18 hal yg membuat drama korea terlihat “menarik”

20 Jul

  • Dalam film Korea juga kerap dijumpai adegan yang menganggap sakral sebuah benda kenangan.
Karenanya mereka kerap menanam benda tersebut. Misalnya dalam film seri Princess Hours, yang ditanam adalah 2 tiket kereta api yang menandai perjumpaan pertama sang pangeran dengan cinta pertamanya di ruang tunggu stasiun kereta. Kemudian dalam film lepas Nearly Like yang menjadi benda kenangan adalah kelereng dan mainan lonceng yang berbunyi jika tertiup angin. Yang masih lekat dalam ingatan adalah film komedi My Sassy Girl yang juga mempunyai benda kenangan (surat-surat cinta) yang ditanam di bukit yang ditandai dengan pohon beringin.
 
faktabukanopini.blogspot.com
 

  • Mabuk-mabukan dengan minum-minum arak, minuman tradisional khas orang Korea.

Jika seseorang sedang menghadapi masalah, baik itu masalah keluarga, cinta, pekerjaan, jalan terbaik untuk melarikan diri sementara dari persoalan yang menyita pikiran adalah minum arak. Hampir di setiap film Korea adegan mabuk-mabukan ini dijumpai.

 
faktabukanopini.blogspot.com
 
 
  • Tak perlu cinta pada pandangan pertama atau tak harus hidup bersama dengan orang yang dicintai.
Karena cinta dapat ditumbuhkan seiring dengan berjalannya waktu. Kebersamaan mampu mengikat, menyatukan rasa, dan akhirnya menimbulkan rasa cinta mendalam dan saling bergantung satu sama lain. Ini terlihat jelas dalam film seri Full House, Miss.Kim’s Million Dollar Quest, Summer Scent, Like to Kill, dan film lepas My Small Bride, juga di film Marrying with Mafia.
faktabukanopini.blogspot.com
 

  • Para tokohnya digambarkan tidak “jaim” alias jaga image. 

Mereka bersikap apa adanya, tanpa ada kesan dibuat-buat. Seperti Song Hye-Kyo yang memerankan Han Ji-eun dengan cueknya memuntahkan isi makanan ke Rain yang memerankan Lee Yeong-jae, karena kekenyangan. Padahal Lee  Yeong-jae adalah aktor besar yang sangat parlente. Dalam film Princess Hours, kita akan tersenyum geli sekaligus jijik saat mengetahui Putri Scen-jing ternyata mempunyai iler yang banyak, bahkan membasahi punggung Pangeran Li-Xin, padahal mereka baru tidur bersama untuk pertama kalinya.

  • Sangat menghormati orang-tua.
Dalam artian tidak mau melawan orang-tua, meski kadang orang-tua bersikap salah. Drama seri ataupun film Korea adalah citra dari budaya Korea itu sendiri, budaya Timur yang masih berpegang teguh pada etika dan kesopan-santunan. Tidak seperti dalam film ataupun sinetron Indonesia yang sering mempertontonkan anak-anak yang durhaka, membangkang, tidak punya sopan santun, selalu bersitegang urat leher dengan orang tua, film Korea jauh dari semua hal-hal buruk itu. Bisa dipastikan Anda tidak akan menjumpai adegan tersebut, meski Anda sudah memelototi banyak fim dan drama Korea.
faktabukanopini.blogspot.com
 
 
 
  • Kebanyakan mempunyai kisah tumit sepatu patah. 
Itu dijumpai dalam drama seri Miss Kim’s Million Dollar Quest (film yang mengantongi predikat The Best Korean Drama 2006), Like to Kill, Princess Hours, Full House.
faktabukanopini.blogspot.com
 

  • Lomba lari. 
Ini selalu digambarkan saat dua orang laki-laki menyukai wanita yang sama. Jika masing-masing pihak merasa yang paling berhak mendapatkan wanita yang sama, untuk memastikan siapa yang paling berhak memenangkan cinta si wanita, para lelaki tadi akan mengadakan lomba lari. Lomba tadi hanya diketahui dan diikuti oleh mereka berdua saja. Biasanya mereka menghormati komitmen, siapa yang kalah secara sportif mengundurkan diri dari kancah perebutan mengejar wanita idaman. Dengan catatan hasil lomba tadi menjadi tidak berarti, jika si wanita akhirnya menetapkan pilihan pada pihak yang kalah. Adegan ini dapat dijumpai antara lain dalam film seri: Miss Kim’s Million Dollar Quest, Wonderfull Life, kemudian dalam drama Nearly Like.
 
 
 
  • Baru berani mengungkapkan isi hati saat mereka dalam keadaan mabuk akibat minum arak.
  • Tak bakal ada adegan peluk suka-suka atau cium sana-cium sini dalam film seri Korea. 
Sutradara Korea memang terkenal irit dan pelit dalam menampilkan adegan pelukan dan ciuman di film besutannya. Makanya drama seri Korea dijamin aman untuk ditonton oleh anak-anak sekalipun, dan orang-tua tidak perlu rikuh jika harus “nonton bareng” dengan anak-anak mereka. Tak seperti kebanyakan sinetron dan film Indonesia yang banyak tidak mempunyai jati diri, menjadi kebarat-baratan, mudah sekali menjumpai adegan pelukan dan ciuman yang kadang tidak perlu, film seri Korea masih menjaga kultur Timur. Sebagai orang Indonesia yang juga orang Timur, saya bangga menonton film Korea. Kalaupun ada adegan ciuman, itu bisa dipastikan bukan ciuman hot ala Perancis, tetapi hanya ciuman khas Korea, hanya saling menempelkan bibir, tetapi kesannya lebih menggoda dan bahkan bikin penasaran. Bahkan dalam keseharian saya ada istilah “ciuman Korea”.
  • Orang Korea dalam filmnya digambarkan sering ngobrol saat mulut mereka penuh berisi makanan.
Kadangkala makanan tersebut muncrat ke arah lawan bicara. Sepertinya dalam budaya Korea, hal tersebut tidak dianggap tabu, atau suatu hal yang tidak sopan dan memalukan.
  • Orang Korea juga digambarkan sudah mempunyai tingkat kesejahteraan hidup yang tinggi dengan mengapresiasi seni dalam keseharian mereka. 
Mudah menjumpai para pelakon film Korea menonton teater, tari, memainkan alat musik terutama piano.
  • Kalau berjanji untuk bertemu di sebuah tempat, sering gagal karena satu dan lain hal.
Misalnya kereta yang terlambat, jalanan yang macet dan lain sebagainya. Atau hanya karena “selisih” jalan (Wonderful Life, My Sassy Girl).
  • Penyakit yang sering muncul dalam kisah film Korea adalah lupa ingatan dan leukimia 
(Winter’s Sonata, Summer Scent, Wonderful Life, Sangdoo Let’s Go to School).
  • Film Korea sering memiliki lebih dari satu judul (jika ditayangkan di negara yang berbeda). 
Misalnya Winter Sonata atau Winter Ballad. Atau Stairway to Heaven juga punya judul lain: Stairway of Heaven dan Stairly Way to Heaven.
  • Sutradara Korea sepertinya tidak mengganggap penting judul film
Bahkan terkadang asal (Buggy Jumping of Their Own, Miss Kim’s One Million Dollar Quest, Beast and the beauty, Spring bears like, Sangdoo Let’s Go to School).
  • Pemainnya sering berbicara sendiri dengan benda-benda tertentu
Misalnya dengan pusara, pantai, foto, boneka.
 
  • Menyanyi di karaoke untuk merayakan keberhasilan sepertinya sudah menjadi adegan wajib dalam film Korea.
  • Ibu yang tiba-tiba pingsan mendengar kabar tentang anaknya, mendominasi adegan dalam film Korea.

cre : ballava

follow me

@risawumbo

Tentang iklan-iklan ini

11 Tanggapan to “18 hal yg membuat drama korea terlihat “menarik””

  1. idha 30 Desember 2012 at 10:25 PM #

    aq ga setuju klo film korea d.blng irit dgn pelukan a/ ciuman.
    krn bax bgt film korea yg aq nonton
    n it pzt ad ciumAnnya

  2. QueenBe 21 Desember 2012 at 12:11 AM #

    K-drama emang sukses bikin iri, karena setiap adegan romantis banget

  3. nisa 20 Desember 2012 at 3:11 PM #

    aku suka sama K-drama karna aku penggemar K-POP. kalo adegan mesumnya trkadang mataku aku tutup pakai sarung

  4. Little Queen 6 September 2012 at 5:25 PM #

    Reblogged this on Little Queen Art.

  5. M.Fauzi Rizal 23 Agustus 2012 at 6:23 PM #

    wah, tapi saya ngga setuju tuh yang ama irit adegan ciuman, liat aja itu secret garden, princess hour dll, menyeramkan…

  6. ChubbyKyuMinHae 21 Juli 2012 at 7:25 PM #

    betul bnget th.. ciuman org korea th bnr2 ada meaning ny buka asal cium2 aja.. budaya korea berasa bnget di tiap film ny.. coba indo ky gitu.><

  7. yanifuny 21 Juli 2012 at 2:13 PM #

    eon.. aku minta izin masukin ke blog ku ya .. cuma ada yang aku tambah tambahin sedikit lah .. hehehe gomaowo eon

  8. leeminhee2 21 Juli 2012 at 11:00 AM #

    Reblogged this on Lee Minhee Blog.

  9. rarara 20 Juli 2012 at 10:26 PM #

    RT banget chingu :)

  10. elfangels1510 20 Juli 2012 at 6:23 PM #

    iya. tidak ada adegan yang bahaya buat anak-anak lagi… makanya aku suka sekali sama K-drama…

  11. noovykim 20 Juli 2012 at 4:07 PM #

    Se7 ama coment-coment chingu dats :-)
    Aq suka drama korea krn natural.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31.065 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: