[FF] 7 Days of Love (Part 1)

15 Jul

Title: 7 Days Of Love

Author: bluemallows

Rating: General

Genre: Romance

Main Cast:

- Lee Ji Eun (IU)

- Dong Young Bae (Taeyang) ‘Big Bang’

Support Cast:

- Park Ji Yeon ‘T-ara’

- Choi Seunghyun (T.O.P) ‘Big Bang’

 

Disclaimer: FF ini belum pernah di publish sebelumnya. FF ini terinspirasi dari satu iklan cat di TV, Nipp*n Paint dan MV IU – Every End of the day.

 

Author’s note: Fanfiction saya yang satu ini, hanya mengandalkan google sebagai pencari info soal latar & bahasa asing yang ada. Jika ada yang aneh, atau tidak sesuai.. Mohon dimaklumi ._.v

 

1st day..          

Incheon airport, Korea Selatan..

POV: Jieun

“Baik, semua peserta tour hari ini sudah hadir?” Tanya Seunghyun, tour guide untuk grupku hari ini sekaligus seniorku saat SMA

“Sudah!” Seru peserta tour dengan kompak

“Baiklah, pertama-tama kita akan check-in dan akan dilanjutkan untuk ke waiting room” Ujar Seunghyun

“Jangan sampai terpisah ya! Apalagi jika sudah sampai di Italia nanti!” Lanjutnya

Aku masuk dalam barisan peserta ‘Happy Tour’ milik Seunghyun. Ini adalah kali pertama aku mengikuti tour untuk pergi ke benua Eropa, tepatnya ke Milan dan Venesia, Itali selama 7 hari. Ini adalah impianku sejak aku duduk di bangku kelas 5 SD. Dengan langkah kaki yang bersemangat, aku maju ke meja check-in dan menimbang berat koperku untuk memasukkannya dalam bagasi pesawat.

Trrt! Trrt! Tiba-tiba HPku bergetar..

“Eomma? Ada apa?” Tanyaku

“Tidak, eomma hanya mengkhawatirkanmu. Kau berada dimana sekarang?” Suara Eomma terdengar jelas dari seberang telepon.

“Aku? Aku sedang menunggu teman-temanku. Sebentar lagi aku akan ke waiting room. Eomma tenang saja. Aku akan baik-baik saja” Jawabku menenangkan Eommaku

“Apa masih ada barang yang tertinggal?” Tanya Eommaku lagi

“Eng.. Tidak ada Eomma” Jawabku

“Baiklah.. Jaga dirimu baik-baik disana ya. Jangan lupa untuk mengabari Eomma jika sudah sampai disana! Oh ya, jangan sampai terpisah dari teman-temanmu ya!” Ujar Eomma. Dari suaranya sudah terlihat bahwa ia sangat mengkhawatirkanku

“Ne, eomma. Eomma tidak perlu khawatir lagi ya!” Jawabku sambil menutup telepon. Aku pun mengambil iPod milikku dan memasukkan earphone di telingaku dengan volume kecil

“Baiklah! Peserta Happy Tour! Sekarang kita akan masuk ke Waiting Room nomor 11” Kata Seunghyun

Semua mengikuti petunjuk dan arahan dari Seunghyun untuk memasuki waiting room nomor 11. Di tour ini aku hanya mengenal Seunghyun.

“Tujuan kita yang pertama adalah Venice. Jadi kita akan mendarat di Venice Marco Polo Airport” Kata Seunghyun sambil berjalan di depan sebagai ‘penunjuk jalan’

Semuanya memiliki kesibukan sendiri di waiting room, entah itu bercanda, berbincang-bincang ringan, atau bahkan bermain permainan sederhana seperti ‘rock, paper, scissors’. Tapi aku hanya duduk di pojok ruangan sambil membaca buku berjudul ‘Tour to Venice’ yang baru kubeli minggu lalu. Buku itu menceritakan keindahan kota Venesia yang membuatku semakin tidak sabar untuk pergi kesana.

‘Perhatian-perhatian, Penerbangan pesawat Korean Airlines KA105 tujuan Venesia, Italia akan segera berangkat. Para penumpang diharapkan masuk ke dalam pesawat. Terimakasih’ Terdengar suara pengumuman dari pengeras suara

Aku segera berdiri dan mengikuti 14 orang lain yang mengikuti ‘Happy Tour’ memasuki kabin pesawat Korea Airlines dan aku duduk di kursi nomor 19A. Sambil menunggu take off, aku mengambil HPku dan mengupdate account me2dayku ‘Off to Venice, Italy. Bye Seoul!’ lalu mematikan HPku. Aku pun mengecek isi tasku untuk memastikan sekali lagi bahwa tidak ada barang yang tertinggal.

“HP sudah, iPod sudah, dompet sudah, GPS sudah, charger GPS sudah..” Kataku sambil melihat isi tasku

“Tunggu, charger HP dan iPodku?!” Tanyaku yang baru tersadar aku tidak melihat charger HP dan iPod milikku. Aku pun membuka isi tasku sekali lagi, tidak ada.

“Ah.. Mungkin ada di koperku.. Tenang saja Jieun..” Ucapku menenangkan diriku sendiri

‘Pesawat Korean Airlines akan segera lepas landas. Harap penumpang mematikan alat elektronik dan memasang sabuk pengaman. Penerbangan menuju bandara Marco Polo. Pesawat akan terbang pukul 07.00 Pagi dari Incheon Airport dan diperkirakan akan sampai di bandara Marco Polo pukul 09.00 pagi waktu Italy.’ Begitulah suara seorang pramugari yang terdengar dari pengeras suara di kabin pesawat.

Aku memejamkan mataku, sebenarnya aku masih mengantuk karena tadi pagi aku harus berangkat ke Incheon Airport jam 6 pagi tadi. Di buku ‘Tour To Venice’ dikatakan bahwa penerbangan dari Seoul menuju Venice membutuhkan waktu sekitar 9 jam 43 menit! Sebelumnya aku belum pernah pergi menggunakan pesawat selama ini.

Menit-menit pun berlalu, datanglah pramugari yang memberikan sepiring sarapan pagi untuk penumpang, menunya adalah sepiring bulgogi yang masih hangat. Aku memakannya perlahan-lahan sambil melihat keluar jendela pesawat. Aku melihat jam tanganku, 07.50.

Tiba-tiba aku teringat pada buku catatan kuliahku yang kubawa untuk kupelajari. Cita-citaku sejak kecil adalah menjadi chef atau menjadi pemilik cake shop yang terkenal, karena itu aku masuk jurusan perhotelan untuk memperdalam ilmuku. Sambil mengunyah bulgogi di mulutku, aku mengambil buku catatanku dan membacanya. Tanpa kusadari, bulgogi di piringku sudah habis. Aku pun meminum air beberapa teguk lalu memejamkan mataku kembali.

Tiba-tiba aku terbangun dari tidurku dan langsung melihat jam tanganku lagi, 13.40?! Aku sudah tertidur selama  6 jam? Mungkin karena aku terlalu lelah kemarin malam mempersiapkan barang-barangku sampai larut malam dan harus bangun sangat pagi tadi.

“Mau minum teh hangat nona?” Tanya pramugari yang kebetulan lewat

“Ah.. Tidak, terimakasih..” Jawabku pelan sambil menguap

Aku terdiam lagi, beberapa menit kemudian datang pramugari lain yang memberikan menu makan siang yang cukup ‘asing’ bagiku, masakan khas Italia yaitu sphagetti dengan bumbu yang khas juga. Rasa bumbu ini belum pernah kutemui di Korea sebelumnya. Mungkin Chef yang memasak ini adalah penduduk asli Italia.

Aku melanjutkan membaca buku ‘Tour to Venice’ sambil menunggu pesawat mendarat di Venesia. Jujur saja, aku sangat bosan dalam perjalan panjang dan melelahkan seperti ini.

Akhirnya aku menyelesaikan bukuku yang berjumlah 269 halaman, aku pun kembali melirik jam tanganku, 15.30.

“Aaahh!! Kenapa waktu berjalan begitu lambat sekali? Menyebalkan!!” Kataku sambil menghela nafas. Untuk menunggu waktu mendarat, aku memutuskan untuk tidur saja sampai aku mendarat di Venesia nanti.

“Jieun! Jieun!” Panggil seseorang sambil mengoyakkan badanku

“Kita sudah sampai!” Katanya

“Heh? Dimana sekarang?” Tanyaku setengah sadar

“Kita sudah di Venice!”  Lanjutnya

Aku membetulkan posisi kacamataku, terlihat jelas wajah Seunghyun di dekat mukaku.

“Oh.. Seunghyun..” Kataku

“Hei! Cepat bangun! Kita sudah berada di Venice!” Katanya sekali lagi

“Apa? Kita sudah sampai di Venice?” Tanyaku tidak percaya sambil mengamati sekitar kabin pesawat, penumpang pesawat sedang mengantri untuk turun dari pesawat. Aku segera berdiri dan ikut mengantri dalam barisan ‘Happy Tour’

Di dalam gedung Bandara..

“Kita sudah sampai di Marco Polo Airport, Venice!” Ucap Seunghyun di hadapan para peserta tournya itu

“Seperti yang sudah saya katakan saat pertama kali kalian semua mendaftar tour ini, kalian akan mendapat ‘Venice Card’ yang berlaku selama seminggu.” Lanjut Seunghyun

“Meski kalian hanya berada 3 hari disini, tapi kalian akan kembali kesini juga pada hari ke 7”

“Dengan kartu ini, kalian bisa pergi menggunakan alat transportasi umum di Venesia secara gratis!”

Aku mengambil ‘Venice Card’ dari Seunghyun dan segera mengaktifkan lagi Hpku, lalu seperti biasanya aku langsung mengupdate me2dayku, ‘@ Venice! ^o^’

Sambil berjalan mengikuti rombongan tourku menuju bis yang membawaku ke kota, aku masih tetap memainkan Hpku dan mencoba mengirimkan SMS pada Eommaku ‘Eomma, aku sudah sampai di Venice. Eomma tidak perlu membalas SMSku atau meneleponku. SMS/telepon internasional kan mahal!’

Di bus, aku duduk sendirian di barisan belakang sambil melihat-lihat keadaan jalan menuju kota. Tidak tinggal diam, aku segera menyalakan kameraku untuk mengabadikan foto-foto pemandangan ‘City of Water’ itu.

Venice, Italy..

“Disini sekarang pukul 11 Pagi, dan cuacanya berawan. Mungkin sebentar lagi akan hujan.” Kata Seunghyun yang berjalan di depan.

Semuanya mengikuti Seunghyun dengan langkah bersemangat sambil melihat ke kanan dan ke kiri dengan kamera ditangan masing-masing peserta tour.

“Maaf, ternyata penginapan yang akan kita datangi baru dibuka check-in pukul 14.00 nanti. Bagaimana kalau kita ubah rencananya menjadi pergi dulu, setelah itu ke hotel?” Usul Seunghyun

“Terserah.. Aku hanya ikut yang lain” Kata beberapa peserta tour

“Ayolah! Berikan pendapat kalian! Sekarang masih jam 11 pagi!” Kata Seunghyun

“Kita pergi saja dulu!” Usulku

“Iya deh, kita pergi saja” Kata yang lain

Akhirnya dengan membawa koper, setiap peserta tour mengikuti Seunghyun untuk mengelilingi penjuru Venesia. Aku melihat sebuah mini-market di pinggir jalan dan mini-market itu menggodaku untuk masuk kedalamnya

“Seunghyun!! Aku pergi ke mini-market ini dulu ya! Aku mau membeli air!” Kataku

Tanpa melihat respon dari Seunghyun, aku masuk ke dalam mini-market itu dan membeli sebotol air mineral lalu keluar dari mini-market.. Kupikir mereka semua sedang menungguku di luar, tapi aku tidak melihat seorangpun dari rombongan tourku yang berada di daerah itu

“Lho? Kemana mereka semua?” Tanyaku sendiri sambil memegang botol air mineral yang baru saja kubeli

“Jangan-jangan.. Seunghyun tidak mendengarku lalu meninggalkan aku?”

“Aaaa!!! Tidaakk!! Aku tidak boleh terpisah dari teman-temanku!!” Kataku sambil berlari dan menarik koperku

Aku segera mengambil handphoneku sambil terus berlari tanpa melihat apa yang berada di depanku. Ternyata aku menabrak sebuah pilar bangunan. Tapi betapa sialnya aku, tanpa sengaja aku menjatuhkan HP milikku ke air!

“OMO!! Hpku!!” Teriakku sambil melihat Hpku yang terlempar ke air

“Aaahhh!! Kenapa aku bodoh sekalii!!” Kataku sambil memukul-mukul kepalaku sendiri

Aku pun berjalan tanpa arah, dengan langkah kaki yang lemas..

“Ah iya! Aku kan membawa GPS milikku!” Ujarku sambil menyalakan GPSku yang menggunakan Google Maps

“Emm.. Hotel Danielle” Aku mengetik di layar GPSku untuk menunjukkan jalan menuju hotel Danielle, hotel tempat aku menginap

Di GPS itu tertulis membutuhkan 15 menit dengan berjalan kaki. Aku hanya mengikuti petunjuk dari Google Maps yang sudah kuinstall di GPSku, Belok ke kiri, ke kanan, menyebrangi jembatan. Tapi tidak kujumpai  Hotel Danielle. Sampai akhirnya petunjuk GPS itu berhenti di sebuah gang kecil yang buntu dan tidak ada bangunan.

“Lho? Bukannya benar disini ya? GPSku kan mengarah kesini? Apa yang salah?” Tanyaku sendiri. Lalu aku berjalan ke sebuah kedai kopi dan mencoba menanyakan dimana hotel Danielle

“Excuse me, W.. Where is Danielle hotel?” Tanyaku dalam bahasa Inggris

“Danielle Hotel? It’s so far from here! You must using gondola, and then say stop to infront of post office. Then turn to the left, when you see the T junction, go to the right” Jawab pria yang menjaga kedai kopi itu

Karena bahasa Inggrisku tidak terlalu baik, aku tidak bisa mengerti semua yang ia maksud, apalagi ia berbicara dengan sangat cepat. Sambil berjalan, aku berpikir kenapa Google Mapsku bisa error.

“Ah!! Aku lupa mengupdate Google Mapsku! Ini kan versi lama! Babo!!” Kataku sambil memukul kepalaku lagi

Aku pun akhirnya duduk di sebuah bangku yang berada di pinggir jalan, aku tidak tau apa yang harus kulakukan lagi. Kurasa aku sudah benar-benar tersesat di kota asing, Venice. Betapa sialnya aku hari ini, coba saja kalau aku tidak masuk ke mini-market itu, pasti aku sekarang sudah bersenang-senang dengan teman-temanku lainnya.

Tik.. Tik.. Tik! Terasa tetesan hujan menjatuhi kepalaku

“Kyaah! Hujan!” Teriakku seketika berlari mencari tempat berteduh sambil menarik koperku

Bukkkk!!

“Sorry..” Kataku sambil membungkukkan badan. Aku melihat pria itu membawa sekantong tepung di tangannya sambil berlari ke sebuah cake shop. Aku mengikuti pria itu menuju cake shop untuk berteduh beberapa saat. Terlihat wajah pria itu seperti wajah orang asia.

“Aa.. Welcome.. Do you want a cup of hot chocolate?” Tanyanya dalam bahasa Inggris, mungkin ia tau bahwa aku bukan orang Italia. Ia pun menatapku beberapa saat

“Y.. Yes.” Jawabku sambil duduk di salah satu kursi di cake shop itu

Beberapa menit kemudian ia datang ke mejaku dan memberikan secangkir cokelat panas untukku. Aku hanya memandangi cokelat panas di hadapanku itu sambil mencari cara agar aku bisa kembali dalam rombongan tourku. Aku pun menatap kaca di sebelahku untuk melihat hujan.

Perlahan, aku pun mulai menyeduh cokelat panas itu. Mataku tertuju pada namja yang gayanya sedikit nyentrik dengan tatanan rambut mohawknya itu. Ia terlihat sedang memasukkan adonan roti ke dalam oven, sepertinya dia pemilik cake shop ini. Tapi sepertinya tidak mungkin, namja yang memiliki penampilan seperti ini bisa membuat roti yang diminati oleh orang-orang. Dari gayanya saja sudah tidak meyakinkan banyak orang.

Lalu mataku melihat sebuah gitar di pojok ruangan cake shop itu,

“Umm.. Can I borrow that guitar?” Tanyaku pada namja itu

“Hmm? Sure, you can play that guitar” Jawabnya dari dalam

Aku mengambil gitar itu perlahan, lalu mencoba memainkannya. Sepertinya gitar itu sudah jarang sekali dimainkan sehingga banyak debu di sekitarnya. Aku mencoba membersihkannya perlahan dengan kertas tissue yang ada di mejaku. Dengan perlahan aku mulai memetik satu per satu senar gitar itu.

Di sela-sela aku menikmati permainan gitarku sendiri, aku melirik ke jam tangan yang kugunakan. Aku belum menyesuaikan waktu di Venice, aku segera mengganti waktu di jam tanganku seperti yang ada di jam dinding di cake shop itu, jam 5.30 sore.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, hujan pun belum reda. Aku membayangkan kelompok tourku sekarang sudah bersantai di hotel. Sedangkan aku? Aku hanya duduk disini sendiri sambil memainkan gitar ini.

Aku memalingkan kepalaku dan aku pun melihat cake yang di letakkan dengan rapi di barisan-barisan rak khusus untuk cake. Cake itu menggodaku untuk memakannya, aku memang belum makan lagi sejak tadi di pesawat. Perlahan-lahan aku berdiri, lalu mengambil salah satu cupcake berukuran sedang dan memakannya.

“How is it?” Tanya seseorang dari belakang

“Is it good?” Tanyanya lagi

Aku hanya menganggukan kepalaku tanda setuju. Karena penasaran, aku memalingkan kepalaku dan tampaklah wajah namja itu. Matanya melirik ke arah koperku. Beberapa menit kemudian..

“Oppa!! Aku pulang!” Teriak seorang yeoja yang berlari mendekati namja itu

“Jiyeon? Tumben sekali kau pulang cepat?” Tanya namja itu dalam bahasa Korea

“Siapa dia?” Tanya yeoja bernama ‘Jiyeon’ itu

“Dia? Sepertinya dia turis dari negara lain” Jawab namja itu

“Maaf, apa.. kalian berasal dari Korea juga?” Tanyaku

“Kau turis dari Korea ya? Kami berdua juga orang Korea yang tinggal di sini! Dia kakak sepupuku” Kata Jiyeon sambil melirik ke arah namja itu, lalu masuk ke dalam

“Iya. Aku.. Aku tidak menyangka bisa bertemu orang Korea lain disini” Kataku

“Lee.. Ji Eun?” Tanya namja itu

“Darimana kau tau namaku?” Tanyaku terkejut

“Di kopermu tertulis namamu” Jawabnya sambil menunjuk koper yang kuletakkan di samping tempat dudukku

“Oh ya, namaku YoungBae” Lanjutnya

“Bangapseumnida” Ujarku sambil membungkukkan badan

Suasana menjadi canggung beberapa menit. Seorang pelanggan datang lalu Youngbae melayaninya dan aku kembali duduk di kursi yang tadi kutempati. Setelah pelaggan itu pergi, Youngbae duduk di depanku

“Youngbae,” kataku

“Bisa kupanggil begitu?” Tanyaku

“Tentu saja, anggap saja aku teman dekatmu”  Jawab Youngbae

“Apa.. Apa kau memiliki kamar kosong disini?” Tanyaku

“Tentu saja aku punya” Jawab Youngbae

“Jadi.. Sebenarnya tadi aku terpisah dari rombongan tourku.. Karena itu, terpaksa aku ke sini..” Ujarku menjelaskan apa yang terjadi secara singkat

“Tidak apa-apa. Aku tidak merasa keberatan kok.” Jawab Youngbae sambil tersenyum kepadaku

“Emm.. Sebenarnya aku merasa tidak enak jika aku merepotkanmu.. Berapa yang harus kubaya runtuk menyewa kamar disini?” Tanyaku pelan

“Kau bisa membuat cake?” Tanya Youngbae

“Tentu saja! Aku sangat suka membuatnya!” Jawabku

“Bagaimana kalau kau membayarnya dengan membantuku bekerja disini selama kau berada di Venice?” Tanya Youngbae

“Aku mau sekali! Terimakasih banyak!” Ucapku pada Youngbae sambil membungkukkan badanku

“Jiyeon!!” Panggil Youngbae setengah berteriak

“Ne Oppa, ada apa?” Tanya Jiyeon

“Tolong antarkan Jieun ke kamar di atas ya” Kata Youngbae

“Dia akan tinggal disini sementara waktu” Lanjutnya

“Mwo? Jeongmal? Aku senang sekali!!” Kata Jiyeon girang sambil mengisyaratkanku agar mengikutinya

Aku menarik koperku dan mengikuti Jiyeon ke lantai atas, Youngbae yang melihatku langsung tidak tinggal diam

“Biar kuangkatkan kopermu Jieun” Katanya sambil mengangkatkan koperku ke atas

“Te.. Terimakasih banyak ya, aku sungguh merepotkan kalian berdua” Kataku

“Tidak, Tidak masalah kok” Jawab Jiyeon sambil tersenyum padaku

Mereka berdua mengantarkanku ke kamar yang memiliki wallpaper berwarna kuning, warna favoritku. Kamar yang tidak terlalu besar, tapi nyaman.

“Waah.. Terimakasih banyak ya!” Kataku

“Oppa, kau tidak mengajak Jieun untuk berkeliling?” Tanya Jiyeon

“Nanti saja jam 7 malam! Venice akan terlihat lebih indah pada malam hari” Jawab Youngbae

“Bagaimana kalau kita makan ramen untuk makan malam hari ini?” Tanya Youngbae

“Ne Oppa, biar aku yang membuatnya” Jawab Jiyeon sambil menuruni tangga dan masuk ke dapur

Aku mengikuti Jiyeon turun kebawah, aku kembali ke cake shop di lantai 1.

“Rumah-rumah di Venice biasanya tidak luas, tetapi tinggi. Seperti rumah ini memiliki 3 lantai” Kata Youngbae

“Sejak kapan kau pindah kesini?” Tanyaku

“Sepertinya setahun lalu..”  Jawab Youngbae

“Kau masih kuliah di Korea?” Tanyanya

“Iya. Aku mengambil jurusan perhotelan” Jawabku

“Whoa.. Sama sepertiku dulu. Kau ingin menjadi apa setelah itu?” Tanya Youngbae

“Hmm.. Chef, atau.. pemilik sebuah cake shop” Jawabku

Youngbae mengangguk-anggukkan kepalanya

“Ramen sudah siap!” Kata Jiyeon sambil membawa 3 mangkuk ramen yang masih mengeluarkan uap

“Gomawo, Jiyeon” Kataku dan Youngbae

“Kapan kau tiba di Venice?” Tanya Jiyeon

“Emm.. Tadi siang..” Jawabku sambil mengunyah ramen di mulutku

“Kau benar-benar seperti Jiyeon.. habiskan dulu makanan di mulutmu, baru berbicara!” Kata Youngbae

Aku dan Jiyeon pun hanya tertawa. Kehangatan diantara kami bertiga begitu terasa, aku langsung menjadi cukup dekat dengan Youngbae dan Jiyeon.

“Biar aku yang cuci piring dan menjaga cake shop ini dulu. Oppa dan Jieun pergi saja.” Kata Jiyeon

“Kau yakin tidak apa-apa?” Tanya Youngbae

“Tidak, tidak apa-apa kok” Jawab Jiyeon

Lalu Youngbae mengajakku pergi keluar dari cake shop di malam hari, jam 7 malam. Terlihat jembatan-jembatan yang kulihat tadi menjadi berwarna-warni karena banyak lampu.

“Woaa! Indah sekali!” Kataku sambil memandangi sekeliling

“Karena itulah, Venice disebut juga City of Light” Ujar Youngbae

“Kau mau naik gondola untuk berkeliling sebentar?” Tanya Youngbae sambil menunjuk sebuah perahu kecil yang dikenal sebagai ‘Gondola’ di Venice. Aku menganggukkan kepalaku

Lalu Youngbae menghampiri seseorang yang berdiri diatas gondola dan berbicara dalam bahasa Italia yang sama sekali tidak kumengerti. Youngbae langsung melompat ke atas gondola itu.

“Ayo, naik” Kata YoungBae sambil mengulurkan tangannya padaku. Aku meraih tangannya dan menaiki gondola itu.

Sambil melihat-lihat keadaan kota Venice, aku hanya tersenyum-senyum sendiri.

“Kenapa kau tersenyum? Kau suka dengan Venice?” Tanyanya

“Ke Venice adalah impianku sejak kelas 5 SD..” Jawabku

“Oh ya? Pantas saja kau sangat senang bisa pergi kesini”

“Yah.. Meski aku terpisah dari rombongan tourku, paling tidak aku menjadi gadis yang beruntung karena bisa bertemu denganmu”

“Eh? Maksudmu?”

“Aku tidak punya maksud apa-apa kok, aku senang bisa bertemu denganmu di Venice. Ini pasti bisa menjadi pengalaman tersendiri bagiku”

“Ah.. Iya. Aku juga senang bisa bertemu denganmu”

Kami berdua pun terdiam sambil melihat-lihat keadaan kota Venice di malam hari

“Ternyata, kota yang romantis di dunia ini tidak hanya Paris ya.. Kurasa Venice juga kota yang romantis dan tak kalah dari Paris” Ujarku. Youngbae hanya membalasku dengan senyuman.

“Bagaimana jika setelah kita bekerja, kita pergi seperti ini? Sebagai gantinya kau tidak ikut tour” Kata Youngbae

“Tentu saja aku mau!” Jawabku girang

“Hatchii!!” Tiba-tiba aku bersin

“Dingin ya? Mungkin karena tadi hujan..” Kata Youngbae dengan datar. Tapi tiba-tiba ia memakaikan jaketnya untukku

“Engg.. Terimakasih” Kataku sambil melingkarkan jaket itu di tubuhku lebih erat

Sampai sekarang, aku masih tidak percaya. Sekarang aku sudah berada di Venice, sekarang aku sedang menaiki gondola, alat transportasi air yang dari dulu ingin kunaiki. Aku tidak pernah menyangka, saat aku pergi ke Venice, aku bertemu Youngbae.

“Youngbae,” Panggilku

“Saat di pesawat aku membaca buku berjudul ‘Tour To Venice’ disana diceritakan suatu legenda”  Lanjutku

“Legenda apa?” Tanyanya

“Jadi, jika ada sepasang laki-laki dan perempuan yang menaiki gondola pada malam hari dan melihat bintang yang sama, mereka akan saling jatuh cinta. Kau percaya itu?” Tanyaku

“Aku belum pernah mendengar legenda itu” Jawabnya sambil melihat ke atas langit. Aku pun mengikutinya melihat ke atas langit, terlihat bulan purnama dan beberapa bintang di sekitarnya.

“Kau percaya tidak?” Tanyaku

“Aku tidak pernah percaya hal-hal seperti itu” Jawab Youngbae

~***~

Aku dan Youngbae sudah sampai tepat ditempat tadi kami berdua naik gondola bersama, di depan cake shop milik Youngbae yang bernama ‘Amore Torta’

“Amore Torta?” Tanyaku sambil melihat papan yang dipajang di luar cake shop itu

“Amore Torta, itu adalah bahasa Italia. Dalam bahasa Inggris bisa diartikan Love Cake” Jawabnya

“Love cake.. Cinta kue? Kau sangat mencintai cake ya?” Tanyaku sambil tertawa kecil

“Iya, jadi kue yang dihasilkan dari cake shop ini haruslah murni dibuat dengan cinta” Jawabnya sambil tersenyum. Aku hanya membalasnya dengan tawa kecil

“Hei? Kenapa kau malah tertawa?” Tanyanya

“Idemu sungguh menarik, seperti orang yang membuat namanya” Jawabku sambil tersenyum

Youngbae pun mengajakku masuk ke dalam, aku melihat ke arah rak-rak yang disediakan untuk cake, cukup banyak yang tersisa

“Sepertinya tadi aku membuat terlalu banyak cake..” Kata Youngbae

“Jieun, besok pagi kau mau ikut akuke panti asuhan?” Tanya Jiyeon

“Panti asuhan? Untuk apa?” Tanyaku kebingungan

“Biasanya jika keadaan seperti ini, cake yang masih tersisa akan disumbangkan pada panti asuhan” Jawab Jiyeon

“Kau mau ikut?” Tanyanya lagi

“Mau! Tentu saja aku mau ikut!” Jawabku bersemangat

“Baiklah, sudah jam 9.. Aku akan tutup cake shopnya” Ujar Youngbae

“Kau tidur saja dulu, hari ini pasti kau sangat lelah” Lanjutnya

“Iya.. Terimakasih banyak..” Jawabku

Aku pun menaiki tangga ke lantai 2, menuju kamarku. Aku hanya duduk diam di bawah cahaya lampu yang tidak begitu terang dan sesekali menghela nafas. Aku tidak pernah berpikir bahwa aku bisa sampai di tempat ini, padahal seharusnya aku bersama rombongan tourku. Aku terus memikirkan hal ini sampai aku tertarik untuk membuka jendela yang ada di kamarku itu.

Kreeek~ Nampaknya jendela itu jarang dibuka..

“Woah!” Aku terkagum dengan apa yang sedang kulihat, kota Venice dari lantai 2 Amore Torta terlihat sangat cantik. Terlihat dengan jelas olehku, pemandangan yang sebelumnya tidak pernah kulihat. Ini jauh lebih indah daripada semua gambar yang kulihat dan semua tulisan tentang Venice yang telah kubaca.

“Ini.. Benar-benar..” Ucapku sambil masih terkagum-kagum melihat pemandangan kota Venice pada malam hari itu.

Aku tidak ingin melewatkan pemandangan yang sangat cantik ini, dan dengan segera aku mengambil kameraku dan mengarahkannya pada keadaan kota Venice, sangat cantik, benar-benar sangat cantik. Tidak lupa aku pun mengambil self-camera dengan background kota Venice yang sangat menawan pada malam hari itu.

~***~

Tentang iklan-iklan ini

10 Tanggapan to “[FF] 7 Days of Love (Part 1)”

  1. srcute 1 Februari 2013 at 1:16 PM #

    oppa taeyang…..
    thor gomawo..

  2. Zulfa 17 Juli 2012 at 10:23 PM #

    Mian chingu..
    Kata2nya terlalu baku, jadi saya (reader) kurang bisa membayangkan hal itu..
    oya lebih menarik lagi klo lebih banyak diselipin bahasa korea gitu biar ada kesan korea gitu, hehehe..
    Mian ya chingu klo kata2 saya ga enak ^^v

    • bluemallows 19 Juli 2012 at 7:51 PM #

      Akhirnya ada yang ngasih kritikan~
      Selama ini belom ada yang ngasih kritik ttg bahasa yg terlalu baku.. Makasi chingu ^^ *bow*

Trackbacks/Pingbacks

  1. [FF] 7 Days of Love (Part 7) -END « Korean Chingu - 22 Juli 2012

    [...] Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 [...]

  2. [FF] 7 Days of Love (Part 6) « Korean Chingu - 22 Juli 2012

    [...] Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 [...]

  3. [FF] 7 Days of Love (Part 5) « Korean Chingu - 21 Juli 2012

    [...] Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 [...]

  4. [FF] 7 Days of Love (Part 4) « Korean Chingu - 21 Juli 2012

    [...] Part 1 | Part 2 | Part 3 [...]

  5. [FF] 7 Days of Love (Part 3) « Korean Chingu - 20 Juli 2012

    [...] Part 1 | Part 2 [...]

  6. [FF] 7 Days of Love (Part 2) « Korean Chingu - 20 Juli 2012

    [...] Part 1 [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31.062 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: