[FF] Sorry, I Love U (Part 6)

11 Jun

Sorry, I Love You Part.6

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5

Judul                     : Sorry, I Love You Part.6

Author                  : Gie KyuLova

Rating                   : PG 15+

Length                  : Series

Genre.                  : Romance, Sad

Main Casts          :  Cho Kyuhyun, Kim HaNa (You)

Support Casts    : Cho AhRa..dll.

Disclaimer      : All the casts are Gods but the story is mine, truly from my fantasy.

HAPPY READING>>I’LL WAIT UR COMMENTS^_^

*****

 

Kyuhyun POV

Kulirik HaNa yang menyandarkan kepalanya  ke sisi jendela. Raut wajahnya nampak sedih, sepertinya dia masih memikirkan sikap ayahku tadi. Aku sendiri juga bingung dengan perubahan sikap ayah, apakah tadi dia benar-benar tidak enak badan atau ada sesuatu hal lain yang menyebabkannya bersikap dingin pada HaNa. Padahal biasanya ayah selalu menjadi sosok yang ramah dan terbuka pada siapapun.

“Hana-ya..sudah sampai..”tukasku yang langsung membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.

“Eh..i..iya..”jawabnya terbata.

Aku menggeser dudukku agar menghadapnya. Kusentuh jemari tangan kirinya dan kukecup lembut punggung tangannya itu.

“Masih memikirkan yang tadi?”tanyaku yang langsung membuat wajahnya menunduk.

“Tenanglah…jangan terlalu dipikirkan. Sepertinya ayah memang kelelahan.”jelasku sambil mengangkat dagunya. Kini mata bulat HaNa menatapku teduh.

“Mm..bagaimana kalau orang tuamu tidak menyukaiku?”tanyanya dengan wajah khawatir.

“Aishh…”aku mengacak-acak rambutnya.  “Jangan berpikiran macam-macam. Apapun yang terjadi, aku tetap akan mencintaimu.”ucapku sambil mengecup lembut keningnya.

“Aku..hanya…”ucapan HaNa terputus.

Aku menaruh telunjukku di bibirnya yang tipis. Kudekatkan kepalaku ke telinganya dan berbisik.

Saranghae..”.

Nado..”jawab HaNa dengan suaranya yang bergetar.

“Kemarikan tanganmu..”ucapku sambil menyentuh jari-jari lentiknya. HaNa membulatkan tatapannya melihatku.

“Mwo?”HaNa mengerucutkan bibirnya.

Hana..dul..set..

Kuletakkan sebuah kalung berliontin hati di tangannya, HaNa mengerjap-ngerjapkan matanya. Matanya seketika berbinar melihat benda mungil itu. Sebuah kalung berliontinkan hati dengan aksara indah dibelakangnya.

“Kyu…”

“Kau suka?”

“I…ini untukku?”tatapnya tak percaya.

“Aniyo..ini untuk Cho HaNa!”jawabku tegas.

“Yaahh..aku kan bukan Cho HaNa..”wajah HaNa tampak murung.

“Gwenchana..kau pasti akan segera mengganti namamu menjadi Cho HaNa! Aku pastikan itu!”jelasku seraya mengedipkan sebelah mataku.

“Jeongmal…?”

“Tentu saja! Aku tidak akan memberikan gelar itu pada gadis manapun.”tegasku.

“Bagaimana kalau aku tak mau?”

“Kyaaaa…tidak akan ada gadis yang mampu menolak pesonaku tahu. Awas saja kalau kau berani!”

“Anni!..aku bisa saja menolakmu, jika…”HaNa melirikku. Gadis ini sepertinya mau mengerjaiku.

“Nde?”

“Jika Fabregas datang melamarku, aku pastikan aku akan memutuskanmu Kyu!”

“Aishh..” Tuuk..aku menjitak kepalanya. “Mana mungkin Fabregas suka yeoja pabo sepertimu.”ucapku seraya mendelik kesal.

“Ne..ne..hanya namja gila yang menyukaiku. Dan itu adalah…”ucapannya terputus saat aku menarik tangannya untuk mendekat ke arahku.

Kemudian jemari tanganku menyentuh wajahnya. HaNa menatapku tanpa berkedip. Aku dan HaNa saling bertatapan, bersamaan geletar indah yang bergetar hebat di dadaku. Ku dekatkan wajahku, entah apa yang ada dalam pikiranku karena dua detik kemudian kurasakan bibirku menyentuh bibirnya yang dingin.

Kukecup lembut bibirnya. Seketika itu juga aku merasakan ada yang aneh dengan diriku. Tubuhku seperti tersengat listrik, jantungku berdetak kencang, pipiku menghangat, tapi ada perasaan yang paling berbeda dari semuanya. Aku merasa bahagia! Sangat! Aku mencintaimu, Kim HaNA.

“Lihat?”dengan satu sentuhanku saja kau sudah tidak berdaya seperti ini.

Bisikku setelah kami tidak berciuman. Kulihat wajah HaNa yang memerah, dia terdiam membeku, mulutnya terkunci dan ia tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun.

“Kau sudah jadi milikku Kim HaNa, jadi jangan pernah mencoba kabur!!”

“Mm…”

“Apa perlu kucium lagi, agar kesadaranmu kembali?”aku mendekatkan wajahku kembali. Tapi kali ini dia mendorongku.

“Kyu..otakmu ternyata yadong! Aishh..eotokke..itu ciuman pertamaku. Kau harus tanggung jawab.”

“Geure?”

“Dasar kurang ajar!”HaNa memukul dadaku.

“Oke..oke..aku akan bertanggung jawab. Bagaimana kalau besok kita menikah.”tawarku seraya mengeluarkan evil smila andalanku.

“Mwoya??? Isshh..gila!”

“Kau yang bilang, aku harus tanggung jawab.”

“Ahh..sudah-sudah. Aku turun, bisa gila kalau aku terus bersamamu.”

“Eh tunggu..”aku menahan lengannya.

“Mwo?”HaNa mendelik ke arahku.

“Sini kupasangkan kalungnya..”aku meraih kalung yang berada di genggaman HaNa. Lalu kupasangkan di lehernya.

“Yeopo…”ucap HaNa lirih.

HaNa tampak meneliti liontin kalung itu. “KyuNa..”dia berujar pelan melihat tulisan yang tertera disana.

“KyuNa?”

Aku mengangguk. HaNa tersenyum simpul lalu kembali menatap liontin kalung itu.

“Se…se aman por siempre…..a…apa itu?”dia mendelik menatap ukiran yang tertera disana.

Aku mengedikkan bahuku, dan memalingkan wajahku keluar jendela.

“Apa ada artinya?”

“Tentu saja babo.”

“Tapi apa? Katakan!”HaNa menarik-narik lengan bajuku.

“Anni..cari tahu sendiri!”

“Kyuuu..jebal! Katakan…”

“Aish..nanti juga kau tahu.”

“Hmm…ini bahasa Spanyol ya?”tebak HaNa dengan raut wajah berbinarnya.

“Hm..”

“Ahh..yasudah. Akan kucari tahu nanti. Arraso..aku turun dulu. Sampai jumpa lagi.”

“Eit..tunggu.”tanganku menggenggam tangan kirinya.

“Apa?”

Aku menghela nafas sejenak. Kutatap mata beningnya.

“Malam ini langsung tidur, jangan begadang lagi untuk nonton bola.”

“Tidak bisa!…malam ini Madrid vs Malaga, aku penasaran.”jelasnya bersemangat.

“Andwe..kau harus langsung tidur. Kau bisa sakit kalau terlalu sering begadang.”

“Kau sudah seperti umma’ku Kyu.”rengeknya sambil memanyunkan bbibir tipisnya.

“Aku tidak mau kau sakit.”

HaNA tertegun, ia menatapku dalam. Hening sejenak. Lalu HaNa kembali berujar.

“Arraso..arraso…kau juga, beristirahatlah. Jangan terlalu sering main game. Atau kusita PSP mu!”

“Ne, chagiya…”

“Kyu, lihat itu…”HaNa menunjuk ke depan jalan raya.

Aku mengikuti arah tangannya, tapi tak kulihat apapun yang menarik, dan tepat saat mulutku ingin bertanya, tiba-tiba…

Chu..

HaNa mencium pipiku. Aku terkejut dan langsung menoleh padanya. Tapi gadis itu dengan secepat kilat langsung turun dari mobil dan berlari memasuki rumahnya.

“Aishh..gadis itu.”aku menyentuh pipi kananku seraya menyunggingkan sebuah senyuman. “Kau sudah membuatku gila, HaNa pabo…”rutukku dalam hati.

*****

Kulangkahkan kakiku memasuki apartemen Ahra noona. Sejak tadi senyuman tak pernah lepas dari wajahku, mengingat kejadian di mobil tadi, rasanya ada sesuatu yang selalu menggelitik hatiku, membuat bibir ini tak henti tersenyum lebar. Tak kuhiraukan tatapan aneh orang-orang yang kulewati yang mungkin menganggapku gila. AKu kan sedang senang! Ahh ternyata begini ya, rasanya jatuh cinta. Lebih seru dan mendebarkan daripada bermain Starcraft. Aku terkekeh sendiri menyadarinya.

Huufftt… Tubuhku sedikit lelah, ingin rasanya langsung merebahkan diri di kasurku yang empuk, tapi saat memasuki pintu apartemen, pikiranku menerawang kembali ke saat makan malam tadi. Sesuatu masih mengganjal dihatiku. Kuputuskan melangkahkan kakiku ke kamar appa…

Langkah kakiku terhenti saat kulihat pintu kamar appa yang masih terbuka sedikit, kudengar suara-suara dari sana. Sepertinya ketiganya; ayah, ibu dan Ahra noona masih berbincang-bincang.

Kubawa kakiku lebih dekat untuk ikut bercengkrama bersama mereka, aku berusaha menghilangkan prasangka aneh tentang sikap ayah pada HaNa petang tadi, karena mungkin saja benar bahwa ayah memang sedang tidak enak badan seperti perkiraanku. Saat jemariku hendak memegang gagang pintu, tiba tiba tubuhku membeku, jantungku seakan berhenti berdetak. Perlahan rasa sesak menelusup hebat dalam dadaku. Kutahan dengan mengambil nafas panjang, dan berusaha menguatkan kakiku agar tetap berdiri.

Jika saja malam itu ada bintang jatuh, aku ingin berharap bahwa ‘apa yang kudengar adalah kebohongan..atau aku hanya salah dengar..atau bolehkah aku berharap ini hanya mimpi, Tuhan?’ Sayangnya bintang jatuh itu tak pernah muncul.

*****

Author POV

Ahra berkali-kali menarik nafas panjang, berusaha mengisi rongga dadanya dengan oksigen sebanyak-banyaknya. Berkali-kali pula ia menggeleng tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia tak menyangka satu hal buruk di masa lalu yang berusaha dikubur dalam-dalam, kini muncul dan menciptakan keresahan mendalam. Dan mungkin akan menghancurkan kehidupan keluarga mereka(?). Kehidupan keluarga? Bukan, tapi lebih tepatnya kehidupan Kyuhyun, adik yang paling disayanginya.

“Ayah…ini tidak mungkin. Pasti ayah salah..mungkin hanya nama dan wajahnya saja yang mirip.”ucap Ahra dengan suara serak, matanya sudah berkaca-kaca sejak tadi.

“Kau sendiri merasa familiar dengan gadis itu bukan? Sepertinya ayahmu benar..”gumam ibunya.

“Ne..umma, tapi…”Ahra menggigit bibirnya. Bayangan masa lalunya terngiang-ngiang di kepalanya…

Flashback

“Ne…umma..”Ahra remaja berlari mendekati ibunya.

“Waeyo, umma?”tanya Ahra saat melihat pandangan mata umma’nya yang menatap gadis kecil di taman rumah sakit. Gadis kecil yang baru saja dihibur oleh Ahra.

“Umma..umma..”Ahra mengguncang-guncangkan tubuh ibunya. “Kenapa melamun?”

“Eh…”ibunya tampak gelagapan dan gugup. Matanya menyorotkan rasa bingung dan takut, entah karena apa.

“Ahra..a.. anak itu?”tunjuk umma dengan tangannya yang sedikit bergetar.

“Oh itu, namanya Kim HaNa. Dia gadis kecil yang baru saja kehilangan orang tuanya, kasihan sekali dia umma…dia tidak punya…”ucapan Ahra terputus saat dilihatnya sang umma menutup mulutnya sendiri. Wajahnya menunjukan ketakutan dan rasa bersalah.

“Umma..kenapa?”Ahra menyentuh pundak ibunya.

“Ahra..anak itu…”umma tiba-tiba meneteskan air mata.

“Wae..”Ahra memeluk ibunya. “Umma ada apa sebenarnya?”

Ibunya tak menjawab malah terus terisak. Ahra semakin bingung, tangannya mengelus punggung ibunya.

“Umma..sudah. Ayo kita masuk kedalam..kasihan Kyu..”

“Ahra..”kini ibunya menatap mata Ahra sendu. Lalu dengan suara bergetar, ia meneruskan ucapannya. “A..anak itu…Kyu..yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal”

Degg

Flashback end

 

“Umma..aku tak percaya ini..apa yang akan terjadi kalau Kyu sampai tahu hal ini..”Ahra menutup wajahnya dengan telapak tanganya.

“Itulah, kenapa ayah ingin Kyu berpisah dari gadis itu. Karena jika gadis itu sampai tahu yang sebenarnya. Itu hanya akan membuatnya semakin tersiksa.”

“Appa..umma..aku merasa sangat berdosa. Jelas ini sebuah kecelakaan dan ketidaksengajaan. Mu..mungkin saja..HaNa akan memaafkan kita. Dia gadis yang baik, aku yakin dia bisa mengerti..”

“Bagaimana jika tidak? Bagaimana jika dia menuntut Kyu ke pengadilan.”appa menarik nafas panjang. “Ahra….kita tidak bisa mengambil resiko. Appa sudah berjuang keras untuk menutup kasus ini, dan membebaskan Kyu. Tapi jika putri tunggal Kim JoongWoo itu menuntut, bisa..bisa..Kyu…”appa tak sanggup meneruskan ucapannya.

“Umma..tak kan bisa melihat Kyu dihukum. Umma tidak bisa..”suara ibunya terdengar lirih.

Ahra meneteskan air mata.

“HaNa..dia gadis yang baik. Dan dia mencintai Kyu, begitupun sebaliknya. Kupikir cinta mereka bisa membuat HaNa memaafkan Kyu.”jelas Ahra lirih.

“Memaafkan orang yang telah menyebabkan kedua orangtuamu meninggal? Apa itu mungkin?”tanya ayahnya tidak percaya.

Braakk…

Suara pintu sontak mengagetkan ketiganya. Dan saat mereka menoleh, raut wajah Ahra, umma dan appa tampak terkejut bukan main kala melihat siapa yang berdiri di balik pintu.

“KYU…..!!!!”

*****

Kyuhyun POV

“Memaafkan orang yang telah membunuh kedua orangtuamu? Apa itu mungkin?”

Kalimat itu seperti petir yang menyambar di siang bolong. Tubuhku kaku seketika, saraf-sarafku melemah, hampir saja aku menjatuhkan diri kalau tangan ini tidak menahan pada gagang pintu itu.

“Mwo..a..apa yang kalian ucapkan tadi?”

“Kyu…”Ahra noona terlihat pucat dan menahan air matanya.

Sedangkan appa hanya menunduk dan tidak bersuara sedikitpun.

“Apa maksudnya?”tanyaku lagi. Tapi semuanya tetap terdiam.

Umma lalu menghampiriku.

“Tidak Kyu, kami tidak membicarakan apa-apa. Kau bersitirahatlah.”umma hendak menarik tanganku tapi tubuhku tak bergerak sedikitpun.

“Jelaskan padaku. Apa maksudnya tadi? Si..siapa yang menyebabkan orangtua HaNa meninggal? Siapa maksud kalian? Ada apa ini sebenarnya? JELASKAN!!!”.

*****

Author POV

Sementara itu, ditempat lain, HaNa tengah berdiri mematung di dekat jendela kamarnya. Gadis itu tampak asyik menikmati pemandangan langit malam yang indah dan penuh dengan kerlip bintang.

“Umma..Appa..apa kalian sedang melihatku sekarang?”gumam gadis itu seraya tersenyum.

Lalu sebelah tangannya terangkat dan menggenggam sesuatu di lehernya. Senyumya semakin lebar kala menatap liontin cantik yang dikenakannya. Jemari tangannya erat menggenggam liontin itu seolah tak ingin kehilangan. Sudut bibirnya masih menyunggingkan senyuman, merasakan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bola matanya yang bak biji almond tampak berbinar memantulkan kilauan dari cantiknya bintang-bintang yang ada di langit. Sorot matanya memancarkan kehangatan, meluapkan kegembiraan yang menyembul dari dasar hatinya.

“Umma..appa..aku sangat bahagia sekarang. Kalian tahu kan apa alasannnya?”

HaNa menghela nafas sejenak. “Umma, appa, bagaimana pendapat kalian tentang Kyu? Apa dia pria yang baik?”gadis itu terus berbicara sendiri.

“Hmm..kupikir dia namja yang baik untukku umma, karena…aku..aku merasa bahagia saat bersamanya. Hmm..umma, appa..kalian mau kan merestui hubungan kami? Aku yakin pada Kyu…akuuu..mencintainya..sangat..”

Gadis itu kembali tersenyum.

Kyuhyun..entah kenapa akhir-akhir ini, setiap nama itu terlintas di kepalanya, hatinya seolah membuncah dan angannya terbang ke langit. Seluruh sarafnya terasa beku setiap kali berada tepat di depan namja itu, membuatnya merasa seperti orang bodoh.Tapi bukankah memang begitu yang namanya cinta. Cinta dapat membulak-balik hati seseorang, bahkan membuat akalmu kacau. Dan tiap berdekatan dengan Kyu pula, bibir HaNa terasa kelu tak mampu berucap karena terbungkus kebahagiaan yang meledak memenuhi rongga hatinya.

Aishhh…HaNa mengacak-acak rambutnya sendiri. Sesaat dia tertegun sejenak, dan mengigit bibirnya saat bayangan namja dengan evil smile nya itu berkelebat di kepalanya. Perlahan..dengan ragu, gadis itu merogoh sesuatu dari saku piyamanya, sebuah ponsel. Dan beberapa detik kemudian, dengan lincahnya jemari gadis itu menari lincah di atas keypad handphone’nya, menuliskan sesuatu yang membuat jantungnya sendiri ikut bergetar hebat.

*****

Author POV

@Kyuhyun’s Bedroom

Tubuh Kyu terkulai lemas di lantai kamarnya, kedua persendiannya terasa ngilu. Wajahnya pucat pasi, bibirnya bergetar sementara kedua tangannya berkeringat. Berkali-kali ia menarik nafas panjang, seolah berusaha mencari kekuatan. Matanya yang biasanya tajam menampakan mendung yang menggelayut di sana.

Tuhan..apakah ini semua nyata?

Baru beberapa saat tadi dadanya dipenuhi kebahagiaan yang membuat wajahnya tak lepas dari senyuman, menjadikannya seolah terbang ke langit ke tujuh. Dia begitu bahagia, membayangkan setiap momen kebersamaannya dengan HaNa yang tersaji indah di memorinya. Tapi kini..dunianya terasa gelap, berganti kepedihan dan penyesalan tiada tara.

Kim HaNa, wajah gadis itu menari-nari indah di pelupuk matanya. Segala hal tentang gadis itu kini telah terlanjur memenuhi ruang hatinya; mengalir bersama darahnya, berdetak bersama denyut jantungnya bahkan berhembus kuat dalam setiap tarikan nafasnya.

Hana’ya..bagaimana mungkin ini terjadi?

Bagaimana mungkin aku bisa menjadi orang yang menyakitimu?

Bagaimana mungkin..aku..mencintaimu..

Apa yang harus kulakukan sekarang..

**

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berdering, membuat namja itu terkejut sejenak dari kecemasan yang menderanya. Kyu memegang dadanya yang terasa nyeri, dengan perlahan ia bangit lalu mendudukkan tubuhnya di sisi tempat tidur.

Tangan kirinya lalu merogoh saku celananya, mengambil ponselnya. Ditatapnya layar handphone itu, dan seketika rasa sesak di dadanya semakin terasa.

HaNa, sebuah pesan dikirim oleh gadis itu. Kyu menguatkan dirinya, dengan jemari bergetar, ia membuka pesan itu.

To: My Evil Prince

CINTA…..Sejak kedua orangtuaku pergi dan cinta pertamaku lenyap, aku sudah ragu akan keberadaan kata itu dalam hidupku.

Aku terus berjuang untuk hidup, melawan segala kehendak alam hanya agar aku tetap bertahan.

Sedih..tawa..luka..kurasakan tanpa pernah kuperdulikan. Aku terlalu lelah untuk menyadari itu. Aku hanya ingin hidup dengan baik, sebagai alasan agar orangtuaku tak mencemaskanku dari surga sana.

Tapi semenjak kau hadir, aku takut..sangat takut. Karena aku melihat kata itu, sesuatu yang sejak lama kuhindari. Aku takut merasakannya.

Karena cintamu hadir tanpa bisa kuhalau, sekuat apapun aku bersikap acuh, tapi rasa itu terlanjur menelusup dalam dadaku. Membuatku terpaku dan tak bisa berpaling sedikitpun.

Kyu, mungkin aku bukan gadis tercantik yang bisa kau banggakan. Aku juga bukan anak bangsawan kaya yang terhormat. Aku hanyalah gadis biasa yang memberanikan diri menyentuh cinta, mencoba menerima kehangatan dan kebahagiaan dari rasa itu.

Kyu, aku tidak bisa bersikap romantis, aku tidak bisa memanggilmu chagi atau oppa. Kata itu rasanya aneh jika keluar dari mulutku ini. Aku terkadang juga keras kepala dan menyebalkan.

Tapi aku bisa menjadi lawanmu yang seimbang saat kau ingin berdebat.Silahkan kau menertawakanku! Karena, inilah aku..apa kau masih mencintaiku? (Awas saja kalau tidak! Aku akan membunuhku..LOL!)

Kyu..apa aku egois, jika aku ingin memilikimu selamanya? Jika aku ingin dicintai olehmu selamanya? Jika aku ingin hanya namaku seorang yang ada dalam hatimu?

Aku bingung, membedakan perasaan ini..bahwa apakah aku egois atau terlalu mencintaimu? Nanmolla…

Yang kutahu, walaupun kau menyebalkan dan sering membuatku marah. Tapi aku tak ingin kehilanganmu dan cintamu. Jadi, kumohon…tetaplah bersamaku..karena aku mencintaimu..

*****  

Kyuhyun tertegun, sorot matanya masih tak lepas dari layar handphone’nya. Tapi bederapa detik kemudian, mendung yang sejak tadi menggelayut di matanya memudar, berubah menjadi butiran bening yang tak mampu ia tahan. Kyu tak sanggup lagi menahan perasaannya, seakan sebilah pisau menghujam jantungnya. Sakit rasanya. Dan akhirnya butiran bening itupun jatuh dari sudut matanya. Menunjukkan betapa hatinya perih, betapa hatinya menjerit keras…

Hana…mianhae..mianhae…Saranghae..jeongmal saranghae..

*****

I should have not looked at you….I should have lived in another world
If I lived without knowing you …I wouldn’t have known this pain

Even though everyday I erase you
Even though every day I throw you away
My heart has already hidden you inside
And is not willing to let go, calling that love…

I have forgotten that you are my punishment
My lips have forgotten you too
I’m only scared that
I might get drunk and tell you that I love you

Should I love in my dreams …As I cry and cry again
And fall asleep in tears ..It’s always the same after I wake up
I love you, I love you like this
Without anyone knowing, at a place where you aren’t there, I’ll say I love you
For the fear that you may run after hearing it …..

(K.WILL-LOVE IS PUNISHMENT)

*****

Author POV

Pagi itu keluarga Cho sedang mengisi waktu paginya dengan sarapan bersama di apartemen Ahra. Keempatnya menikmati makanan pagi itu dalam suasana hening dan canggung. Semua tahu apa yang meresahkan mereka.

Sedangkan Kyuhyun sendiri hanya mengaduk-aduk nasi dengan sumpitnya tanpa sedikitpun dilahapnya. Umma hanya memperhatikan putra bungsunya itu dengan iba.

“Kyu..makanlah. Bukankah kau akan berangkat ke Singapore besok, umma tidak mau kau sakit.”ucap ibunya cemas.

Tapi Kyu tetap tak bersuara, seolah tak mendengar ucapan ibunya sama sekali. Pikirannya melayang entah kemana. Padahal wajahnya tampak pucat, dan tatapan matanya kosong. Semalaman dia tak tidur, matanya sembab dan ada lingkaran hitam dibawahnya. Kyu seperti mayat hidup, mungkin raganya memang berada di sana tapi jiwanya entah berkelana ke mana. Sejak semalam, yang ada dalam benaknya hanyalah sosok HaNa..gadis yang amat dicintainya. Gadis yang juga telah disakitinya.

Tiba-tiba Kyu merasakan sesak yang teramat sangat di dadanya. Wajahnya meringis menahan sakit.

“Kyu, gwenchana?”pekik Ahra yang duduk di sampingnya.

Kyu tak merespon dan lalu menarik nafas panjang. Umma memberikannya segelas air, tapi Kyu menepisnya. Setelah merasa agak baikan, Kyu bangkit dari tempat duduknya. Tak ia pedulikan tatapan khawatir dari ibu dan juga kakaknya.

“Kyu, mau kemana? Kau belum makan sama sekali.”teriak Ahra noona.

Kyu tak menghiraukannya dan berjalan mengambil kunci mobilnya.

“KYU, Tunggu!”suara ayahnya terdengar tegas dan langsung menghentikan langkah Kyuhyun seketika.

Kyu berdiri mematung membelakangi ketiganya.

“Appa tahu..ini kenyataan yang sulit bagimu. Tapi Appa rasa, yang terbaik adalah…kau tinggalkan gadis itu. Pergi sejauh mungkin dari kehidupannya.”

“Mwo?”Kyu berbalik dan menatap tajam appa’nya. Tatapan yang untuk pertama kali membuat kedua orangtuanya terkejut.

“Itu jalan terbaik untuk kalian berdua. Dengan begitu, HaNa tidak akan mengetahui kenyataan yang sebenarnya, dan kau pun akan selamat dari kemungkinan tuntunan anak itu.”

“APPAAAAA!!!”tanpa sadar Kyu berteriak di hadapan ayahnya.

“Kyu..”Ahra terkejut mendapati sikap adiknya.

“Apa hanya itu yang appa khawatirkan? Bahwa aku akan selamat dari tuntutan pembunuhan itu? Bahkan hal itu tak terpikirkan olehku. Apa kalian tidak memikirkan bagaimana sakitnya HaNa saat ia tahu orangtuanya meninggal. Apa kalian tidak merasakan penderitaan gadis yang berjuang selama hampir 10 tahun untuk bertahan hidup..Sendirian!! Dia melakukan segala hal sendirian. Dia tidak memiliki seorangpun di dunia ini. Dan kalian? Hanya memikirkan aku, anak tidak tahu diri yang ternyata juga seorang pembunuh. Kenapa kalian membelaku? Kenapa tidak kalian biarkan aku masuk penjara dan mendapat hukuman? Bahkan jika aku harus mati, aku rela jika itu bisa menghapus rasa sakit di hatinya.”

“Kyu..kau bukan pembunuh! Jangan berkata begitu. Itu hanya..hanya keteledoran.”

“Itu kejahatan namanya appa! Bagaimana pun seorang anak umur 12 tahun, nekat menyetir dan membawa kabur mobil orangtuanya, lalu mengakibatkan kecelakaan fatal hingga menelan nyawa. Itu bukan teledor, itu kejahatan. Itu PEMBUNUHAN.”air mata Kyu jatuh seketika, tubuhnya lemas hingga ia pun menjatuhkan dirinya dan hanya bertumpu pada kedua lututnya.

Butiran bening di matanya benar-benar jatuh. Bahunya bergetar menahan luka yang menyayat hatinya. Melukiskan betapa pedih dan rapuh jiwanya. Tangan kanannya mencengkram rambut di kepalanya. Sedangkan dadanya, semakin terasa sesak, tapi Kyu berusaha agar tetap tersadar.

“Kyu…kumohon jangan begini.”Ahra terduduk dan memeluk adiknya itu. Air mata ikut mengalir di kedua pipi Ahra, dia dapat merasakan bagaimana rasa sakit yang dialami Kyu.

“Aku sangat mencintainya…aku mencintainya…”bisik Kyu di telinga Ahra, membuat gadis itu semakin terisak.

Appa menatap datar kedua putra putrinya. Dia menarik nafas panjang, lalu melangkah mendekat.

“Bagaimanapun, jangan sampai gadis itu mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Aku tidak ingin nama keluarga Cho hancur, jika kasus ini sampai tercium kalangan pers. Bahkan mungkin karirmu juga bisa kandas, Kyu! Jadi, segera putuskan gadis itu, dan lanjutkan hidupmu.”

“Appa…bagaimana mungkin appa bisa berkata seperti itu!”pekik Ahra. Dia sama sekali tidak percaya bahwa pria yang berdiri di hadapannya adalah ayahnya yang ia kenal bijak dan baik hati. Saat ini yang ia kenal, seperti orang lain..bukan ayah yang menyayanginya.

“ANNI!”Kyu beringsut berdiri dan melepas tangan Ahra. “Aku akan mengatakan yang sejujurnya pada HaNa. Walau mungkin setelah itu, aku akan dihukum seumur hidup. Atau aku akan mati..aku tak perduli.”ucap Kyu tegas. Matanya menyorotkan kesungguhan, tak ada sedikitpun keraguan dari ucapannya.

“Kyu..jebal. Jangan lakukan itu.”Umma menghampiri Kyu dan menahan lengan putra semata wayangnya.

“Sejak awal ini semua salahku umma…andai saja dulu appa & umma membiarkanku menanggung hukuman itu. Mungkin tidak akan begini ceritanya. Aku memang bersalah umma, dan aku pantas mendapatkan hukuman.”

“Andwe..Kyu, appa sudah melakukan banyak hal untuk membuatmu bebas dari hukuman. Jadi tolonglah…”

“Apa..apa yang sudah Appa lakukan? Menyuap saksi agar tidak mengatakan yang sesungguhnya? Merekayasa kecelakaan dengan mengatur cerita bahwa kedua orangtua HaNa lah yang bersalah dan bukan aku, begitu?”

“Kyu…”

“Aku merasa benar-benar berdosa. Aku..aku tidak pantas mencintainya..kenapa aku bisa melakukan hal bodoh itu..”

Plakk..plakk..plakk..

Kyu memukul-mukul kepalanya, terlihat bahwa ia sangat tersiksa.

“Kyu, berhenti. Apa yang kau lakukan?”Ahra menghampirinya.

“Noona, apa yang harus kulakukan sekarang? Apa?”tanya Kyuhyun dengan suara bergetar.

“Kyu…”

“Kyu…berhenti  melakukan hal bodoh. Begini saja…. appa berikan kau dua pilihan…Pertama; lanjutkan hubunganmu dengannya tapi jangan sekalipun kau ungkit masalah ini. Kedua, berpisahlah dengannya, teruskan hidup dan karirmu. Jangan masuk lagi dalam kehidupan Kim HaNa.”jelas ayahnya tegas.

“Appa menyuruhku hidup dalam kebohongan?”Kyu menatap tak percaya.

“Itu satu-satunya hal yang bisa menyelamatkanmu dan gadis itu.”

“Apa maksud Appa?”

“Apa kau tidak sadar, apa yang akan terjadi dengan HaNa, jika dia mengetahui kau terlibat dalam kecelakaan kedua orangtuanya. Kau pikir apa yang akan dia lakukan?”

Kyu terdiam membisu.

“Akan ada banyak kemungkinan. Pertama..dia memutuskanmu dan melaporkanmu ke polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Kedua..dia akan semakin terasakiti karena telah mencintai seseorang yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal. Bukankah kau tidak ingin dia merasa sakit untuk kedua kalinya.”

“Tapi..aku tak sanggup membohonginya. Tidak..”

“Hanya itu yang bisa kau lakukan..”

“Aku..bukan pengecut, Appa! Aku akan mengatakan kebenarannya..apapun resiko yang kelak kuterima.”

Ayahnya menghela nafas panjang.

“Kau….”

“Yoebo..kita pulang hari ini juga!”tukas Appa tegas seraya memalingkan wajahnya dari tatapan tajam putra semata wayangnya.

Kyu mungkin tidak tahu, kalau dalam hati Appa’nya, beliau juga mengalami kesedihan yang mendalam. Jika saja Kyu bisa mengerti, kalau semua yang dilakukannya hanya untuk menyelamatkan putra kesayangannya itu. Tak ada maksud lain, itu semua dilakukan hanya karena dia terlalu mencintai Kyuhyun.

Hampir sembilan tahun lamanya, Cho JaeSeuk berusaha menutup kenangan buruk dimasa lalunya. Kenangan yang menorehkan penyesalan dan luka mendalam di sanubarinya. Itu semua karena kecerobohannya..ya tepat sekali, semua karena kebodohannya.

Flashback (9 tahun lalu)

Hari itu..dia berjanji untuk mengantarkan Kyu ke EVERLAND, taman bermain terbesar di Korea Selatan. Sudah beberapa kali Kyu merajuk untuk mengunjungi tempat itu, tapi karena kesibukannya sebagai chairman di sebuah asosiasi, rencana itu terus saja gagal.

“Appa..kau sudah berjanji akan mengajakku hari ini kesana! Appa tidak boleh ingkar lagi!”gerutu Kyu sambil memasang wajah ngambeknya. Kedua tangan Kyu disilangkan, dia berdiri di hadapan ayahnya yang sedang membereskan pakaian dalam koper.

“Chagi..jangan lupa sweater dan syalnya. Sekarang cuaca di Taiwan pasti sangat dingin.”ucap ayahnya pada sang istri tanpa memperdulikan keluhan Kyu yang berdiri dengan tatapan marah di hadapannya.

“APPA!!!!”kini Kyu berteriak pada ayahnya. Wajahnya memerah karena marah.

“Kyu, jangan berteriak!”appa mengernyitkan dahinya.

“Appa selalu begini. Pembohong!”Kyu memalingkan wajahnya.

“Kyu..ayahmu mendadak harus ke Taiwan. Jadi dia tidak bisa mengantarmu. Nanti pergi saja dengan umma ya.”bujuk umma sambil mengelus lembut kepala putra kesayangannya.

“ANNI. Selalu saja begini..dengan umma lagi..dengan umma lagi. Appa memang tidak pernah menyayangiku.”

“Kyu!”

“Dulu juga appa berjanji akan membelikanku PSP jika aku berulangtahun, tapi apa kenyataannya? Appa bahkan tidak ingat ulang tahunku. Dan acara liburan yang selalu appa janjikan jika musim panas tiba, selalu gagal. Aku benci..aku benci appa!”

“Kyu..appa tidak bermaksud ingkar janji. Appa sibuk bekerja, itu semua juga demi keluarga, demi kau, umma dan noona mu.”

“Gajimal..aku mau pergi ke Everland saja sendiri, aku tidak butuh ayah!”bentak Kyu seraya pergi meninggalkan Appa dan Umma nya yang hanya bisa termangu.

Dan sekitar sepuluh menit kemudian, saat Appa dan Umma Kyu baru saja selesai berbenah, terdengar deru mobil dari garasi mereka. Keduanya terpaku dan saling pandang bingung. Serentak keduanya berlari menuju garasi rumahnya, seakan jantungnya meloncat keluar, mereka menatap cemas Kyu yang mengendarai mobil sedan silver dengan kecepatan tinggi.

Tanpa membuang waktu, Jae Seuk langsung menaiki motor milik Ahra dan mengejar Kyuhun.

Cukup lama ia mencari-cari keberadaan Kyu dan mobilnya. Dalam hati dia menyalahkan dirinya, kenapa membiarkan anak itu belajar mengemudi pada Changmin, saudara sepupunya. Kyuhyun, putra bungsunya itu memang selalu bersikap nekat. Seharusnya sebagai ayah, dia bisa mengantisipasi kelakuan Kyu. Tapi kini, dia hanya bisa menarik nafas panjang, mencoba berharap tak ada hal buruk yang terjadi pada putranya.

Kecemasan terus menggelayut dadanya hingga lima belas menit kemudian, tubuhnya membeku saat dilihatnya kecelakaan terjadi di jalan Chungmuro. Terlihat dua mobil yang rusak akibat kecelakaan itu, salah satu mobil bahkan terjungkal dan meledak. Sudah bisa dipastikan bahwa pengendaranya pasti meninggal, karena mobil itu telah hangus tak tersisa.

Dan saat bola matanya menangkap satu mobil lagi, yang tampak rusak dibagian depan akibat menabrak pohon besar yang merupakan pembatas jalan, secepat kilat Jae Seuk berlari menghampiri mobil itu.

“Kyu…”dengan sigap dia mengeluarkan tubuh Kyu yang tak sadarkan diri. Darah segar mengucur dari pelipis wajahnya. Seorang pria berlari menghampirinya, membantunya membopong Kyu dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.

Untungnya Kyu berhasil selamat. Walaupun akibat kecelakaan itu Kyu harus menderiita suatu penyakit yang berkepanjangan yakni pneumothorax atau kolaps paru-paru. Hal itu terjadi karena Kyu mengalami benturan cukup hebat di dadanya. Tapi dengan selamatnya Kyu, sudah cukup menelusupkan sedikit kelegaan di hati keluarganya.

Ketika rasa tenang baru saja hinggap, kabar buruk segera mengoyaknya lagi. Menurut seorang saksi mata yang berada di tempat kejadian, mobil Kyu bergerak tak terkendali dan mengakibatkan sebuah mobil yang melaju di depannya menghindar, tapi usaha itu gagal dan malah menyebabkan mobil tersebut terbalik, dan meledak. Dua pengendara di dalamnya meninggal seketika.

Seakan petir menyambar, Jae Seuk merasa benar-benar tak berdaya. Tapi satu hal yang masih membuatnya tersadar, kala ia memandang tubuh Kyuhyun yang lemah di tempat tidur, JaeSeuk berjanji ia takkan membiarkan anaknya terluka lagi. Ia harus menyelamatkan hidup Kyu! Dan satu-satunya cara adalah…

Flashback end

*****

HaNa POV

“Yeoboseo..”sapaku dengan riang saat kulihat nama yang tertera di layar ponselku.

“Kau dimana?”tanya seseorang yang suaranya seketika membuat dadaku bergetar hebat.

“AKu sudah dalam bis. Aku harus berangkat lebih pagi, karena ada sedikit masalah yang harus kuselesaikan.”jelasku sambil menyandarkan kepalaku ke sisi jendela.

“Aku…”

“Ne..?”

“Bi..bisa kita bicara?”suara Kyu terdengar bergetar, ada kegugupan yang kutangkap di sana.

“Kyu..kau baik-baik saja?”tanyaku yang entah kenapa merasakan hal tak beres dari nada suaranya.

“Anni.. Gwenchana. Apa hari ini kita bisa bertemu?”tanyanya lirih.

“Hmm..baiklah, nanti malam saja. Aku pulang sekitar..”

“Jangan nanti malam, aku sudah harus bersiap di dorm SUJU karena besok..”

“Ahh iya, kau besok harus ke Singapore ya..”aku mengangguk-angguk. Kenapa aku baru ingat, ah dasar HaNa pabo.

“Kalau begitu, aku ke dorm SuJu saja.”

“Andwe..disana terlalu ramai.”

“Memangnya apa yang ingin kau bicarakan? Apa tidak bisa melalui telpon? Atau nanti saja setelah kau pulang dari tour mu.”

“Bukan..bukan hal penting.”

“Kau yakin?”

“HaNa…”suara Kyu melemah.

“Kyu…kau sakit?”kali ini rasa cemas melanda dadaku.

“HaNa..aku…mencintaimu…sangat….”

***TBC***

Tentang iklan-iklan ini

6 Tanggapan to “[FF] Sorry, I Love U (Part 6)”

  1. taemfallin 9 Juli 2013 at 5:01 PM #

    Uuuugh nyesek nyesek nyesek !!
    Sakit banget pasti kalo sampek hana †ªΰ
    †я̲̅μş̲̅ kyu gimana

  2. Kodok 18 November 2012 at 1:35 AM #

    dramatissss
    kerennnnn thorr

  3. Andria f 15 Juni 2012 at 2:57 PM #

    Omonaaaaaaaaaaaaaaaaaa ini FF Kaya drama bneran,suka suka suka

Trackbacks/Pingbacks

  1. [FF] Sorry, I Love U (Part 9) -END « Korean Chingu - 11 Juni 2012

    […] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part […]

  2. [FF] Sorry, I Love U (Part 8) « Korean Chingu - 11 Juni 2012

    […] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part […]

  3. [FF] Sorry, I Love U (Part 7) « Korean Chingu - 11 Juni 2012

    […] Korean Chingu BerandaKC BoutiqueKenalandey_deroroDinLee KimkeyhaeKyu FinTaeminHea ChiyokoRiisha Minoz-MinhoFlame Lanz KaizarDeztaemMinhye AndrewdiiNa SONEBelimbingwuluhNeettha-HyukJaelfYeonNiamorningowlsStella Seulra_ShinSoo Hyun ^muy^HaeRenaLeeVavarious BachLibraryRequest Poster -CLOSED- « [FF] Sorry, I Love U (Part 6) […]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31.073 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: