dan Wookie berdiri dibelakangku, mereka melambaikan tangan seraya tersenyum ramah ke arah Ahra noona.

“Wahh..kalian datang? Aigoo..Aku tidak percaya, sudah lama sekali aku tidak bertemu kalian. Apa kabar?”Ahra noona membungkukan badannya.

“Ne, kami baik-baik saja.”jawab mereka serempak.

“Noona..kau semakin cantik!”puji Heechul yang langsung membuat wajah Ahra noona bersemu merah.

“Ne..kau juga tampak lebih ramping..”celetuk Teukie kemudian.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat aksi merayu para hyung’ku itu. Benar-benar murahan.

“Ahh..kalian bisa saja. Ayo-ayo masuk..”ajak Ahra.

Aku masuk terlebih dulu dan langsung menuju dapur untuk mengambil minum.  Tenggorokanku sudah haus sejak tadi. Kulihat di sana tampak HaNa yang sedang berdiri menatapku.

“Kau dengan siapa?”tanyanya datar.

“Para hyung’ku.”jawabku cepat sambil membuka kulkas.

“Siapa?”

“Hyung-hyungku dari Super Junior!”ucapku kemudian.

Hening. Aku meneguk minumanku lalu melirik HaNa. Wajahnya nampak cemas. Ia menggigit bibir bawahnya, dan meremas kedua tangannya.

“Waeyo?”

“Anni..”jawabnya cepat tanpa menatapku. Lalu ia segera beranjak masuk ke kamarnya.

Keningku mengernyit bingung dengan tingkah yeoja itu. Aneh sekali, pikirku.

Lalu terdengar gelak tawa dari ruang tamu. Pasti hyung-hyung’ku itu tengah menggoda Ahra noona. Aku melangkah untuk bergabung dengan mereka.

“Kyu, panggil HaNa cepat!”ujar Ahra noona padaku. “Dia pasti senang bisa berkenalan dengan Super Junior.”lanjutnya.

“Tidak mau!”tukasku sambil menjatuhkan tubuhku di sofa.

“Aissh kau ini!”

“HaNa siapa?”tanya Teukie penasaran, matanya melirik padaku dan noona.

“Owh, dia penulis skenario drama musical yang akan Kyu bintangi.”jelas noona singkat.

“Apa dia cantik?”tanya Heechul dengan mata berbinar.

“Tidak! Dia bodoh!”jawabku cepat.

“KYU!!”bentak noona sambil melotot padaku. “Yasudah, akan kupanggil dia. Kalian tunggu ya. Nikmati saja makanannya.”

“SIAP!”teriak mereka serempak.

Beberapa saat kemudian, Ahra muncul sambil tangan kirinya merangkul HaNa. Tapi gadis itu malah menunduk dan menyembunyikan wajahnya. Dia terus meremas tangannya, dan tampak gugup. Kenapa dengan dia?

“Teukie, Heechul, Wookie dan Donghae..kenalkan ini Kim HaNa. Dia salah satu pegawai di Yongshan Publishing dan sekarang sedang menulis skenario untuk drama musical The Moon That Embraces the Sun yang akan dibintangi Kyu.”jelas Ahra panjang lebar.

“Annyeong hassimnika. Kim HaNa imnida. Mannaseo bangapseumnida.”ucap HaNa dengan suara bergetar.

Aku benar-benar merasa aneh dengan tingkahnya hari ini. Kemana seorang HaNa yang biasanya berteriak-teriak padaku. Dia berubah 180% jadi lebih pendiam.

Tiba-tiba Donghae Hyung maju dan berjalan menghampiri HaNa. Saat ia sudah berada di depan gadis itu, kedua tangannya memegang pundak HaNa. Gadis itu mendongak.

“HaNa? Kau benar-benar HaNa?”tanya Donghae sambil membuka matanya lebih lebar. Kulihat HaNa mengangguk pelan seraya bergumam pelan…”Oppa..”

“HaNa..kau benar-benar HaNa! Kemana saja kau, aku begitu mengkhawatirkanmu. Kau ingin membuatku mati hah? Aku merindukanmu tahu.”jelas Donghae.

Dan mataku membelalak seketika saat melihat Donghae hyung menarik gadis itu dalam pelukannya. Apa yang dia lakukan. Aku mengepalkan tanganku memandang dua orang itu. Mendadak rasa sesak menggelayut di dadaku. Aku mengacak-acak rambutku frustasi. Lalu tanpa kusadari kakiku sudah melangka mendekati mereka. Aku menaruh tanganku di pundak keduanya, dan kupisahkan mereka. Donghae langsung menatapku bingung.

“Hae…jangan dekat-dekat gadis ini. Kalau tidak kau bisa ketularan bodohnya!”jelasku sambil sekilas menatap HaNa yang terdiam. Matanya nampak berkaca-kaca. Aneh, kenapa aku bicara begitu. Aduh mulutku ini, kenapa selalu ngawur kalau dekat dengannya.

“Heh..panggil aku Hyung!”tukas Donghae seraya mendelik ke arahku. “Dan jangan bicara sembarangan yah tentang HaNa. Awas, kalau sekali lagi kau melakukan itu!”ancam Donghae dengan wajah serius.

“Memang kalian saling kenal?”tanya Ahra noona yang sedari tadi hanya menonton.

“Semuanya….”tangan Donghae merangkul HaNa, aku langsung memalingkan wajahku. Jengah menatap dua orang bodoh itu. “Dia ini HaNa, gadis yang paliiiiing aku sayangi.”

“Apa hubungan kalian?”tanya Heechul penasaran.

“Dia adalah…….. “Donghae menghela nafas sesaat seraya tersenyum hangat. “….malaikatku.”

*****

-TBC-

Tentang iklan-iklan ini

9 Tanggapan to “[FF] Sorry, I Love U (Part 3)”

  1. taemfallin 9 Juli 2013 at 1:33 PM #

    Donghae itu Ɣää Ъќ peka banget sih
    Jangan ngasih perhatian terlalu ƍįıƭÛ ϑό°°◦☀ทќ
    Kasihan hana

  2. Kodok 18 November 2012 at 12:19 AM #

    huhhh
    nyesekkkk
    aishhhh
    sikap hae kliatan sprti ngasih harapan

  3. Hielda Viannya 11 Juni 2012 at 2:11 PM #

    huaaaaa,,, bikin mrindinggg,,, ^^
    jadi pengen baca tyuussss

Trackbacks/Pingbacks

  1. [FF] Sorry, I Love U (Part 9) -END « Korean Chingu - 11 Juni 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part [...]

  2. [FF] Sorry, I Love U (Part 8) « Korean Chingu - 11 Juni 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part [...]

  3. [FF] Sorry, I Love U (Part 7) « Korean Chingu - 11 Juni 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part [...]

  4. [FF] Sorry, I Love U (Part 6) « Korean Chingu - 11 Juni 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part [...]

  5. [FF] Sorry, I Love U (Part 5) « Korean Chingu - 10 Juni 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part [...]

  6. [FF] Sorry, I Love U (Part 4) « Korean Chingu - 10 Juni 2012

    [...] Korean Chingu BerandaKC BoutiqueKenalandey_deroroDinLee KimkeyhaeKyu FinTaeminHea ChiyokoRiisha Minoz-MinhoFlame Lanz KaizarDeztaemMinhye AndrewdiiNa SONEBelimbingwuluhNeettha-HyukJaelfYeonNiamorningowlsStella Seulra_ShinSoo Hyun ^muy^HaeRenaLeeVavarious BachLibraryRequest Poster -CLOSED- « [FF] Sorry, I Love U (Part 3) [...]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31.067 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: