[FF] Sorry, I Love U (Part 8)

11 Jun

Sorry, I Love You Part.8

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7

Judul                     : Sorry, I Love You Part.8

Author                  : Gie KyuLova

Rating                   : PG 15+

Length                  : Series

Genre.                  : Romance, Sad

Main Casts          : Cho Kyuhyun, Kim HaNa (You)

Disclaimer      : All the casts are Gods but the story is mine, truly from my fantasy.

Note      : TengKYU so much buat pembaca Setia  yang udah rajin komen…I’m so glad of ur appreciation guys.^_^ (BOW)>>> Kalian yg buat aku semangat ngetik..GOMawo.(^_^)

 

^^^^^

Cinta tidak menyadari kedalamannya..hingga ada saat perpisahan..

(Kahlil Gibran)

*****

Pagi yang indah, di awal musim semi. Matahari bersinar hangat, bunga-bunga bermekaran dengan cantiknya sedangkan angin bertiup sepoi-sepoi menyejukan. Suasana yang begitu menenangkan.

Tapi..berbeda dengan yang dirasakan seorang gadis yang tengah duduk disisi tempat tidurnya seraya memandang keluar jendela. Tidak terlihat segurat senyumpun dari wajahnya, yang terlihat hanyalah kesedihan yang kentara di wajah gadis bernama Kim HaNa itu. Walaupun begitu, ia sama sekali tidak menangis…air matanya telah mengering..tapi tak begitu dengan luka dihatinya..luka itu masih membekas menyisakkan rasa perih.

*****

Author  POV

HaNa baru saja keluar dari kamar mandi. Ia langsung bersiap mengenakan pakaian kerjanya, menyisir rambutnya asal-asalan, lalu keluar menuju ruang makan. Wajahnya datar tanpa ekspresi. Tak lama kemudian, ia mengambil satu cup ramen yang ada di meja. Dituangkannya air panas ke dalamnya. Ia duduk sembari menunggu ramen itu matang. Matanya nampak lelah, gadis itu memang tidak bisa tidur semalaman. Sekuat apapun ia berusaha memejamkan mata, tetap ia kembali terbangun. Dan setelahnya, ia hanya menghabiskan detik malam dengan termenung. Menunggu detak jarum jam menuju pagi.

HaNa membuka penutup ramennya. Aroma lezat makanan itu langsung tercium. Ia mengambil sumpit, lalu megaduk-aduk isinya. Dibukanya mulutnya dengan malas untuk memasukan mie itu. Ia mengunyah pelan..sangat pelan. Dan..Glekk..Ia memaksa ramen itu melewati tenggorokannya. HaNa lalu menatap cup ramen itu. Satu detik..dua detik..tiga detik..Kemudian ia menghela nafas dalam, memasukan sumpit kedalamnya, meneguk air putih disampingnya, lalu beranjak bangkit dari tempatnya duduk.

Tangan kanannya dengan sigap mengambil ransel laptop yang ada disofa, yang langsung ia kenakan dipunggung. Tanpa melihat jam didinding, gadis itu berjalan cepat ke arah pintu keluar dan berangkat menuju kantornya.

*****

“Hey..agashi! Anda mau naik tidak?”teriak sopir bus itu, saat dilihatnya HaNa yang malah termenung dihalte. Ia tidak menyadari kehadiran bis yang setiap hari mengantarkannya ke kantor itu.

“E..eh..Ne..”HaNa tergagap, lalu bangkit dan berlari memasuki bis’nya.

“Pagi-pagi sudah melamun!”terdengar gumaman sopir itu, yang tak sedikitpun digubris HaNa. Ia malah menyandarkan tubuhnya dikursi seraya mengatupkan kedua matanya.

*****

@SM Entertainment Office

Dengan wajah lelah, Kyuhyun meneguk air minumnya. Ia lalu menghempaskan tubuhnya dengan kasar di sofa yang ada di studio rekaman. Kedua matanya terlihat mendung, ada lingkaran hitam dimatanya, sudah seminggu ini ia memang tidak bisa tidur. Dan sudah bisa ditebak penyebabnya.

“Jong, ada apa dengan Kyu? Kenapa dia selalu melakukan kesalahan tiap kali menyanyi? Tidak biasanya.”tanya Jino pada Jonghyun yang juga berada di studio.

Hari itu mereka memang sedang melakukan rekaman lagu terbaru Miss U yang dinyanyikan oleh SM The BaLLad yang beranggotakan Kyuhyun, Jino, Jonghyun Shinee dan Jay TRAX. Dan setiap Kyu menyanyikan part lagunya, ia selalu melakukan kesalahan hingga membuat member yang lainnya kesal.

“Kyuuu..lagi-lagi! Ada apa sebenarnya denganmu? Jangan bernyanyi datar begitu, hayati syairnya. Cepat ulang lagi!”Charlie sang penata musik hanya geleng-geleng kepala melihat anak asuhannya itu.

“Kyu, ayolah! Semangat!”Jay menepuk pundak dongsaengnya itu, memberikan supportnya.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis.

Dan waktu terus berjalan..hingga hari menjelang sore. Yang lainnya sudah pulang terlebih dulu, tinggal Kyu yang sedari tadi terus mengulang bagiannya. Tapi karena waktu yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya Charlie menghentikan rekaman Kyu hari itu.

“Sudah..sudah. Cukup! Aigoo! Kyu, yang salah itu bukan suaramu tapi hatimu. Kau menyanyi dengan suaramu saja….DATAR!, tanpa jiwa. Kau..ini kenapa sebenarnya?”Charlie benar-benar dibuat kesal oleh Kyuhyun.

“Jeongmal mianhae..”Kyu membungkuk meminta maaf. Ia sudah berusaha keras memperbaiki nyanyiannya, tapi entah kenapa selalu saja ada yang salah. Kyu tahu, dirinya memang tidak pernah bisa membohongi apa yang ada di hatinya. Semua yang ia rasakan selalu tampak di luar. Kyu menarik nafas berat. Ia benar-benar lelah..terutama hatinya.

“Besok kau kemari lagi, untuk mengulang rekamannya. Kuharap besok kau sudah kembali normal.”ucap Charlie ketus pada Kyuhyun yang hanya bisa termangu di hadapannya.

*****

@Seoul University (HaNa campus) ///Library

Author POV

Akhir pekan tiba, waktunya berlibur dan bersenang-senang, tapi tidak demikian dengan Kim HaNa. Gadis itu malah menghabiskan waktunya dengan berkutat seharian diperpustakaan, dengan setumpukan buku-buku tebal dihadapannya. Tangannya dengan cekatan menulis paragraf-paragraf penting yang ia temukan dalam bukunya. Sesekali ia meregangkan tangannya karena rasa pegal, tapi detik kemudian konsentrasinya kembali terfokus pada tugas didepannya.

“Hey, HaNa!”sebuah tepukan terasa dipundak gadis itu. Ia menoleh sejenak pada Taera yang langsung duduk dikursi yang ada disampingnya. Sedangkan disamping gadis itu, ada Junho, kekasih Taera.

HaNa melanjutkan kembali kegiatannya tanpa menghiraukan kehadiran dua orang itu.

“Hey…girl! It’s weekend. Kenapa kau malah disini?”tanya Junho.

“Ne..HaNa. Ayo kita jalan-jalan!”rajuk Taera dengan suara manjanya.

HaNa hanya menggeleng tanpa melepaskan matanya dari buku yang ia pegang.

“Kau mengerjakan apa sih?”tanya Taera penasaran sambil memperhatikan catatan HaNa

“….”HaNa tak menjawab.

“Aigoo..ini kan esai yang ditugaskan Seungho seonsangnim.”tatap Taera tak percaya.

“…..”

“HaNa..tugas ini kan masih lama dikumpulkannya. Dua bulan lagi! Kenapa kau sudah mengerjakannya?”

HaNa hanya mengangguk kecil untuk menjawab pertanyaan kawannya itu.

“Sudah..ayo kita pergi! Jangan belajar terus. Apa kau tidak stress, hah?”kini Junho ikut menimpali.

“Ne…HaNa, kita nonton yuk! Film Breaking Dawn sudah keluar, dulu kau bilang mau menontonnya.”rayu Taera.

“Anniyo, aku mau disini.”jawab HaNa pendek.

Taera menghela nafas panjang, lalu menatap Junho disampingnya. Sebenarnya sudah seminggu ini, Taera merasa ada yang aneh pada diri HaNa. Ia menjadi lebih pendiam, dan lebih sering menyendiri. Ia selalu berkutat dengan tugas kuliah dan buku-bukunya.

“Kyaa..sudah ikut kami, pokoknya kau harus ikut.”Junho menutup buku yang sedang dibaca HaNa.

HaNa akhirnya menatap kedua temannya itu.

“Jangan ganggu aku!”ucapnya datar. Lalu ia menggeser tempat duduknya dan kembali membuka buku yang tadi ditutup Junho.

Taera dan Junho keduanya saling beradu pandang, bingung.

“HaNa..sebenarnya ada apa denganmu? Akhir-akhir ini kau bersikap aneh? Apa ada masalah?”tanya Taera khawatir.

“Aku baik-baik saja.”jawab HaNa cepat tanpa mengalihkan tatapannya dari buku.

“Bohong! Jelas ada sesuatu denganmu. Ceritakanlah padaku, mungkin saja aku bisa membantumu. Kita kan sudah berteman cukup lama, aku tidak ingin kau…”

“Sudahlah!”bentak HaNa sambil menatap tajam gadis disampingnya. Taera yang baru sekali itu dibentak HaNa, nampak terkejut.

“Jangan ganggu aku! AKu hanya ingin sendiri!”jelasnya seraya bangkit, mengambil kertas catatannya dan alat tulis lalu berjalan meninggalkan Taera dan Junho yang hanya termangu menatapnya.

“Kenapa dia?”tanya Junho kesal.

*****

>>Dua minggu kemudian>> @HaNa’s Office

Author POV

Bruuk

Tn. Park menaruh beberapa artikel yang dibuat HaNa dia atas meja dengan kasar. HaNA mendongak menatap atasannya itu. Ia tahu, pasti ada yang salah.

“Revisi kembali tulisanmu! Semuanya kacau! Tak ada satupun yang layak cetak.”

HaNa menelan ludah, ia hanya mampu menghela nafas pelan saat Tn.Park menatap matanya tajam.

Tangan HaNa mengambil artikel-artikel didepannya, dibukanya perlahan file-file itu.

“Sebenarnya ada apa denganmu?”kini Tn.Park duduk didepan HaNa. Sorot matanya tidak setajam tadi. “Aku tahu, kau berbakat. Dan tulisan-tulisan ini, seperti bukan dirimu. Aku tahu pasti ada yang salah. Apa kau sedang punya masalah?”selidik Tn.Park, yang langsung membuat gadis itu menunduk.

Tapi sesaat kemudian HaNa hanya menggeleng lemah.

“Mianhae, sajangnim. Saya akan segera memperbaikinya.”jelas HaNa lirih.

Tn.Park menarik nafas dalam.

“Mungkin kau perlu istirahat. Ambilah cuti selama tiga hari, untuk menyegarkan pikiranmu.”cetus Tn.Park.

HaNA langsung menggeleng cepat. Tidak..dia tidak mau cuti. Itu sama saja membunuh dirinya, karena ia tidak akan memiliki kegiatan untuk berberapa hari. Baginya jika satu detik dilewati tanpa aktivitas, sama saja dengan membunuhnya. Ia sengaja menyibukkan diri, hanya untuk membuatnya lupa akan luka di dalam hatinya.

“Tidak perlu, sajangnim. Saya baik-baik saja. Akan segera saya perbaiki semuanya.”

“Kuharap begitu. Kau harus bersikap profesional, HaNa. Ini dunia kerja, jangan bawa-bawa masalahmu dalam pekerjaan.”jelas Tn.Park tegas.

“Ne.”HaNa mengangguk lemah. Wajahnya memanas, tapi ia sadar kalau ia memang salah. Ia tak mampu menahan perasaannya, sehingga segala yang ia kerjakan malah berakibat kekacauan.

*****

“HaNa..ada yang mencarimu.”ucap Nick rekan kerjanya. HaNa yang sedang sibuk memperbaiki artikelnya, langsung menoleh.

“Siapa?”tanyanya datar.

Nick hanya mengedikkan bahunya. “Molla…seorang ahjumma. Cepat dia menunggumu diuar.”jawab Nick yang langsung berlalu begitu saja.

HaNa tertegun sejenak, tapi kemudian ia melangkah juga ke luar.

Saat menginjakkan kakinya diluar gedung, HaNa melihat punggung seorang ahjumma yang sedang mematung menghadap ke jalan raya. HaNa pun melangkah mendekat.

“Ada yang bisa saya bantu?”tanya HaNa seraya membungkuk memberi hormat.

Ahjumma itu berbalik,lalu tersenyum ke arah HaNa. Tapi tidak demikian degan gadis itu, saat matanya menangkap bayangan Cho Hyorim, ibunya Kyu yang berdiri di hadapannya. Dadanya langsung terasa sesak.

“Ada perlu apa, Nyonya?”tanyanya datar.

“Bisa kita bicara sebentar?”

“Saya masih ada pekerjaan.”tukas HaNa. Ekspresi wajahnya dingin.

“Sebentar saja. Lagipula ini waktunya makan siang bukan?”tanya wanita itu yang seolah bersikap biasa saja. HaNa merasakan kemarahan yang memuncak didadanya, tapi ia berjuang untuk menahannya. Bagaimanapun yang ada didepannya sekarang adalah orang yang lebih tua darinya, dan dia harus memberi hormat.

“Arraso..”

*****

Lima menit kemudian mereka sudah berada di restoran yang berada tak jauh dari kantor tempat HaNa bekerja.

“Mau pesan apa?”tanya Ny.Cho seraya tersenyum pada HaNa seolah tak ada masalah antara mereka.

“Langsung saja, apa yang anda ingin bicarakan, Nyonya?”tanya HaNa dengan tatapan dinginya.

Ny Cho menghela nafas berat.

Kini sorot matanya nampak sayu, ia menunduk seraya meremas kedua tangannya yang berkeringat.

“HaNa…”satu kata keluar dari mulutnya.

“AKu tahu..mungkin ini terlambat, sangat terlambat.”tukasnya lirih.

HaNa hanya terdiam menunggu wanita itu menyelesaikan ucapannya.

“Aku mewakili suamiku dan juga Kyuhyun, ingin meminta ampunanmu. Memohon maafmu, untuk semua dosa yang kami lakukan.”

“…..”

“Aku tahu, mungkin kesalahan ini sangat amat tak termaafkan. Tapi kesalahan sepenuhnya ada dipihak kami, orangtua Kyuhyun. Sedangkan Kyu, dia tidak bersalah, ia masih kecil dan belum mengerti apa-apa saat itu.”

“Mengapa kalian melakukan itu?”potong HaNa.

“Ne?”

“Mengapa kalian rela mengarang cerita bohong kalau kecelakaan itu adalah akibat kelalaian orangtuaku?”

“Mmm…”

“Mengapa?”kini mata HaNa memanas. Ia menggigit bibir bawahnya, menahan kemarahan yang menyeruak di dadanya.

“Soal itu..kami..kami hanya ingin menyelamatkan Kyu. Kami tidak sanggup melihat ia dipenjara, hanya karena kecerobohannya.”

“Kecerobohan? Kalian bilang itu kecerobohan?”tukas HaNa sinis.

“Apapun  itu, kamilah yang sebenarnya bersalah padamu. Jeongmal mianhae.”

Hening sesaat. HaNa menghela nafas panjang.

“Kalian sangat menyayangi Kyu?”tanya HaNa kemudian seraya menatap tajam Ny.Cho didepannya.

“Sangat.”jawabnya lembut.

“Begitupun kedua orangtuaku. Mereka sangat menyayangiku. Apa yang kira-kira kalian rasakan jika jadi orangtuaku?”tanya HaNa yang langsung membuat Ny.Cho tertegun.

“HaNa..kami..”

“Apa kalian tahu, betapa ketakutannya aku saat ditinggalkan kedua orangtuaku? Aku selalu tak bisa tidur dan menangis tiap malam. Bahkan untuk ke toilet pun aku begitu ketakutan. Aku merasa benar-benar sendirian di dunia ini. “

Dan detik berikutnya, butiran bening dari mata HaNa benar-benar jatuh. Jemarinya langsung terangkat untuk menghapusnya.

“HaNa…”

HaNa menarik nafas dalam-dalam untuk menahan isakan tangisnya.

“AKu merasa Tuhan tidak adil padaku. Aku tidak memiliki siapapun.”lanjutnya dengan suara bergetar.

“Dan apakah anda tahu? Aku sanggup bertahan hanya karena kedua orangtuaku. Ya..karena mereka!!! AKu tidak ingin membuat mereka khawatir. Jadi aku berusaha bertahan hidup.”

Ny.Cho memandang HaNa dengan tatapan iba. Hatinya seakan ikut tersayat mendengar cerita gadis itu.

“Saat kecil..aku..aku.. sangat takut gelap. Tapi semenjak kedua orangtuaku meninggal, aku berusaha tidak menangis tiap kali lampu padam. Aku juga… phobia ketinggian, tapi sejak kedua orangtuaku pergi, aku…aku.. menahan rasa takut itu..”HaNa terlihat menerawang lalu kembali melanjutkan ucapannya.

“Saat atap rumahku rusak, aku berjuang melawan rasa takut itu..akhirnya akupun berhasil naik dan membetulkan atap rumahku yang bocor. Hmm..mungkin itu hal sepele…tapi aku merasa itu hal menakjubkan. Setelahnya, aku merasakan umma berbisik di telingaku :Anak pintar, kau berhasil. Ibu bangga padamu.”HaNa tersenyum kecil seraya meneteskan air matanya.

Dengan suara bergetar, ia melanjutkan ucapannya.

“Selama bertahun-tahun aku belajar keras…. hingga akhirnya aku berhasil masuk ke universitas…aku begitu senang..karena aku menganggap hal itu dapat membuat kedua orangtuaku bangga dan tidak mencemaskanku dari surga sana. Aku …..selalu berhati-hati dalam setiap tindakanku, karena aku tahu..mereka selalu melihatku dari sana. AKu tidak ingin mengecewakan mereka.”jelasnya lirih hampir tak terdengar.

“Kau anak baik HaNa..orangtuamu pasti sangat bangga padamu.”ucap Ny.Cho tulus.

HaNa mendesah. Lalu memalingkan wajahnya. Kini sorot matanya kembali tajam.

“Anni…!”tegasnya. “Anda pikir apa yang akan orangtuaku pikirkan, saat tahu putri mereka satu-satunya… mencintai pria yang telah menyebabkan mereka meninggal.”tukasnya tajam, ekspresi kecewa, marah, penyesalan tampak di raut wajahnya.

Perkataan HaNa barusan seolah belati yang menusuk Ny.Cho.  Sebagai orangtua Kyu tentu saja egonya berkata untuk selalu membela putranya. Tapi di hadapan gadis ini, Ny.Cho sadar..tindakannya salah besar.

HaNa menggeleng pelan, bibirnya tertarik dan menyunggingkan senyuman sinis.

“Itu sebuah kebodohan. Ne..aku benar-benar bodoh!”butiran airmata kembali meleleh dari sudut matanya.

“HaNa…”

Dengan kasar HaNa menghapus air mata dipipinya, lalu ia pun bangkit. “Aku harus pergi sekarang..Permisi”ucapnya seraya membungkuk.

“Tunggu..”tahan Ny.Cho.

“…….”

“Kumohon maafkanlah kami, dan kembalilah ke sisi Kyu. Dia sangat mencintaimu.”ucap Ny.Cho lirih seraya menggenggam tangan HaNa..erat.

Entah kenapa HaNa terpaku sesaat merasakan genggaman tangan hangat dari wanita itu. Ia seperti merasakan sentuhan ibunya. Ada geletar nyaman yang menelusup dadanya.

Tapi..hatinya tak bisa berbohong. Rasa sakit itu masih ada.

HaNa menarik lengannya.

“Sayangnya aku bukan malaikat, Nyonya….aku hanya manusia biasa….”gumamnya seraya berlalu dan pergi meninggalkan Ny.Cho yang mulai meneteskan air mata.

*****

Authhor POV

>>>>@SUJU DORM

Tok..tok..Tok..

Suara ketukan dipintu kamar sontak membuyarkan lamunan Kyuhyun.Tapi bukannya bergerak untuk membukakan pintu, ia malah langsung merebahkan tubuhnya di kasur, menarik selimut lantas menutupi hampir seluruh tubuhnya. Berpura-pura seakan ia sudah terlelap.

Ceklek..suara pintu terbuka.

Kyu memejamkan kedua matanya.

“Sepertinya ia sudah tidur!”suara Teukie terdengar.

“Tapi dia belum makan sejak tadi pagi, kita harus memaksanya bangun.”bisik Sungmin. “Kalau dia sakit, kita juga kan yang repot!”gerutunya.

Teukie menggaruk kepalanya bingung.

“Tapi kasihan, dia kurang tidur akhir-akhir ini.”tukas Teukie.

“Ya..tapi kan…”

“Hey..kalian sedang apa di sini?”Donghae tiba-tiba menghampiri keduanya.

“Tuh..”Sungmin menunjuk Kyuhyun dengan dagunya. “Maknae kita merepotkan sekali, sebenarnya ada apa dengannya? Kenapa sikapnya akhir-akhir ini jadi semakin aneh. Kalau dulu dia menyebalkan, tidak pernah menghormati kita dan sering bertindak seenaknya. Itu bisa ku tolerir! Tapi sekarang tingkahnya berubah 180’..lebih pendiam, lebih sopan, tapi tidak mau makan, minum, bahkan mengacaukan pekerjaannya..anni..anni..pekerjaan kita. Kau tahu, bahkan dia mengacaukan proses rekaman SM d’Ballad. AKu mendengarnya dari Jino. ”jelas Sungmin panjang lebar.

“Geure?”tanya Teukie dan Donghae serentak.

Sungmin mengangguk yakin.

“Kalian pergilah, aku akan bicara dengannya.”tukas Donghae seraya melangkah memasuki kamar Kyu. Teukie dan Sungmin pun akhirnya pergi dari sana.

Dongahe lalu duduk di samping tempat tidur Kyu.

“Kyu..bangun! AKu tahu kau belum tidur.”tukasnya singkat.

Tapi tubuh Kyu masih tak bergeming.

“Tadi..aku menemui HaNa..”

“Mwo?”Kyu sontak terbangun dan menatap Donghae terkejut.

Donghae hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dongsaeng’nya itu.

“Hyung, kau menemuinya? Benarkah? Bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? Cepat katakan Hyung!”Kyuhyun mengguncang tubuh Donghae.

“Aisshh…lepaskan tanganmu!”perintah Donghae yang langsung membuat Kyu terdiam.

“Aku..sangat mencemaskannya.”bisik Kyu hampir  terdengar.

Donghae menarik nafas lalu menghembuskannya.

“Tadi aku kerumahnya.”

“Lalu..apa dia terlihat sehat?”potong Kyuhyun.

“Dengarkan dulu!!!”

“….Ne.”

“Aku kesana, tapi dua jam aku menunggunya, dia belum pulang juga!”

“Mwo? Sudah malam tapi dia belum pulang juga! Apa kau menghubunginya? Bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya?”

“Tenanglah, Kyu! Hp’nya tidak aktif.”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku akan kesana…aku khawatir dia..”

“Andwe! Ini sudah jam 11 malam Kyu! Dan kau juga baru pulang! Tidak bisa!”

“Tapi, Hyung…bagaimana jika terjadi hal buruk pada HaNa?”

“Sudah jangan berpikiran buruk! Kata tetangganya, akhir-akhir ini HaNa memang sering kerja lembur.”jelas Donghae berharap menenangkan Kyuhyun.

“Oh..begitu..”lirih Kyu.

“Mmm..kau sudah menemuinya lagi?”tanya Donghae.

Kyu menggeleng pelan.

“Apa kau takut?”

“Apa maksudmu, hyung?”

“Kau takut dengan kebencian HaNa padamu?”

Kyu mendesah kesal.

“Sama sekali bukan karena itu.”

“Lalu?”

“AKu tidak bisa melihatnya semakin menderita karena melihat wajahku.”

“Hmm??”

“Dia menyuruhku pergi dari kehidupannya. Hal yang sangat sulit aku lakukan. Tapi..terpaksa kulakukan juga! Karena aku tahu, tiap kali dia melihat wajahku..dia akan merasakan kepedihan yang mendalam tentang kecelakaan itu. Kehadiranku..hanya akan membuatnya semakin terluka.”

“Apa kau masih mencintainya?”tanya Donghae.

Kyuhyun sontak menatap mata Donghae. Pertanyaan menggelikan.

“Apa perlu aku menjawabnya?”

“Aku hanya ingin memastikan, kalau rasa yang kau miliki bukan hanya sebatas rasa kasihan dan rasa bersalah.”tegas Donghae.

Kyu menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan. Ia menatap hampa langit-langit kamarnya.

“Saat ia menyuruhku untuk tidak menyentuhnya lagi..aku berpikir, aku akan bisa melakukannya! Saat ia menyuruhku pergi dari hadapannya..aku rasa..akupun sanggup melakukannya! Tapi jika dia menyuruhku untuk berhenti mencintainya…sampai matipun..aku tidak akan mampu melakukannya..!”

*****

Author POV

@HaNa’s House

Keesokan harinya…

Sinar mentari pagi menelusup melewati celah tirai kamar HaNa. Gadis itu menggeliat, matanya terasa perih..mungkin karena ia hanya tidur satu jam. Ia pulang kantor dini hari tadi..dan tanpa sempat mengganti pakaian kerjanya gadis itu langsung menjatuhkan dirinya di tempat tidur dan terlelap saking lelahnya. Walau hanya 1 jam..tapi ia bersyukur, akhirnya ia bisa memejamkan matanya. Kali ini tanpa air mata..ataupun mimpi buruk yang kerapkali membangunkannya tiba-tiba.

Hari Sabtu..seharusnya HaNa kuliah, tapi ia mendengus kecewa saat ingat kalau minggu ini adalah libur Ujian Tengah Semester. Dia harus mencari kesibukan, ia tak ingin larut dalam lamunannya, dan membuat pikiran gadis itu bertambah kacau.

Ia melangkah keluar dari kamar mandi setelah menyegarkan dirinya. Diikatnya rambutnya asal. Langkah kakinya membawa tubuh gadis itu menuju dapur. Ia membuka lemari es, melihat apakah ada yang bisa ia masak pagi itu. Hanya ada wortel dan macaroni pasta. Yasudah..buat sup saja, batin HaNa seraya mengeluarkan bahan-bahan itu.

Dengan pisau ditangan kanannya gadis itu langsung memotong beberapa  wortel didekatnya. Entah karena melamun atau pikirannya sedang kalut, tiba-tiba dia melihat cairan merah diantara potongan wortelnya.

“Apa ini?”HaNa mengangkat tangannya.

Matanya sontak membelalak saat ia sadari cairan berwarna merah kental menetes dari ujung jarinya. Jarinya teriris, tapi anehnya gadis itu samasekali tidak menyadarinya. Ia hanya menghela nafas panjang, lalu menghentikan kegiatan memotong wortelnya.

Ia tertegun, dan tidak beranjak dari tempatnya. Bukannya segera membalut lukanya, tapi gadis itu malah memperhatikan tetes demi tetes darah yang keluar dari jari telunjuknya. Ekspresi wajahnya dingin, sama sekali tak ada tanda-tanda ia merasa kesakitan.

Ting Nong..Ting Nong..

Dering bel pintu membuyarkan lamunannya. HaNa langsung beranjak untuk membukakan pintu.

“Oppa..”ucap HaNa sedikit terkejut saat menyadari Donghae’lah yang datang.

“Kau sedang apa?”tanya Donghae seraya masuk begitu saja ke rumah HaNa tanpa dipersilahkan.

“Memasak.”jawabnya pendek lalu masuk untuk mengambilkan Donghae segelas air.

“Berarti kau belum makan?”tebak Donghae.

“Hmm..”

“Baguslah aku membawakanmu kimbab..ayo sarapan bersama!!”ajaknya.

Tapi tiba-tiba mata Donghae melebar, sorot matanya nampak terkejut.

“HaNa..darah apa ini? Apa yang kau lakukan?”Donghae langsung berlari menghampiri gadis itu. Ia begitu terkejut melihat tetesan darah yang ada dilantai.

“Kau kenapa bodoh? Apa yang kau coba lakukan? Dengar HaNa! Jangan berpikiran bodoh untuk mengakhiri hidupmu. Ini hanya masalah kecil..kau seharusnya..”

“Oppa…aku hanya teriris.”potong HaNa dengan suara lirih.

“M..mwo?”

“Jariku teriris saat memotong wortel tadi”

“Ahh..begitu rupanya.”Donghae langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum malu.

HaNa lalu mengambil tisu yang ada dimeja dan menutupkan ke lukanya.

“Sini kuobati!”Donghae menarik lengan gadis itu dan menyuruhnya duduk.“Dimana kotak P3K’nya?”

HaNa menunjuk ke arah pojok ruangan dengan dagunya. Donghae berjalan cepat untuk mengambilnya. Beberapa saat kemudian, Donghae dengan hati-hati membalut luka gadis itu.

“Darahnya banyak keluar, kenapa kau tidak segera membalutnya?”tanya Donghae kesal.

“Karena aku harus membukakan pintu.”jawab HaNa santai.

“Bodoh!”

**

“Selesai! Ayo sekarang kita makan!”tukas Donghae sembari menyodorkan kimbab yang ia bawa ke pangkuan  HaNa.

HaNa hanya termangu dan memperhatikan Donghae makan.

“Kenapa melihatku seperti itu? Mau kusuapi?”tanya Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya.

HaNa mencibirkan bibirnya. Ia lalu memalingkan wajahnya dan mulai memakan kimbab yang Donghae berikan.

Tapi baru dua gigitan, gadis itu lalu menghentikan makannya.

“Waeyo?”tanya Donghae dengan mulut penuh makanan.

“Tidak enak!”tukasnya dengan ekspresi datar.

“Kyaaa!! Apanya yang tidak enak! Kimbab ini buatan Wookie, kau tahu kan dia itu Chef’nya SUJU..semua masakannya sangat enak.”jelas Donghae panjang lebar.

“Rasanya hambar!”

“Aisshh! Lidahmu pasti sudah tidak normal! Sudah cepat habiskan!”Donghae mendekatkan kimbab ini ke mulut HaNa.

“Tidak mau!”HaNa menepisnya.

“HANAAAA! Kau itu harus makan! Lihat, wajahmu begitu pucat dan kau juga semakin kurus! Apa kau tidak pernah makan selama satu bulan ini, hah?”

“Jangan perdulikan aku!”

“HaNa..kau ini kenapa sih?”Donghae bertanya kesal pada gadis itu.

“….”

“Apa ini karena Kyuhyun?”

“Jangan sebut namanya!”

“Kau berubah HaNa! Ini bukan dirimu!”

“Oppa..pulanglah aku mau mandi!”HaNa bangkit dan hendak melangkahkan kakinya. Tapi tangan Donghae dengan sigap menahannya.

“HaNa..tidak bisakah kau memaafkannya! Kyu sangat mencintaimu.”

Gadis itu terhenyak, dadanya kembali terasa sesak.

“Jadi oppa kesini hanya untuk mengatakan itu?”tanya HaNA seraya tersenyum sinis.

“HaNa..aku tahu kau juga masih mencintainya. Hentikan kebencianmu, mulailah semuanya dari awal! Kalian berdua terlihat sangat manderita dengan situasi ini. Kumohon!”

HaNa menarik nafas panjang, ia berbalik dan kini menatap Donghae lekat-lekat.

“Ini BUKAN URUSANMU, oppa!”tegasnya tajam.

“Tapi..HaNa..”

HaNa berbalik, ia lalu melangkah cepat memasuki kamarnya. Satu menit kemudian gadis itu kembali, seraya menggenggam sesuatu dijemarinya.

Langkahnya terhenti tepat di hadapan Donghae. Tangan HaNa lalu terjulur untuk meraih lengan Donghae, gadis itu membuka telapak tangannya dan menaruh sebuah kalung disana.

“Berikan ini padanya!”ucap HaNa singkat.

Setelah itu dia sudah masuk kembali ke dalam kamarnya, menutup pintunya dengan keras. Ia meninggalkan Donghae yang hanya terpana, menatap kalung yang dulu pernah diberikan Kyuhyun pada HaNa.

*****

Keesokan harinya.

Sebuah bus melaju kencang mengantarkan HaNa ke suatu tempat.

“Anda turun di sini, nona?”tanya supir bus itu ramah.

HaNa hanya mengangguk. “Khamsahamnida, ahjussi!”ucapnya seraya membungkuk hormat.

Ia lalu berjalan kaki meanjutkanperjalanannya ke arah desa Gyongju. Suasana siang itu begitu hangat, bunga-bunga bermekaran dengan indahnya. Angin juga bertiup hangat, menandakan musim semi yang menyenangkan. HaNa terkesima melihat keindahan desa tempat kelahiran kedua orangtuanya itu. Desa itu begitu tenang, tidak banyak kendaraan yang lewat. Udaranya begitu bersih dan sejuk, masih banyak pepohonan yang tumbuh disana. Dalam perjalanan ia melihat banyak anak kecil yang bermain dengan riangnya, membuatnya menyunggingkan senyuman. HaNa merasakan hatinya menghangat. Sepertinya keputusannya untuk datang kesana tidak salah.

Ia melangkah menaiki bukit, ditempat itulah jasad kedua orangtuanya disemayamkan.

“Umma..appa…maaf sudah lama aku tidak mengunjungi kalian..”batin HaNa ketika ia hampir sampai diatas bukit.

Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti, saat ia melihat punggung seorang namja yang sedang berlutut didepan makam kedua orangtuanya. Bahu namja itu nampak berguncang  menahan suara isak tangisnya sendiri.

HaNa merasakan perih yang kembali menyergap batinnya. Dadanya sesak. Tubuhnya kaku tak mampu bergerak. Ia hanya berdiri terdiam..memandang seseorang yang membuatnya ingin meneteskan air mata.

Flashback…

Malam sebelumnya.

Jam di dinding sudah menunjukan pukul 12.30 malam. Tapi HaNa..gadis itu masih juga belum bisa memejamkan matanya. Ia duduk di sisi tempat tidur dan memeluk kedua lututnya. Matanya menatap kosong…pada pigura foto yang menampakan wajah umma, appa dan juga dirinya saat kecil.

Sesaat kemudian..ia meneteskan air mata..

“Umma..appa..maafkan aku”ucapnya lirih dengan nada menyesal.

“Maafkan aku…aku memang bodoh! Apa yang harus kulakukan sekarang, umma? Apa yang bisa kulakukan agar berhenti mencintainya..”

Dan sisa malam itu..kembali ia habiskan dalam tangisan..

Flashback ENd

*****

Kyuhyun POV

“Ahjussi..ahjumma..aku datang kesini untuk memohon ampun kalian. Aku tahu mungkin sangat terlambat untuk itu. Tapi aku benar-benar tidak tahu kebenarannya, aku tidak tahu kalau ternyata kebodohanku dulu telah merenggt nyawa kalian. Membuat kalian harus meninggalkan satu-satunya putri kaliam, Kim HaNa.”

Aku menghela nafas panjang seraya berlutut didepan makan kedua orangtua HaNa. Kusimpan sebuket bunga lili di dekat batu nisan keduanya.

“AKu tahu..aku sangat berdosa. Aku bahkan tidak pantas menginjakan kaki kotorku di sini. Tapi aku benar-benar meminta maaf.”butiran air mata tiba-tiba saja meleleh dipipiku, mengaburkan sedikit pandanganku.

“Mohon maafkan aku untuk satu hal lagi…tentang putri kalian, Kim HaNa. Maaf..karena aku telah hadir dalam kehidupannya..maaf karena aku telah membuatnya menderita..Dan..ma..maaf..karena aku telah sangat mencintainya..kumohon maafkan aku…”

Tanpa kusadari..aku sudah tenggelam dalam isakan tangisku. Aku benar-benar tak berdaya dengan perasaan ini.

Beberapa saat kemudian, setelah aku selesai memanjatkan doa, akupun memutuskan untuk pulang. Aku berbalik dan berjalan pergi. Tapi..tiba-tiba langkahku terhenti saat kulihat..satu wajah yang begitu kurindukan..berdiri dihadapanku. “HaNa…” Sorot matanya yang dingin menatap lurus pada makam kedua orangtuanya.

Gadis itu lalu berjalan mendekat. Membuatkua tak bisa bernafas. Tuhan..jika saja aku tidak ingat dengan ucapannya waktu itu, aku sudah memeluknya erat..sangat erat..dan takkan kulepaskan selamanya.

HaNa..dia melangkah melewatiku..seolah tidak menghiraukan keberadaanku. Hatiku sakit..tapi aku tahu..perasaannya jauh lebih sakit dariku.

Ia lalu berlutut didepan makam kedua orangtuanya, matanya terpejam dan kedua telapak tangannya menelungkup, memanjatkan doa. Dan aku..terus berdiri disana..memperhatikan seksama keberadaannya. Wajahnya terlihat pucat dan lebih kurus, ada lingkaran hitam di bawah matanya. Tapi dia tetap cantik..gadis tercantik dalam hidupku. Mataku terus merekam segala yang ada pada gadis itu, aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Kesempatan untuk ku melihatnya lebih lama. Kesempatan untuk sejenak mengobati rasa rinduku yang sudah memuncak.

Tak lama kemudian, HaNa berbalik dan kembali berjalan melewatiku tanpa sedikitpun menoleh. Aku tahu..kau tidak ingin lagi melihat wajahku..tapi kumohon untuk sekali ini…tataplah aku.

“HaNa..tunggu..”aku melangkah cepat mengejarnya.

Gadis itu tak menggubris panggilanku dan malah mempercepat langkahnya.

“HaNa..kumohon..”aku menahan lengannya. Ia berhenti dan menatap mataku tajam. Ia menepis kasar tanganku.

“HaNa…kumohon maafkan aku!”

HaNa memalingkan wajahnya dan tersenyum sinis.

“Kumohon..akan kulakukan apapun agar kau bisa memaafkanku.”

“….”

“HaNa..”

“Apa yang kau inginkan?”bentak HaNa tajam.

“Saranghae..HaNa…”ucapku lirih.

“Lalu sekarang, kau berharap aku mengatakan nado saranghae…?”tanyanya ketus. “Cih..”

“Apapun akan kulakukan agar kau memaafkanku..”

“Kalau begitu..pergilah dari hidupku!”

“HaNa..”

“Aku akan memaafkanmu..asal kau jangan mengusik hidupku lagi..”

“HaNa…”gadis itu lalu melanjutkan langkahnya. Aku mengikutinya. Ia berhenti di halte bus, lalu duduk disana. Menyadari aku yang masih berada tak jauh darinya, gadis itu memalingkan wajahnya. AKu tahu..ia tak sudi melihat wajahku lagi.

“Baiklah..aku akan pergi dari hidupmu. Tapi kumohon HaNa..hiduplah dengan baik, kau harus mendapatkan kebahagiaanmu.”ucapku sambil menahan butiran air mata yang hendak keluar.

Aku pun berbalik..dan berjalan meninggalkannya. Berakhir..berakhir sampai disini.

Tuhan..kumohon, jagalah HaNa selalu..

Aku melangkah menyebrangi jalan raya, menuju mobilku yang kuparkir disana. Butiran air mata yang sejak tadi kutahan, akhirnya jatuh juga. Aku tahu..aku benar-benar lemah. Tapi aku benar-benar tidak bisa menahan perasaanku. Ini benar-benar menyakitkan.

Kyuuuu..awas…”samar kudengar sebuah teriakan. Tapi mungkin itu hanya perasaanku saja..aku tak menghiraukannya dan terus berjalan…

“Kyuuuuuuu!!!”suara itu lagi. Itu suara HaNa. Tuhan..apa aku tidak salah dengar? Ia memanggil namaku. Akupun berbalik sketika. Kulihat ia berlari ke arahku, tangannya terjulur.

Dan detik berikutnya kurasakan dorongan keras tangan HaNa ditubuhku, membuatku terdorong jatuh jauh ke sisi jalan raya.

Sesaat kemudian, kurasakan tubuhku membeku..semua terasa begitu cepat..aku..aku tidak mengerti apa yang terjadi…

Mataku menatap tak percaya tubuh HaNa yang terpental karena sebuah kendaraan menabraknya. Dan tubuhku bergetar hebat, saat kulihat darah segar menetes dari tubuh gadis itu. Dengan sisa kekuatanku..aku berjalan cepat ke arahnya. Bibirku bergetar.

Tuhan..ini pasti mimpi.

Tapi wajah pucat HaNa yang kini dipenuhi oleh darahnya, menyadarkanku. Aku langsung memeluknya.

“Bodoh..kau bodoh…kenapa kau lakukan ini? Kenapa kau harus menyelamatkanku?”tangisku pecah seketika.

“HaNa..bangunlah..kumohon..kau tidak boleh begini. Sampai kapan kau akan menghukumku seperti ini. HANA BANGUN!!!”tapi wajah pucat itu tak bergerak sedikitpun, hanya cairan kental berwarna merah yang terus keluar dari pelipisnya.

“HaNa..kumohon..HANAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!”

***TBC***

 

>>>Dua episode trAkhir nih, chinGu tersayang!!

>>>Ayo..ayo gimana? GaJe kah? Mian kalo bnyk typo..aku buru2 ngetiknya.

>>>SILAhkan..RCL!!!

GOMAWO…and BOWWWWWW>>^_^


Tentang iklan-iklan ini

4 Tanggapan to “[FF] Sorry, I Love U (Part 8)”

  1. taemfallin 9 Juli 2013 at 8:51 PM #

    Huaaa huaaaa !
    Kyu dah tersiksa banget
    Udah ϑό°°◦☀ทќ hana kasihan kyu
    Apa hana akan mati???

  2. Kodok 18 November 2012 at 2:05 AM #

    seperti biasa
    q bs blg kerennn

  3. rahmi 14 Juli 2012 at 2:56 PM #

    bikin deg degan

Trackbacks/Pingbacks

  1. [FF] Sorry, I Love U (Part 9) -END « Korean Chingu - 11 Juni 2012

    [...] Korean Chingu BerandaKC BoutiqueKenalandey_deroroDinLee KimkeyhaeKyu FinTaeminHea ChiyokoRiisha Minoz-MinhoFlame Lanz KaizarDeztaemMinhye AndrewdiiNa SONEBelimbingwuluhNeettha-HyukJaelfYeonNiamorningowlsStella Seulra_ShinSoo Hyun ^muy^HaeRenaLeeVavarious BachLibraryRequest Poster -CLOSED- « [FF] Sorry, I Love U (Part 8) [...]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31.067 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: