[FF] 7 Days of Love (Part 2)

20 Jul

Part 1

Title: 7 Days Of Love

Author: bluemallows

Rating: General

Genre: Romance

Main Cast:

- Lee Ji Eun (IU)

- Dong Young Bae (Taeyang) ‘Big Bang’

Support Cast:

- Park Ji Yeon ‘T-ara’

- Choi Seunghyun (T.O.P) ‘Big Bang’

Disclaimer: FF ini belum pernah di publish sebelumnya. FF ini terinspirasi dari satu iklan cat di TV, Nipp*n Paint dan MV IU – Every End of the day.

Author’s note: Fanfiction saya yang satu ini, hanya mengandalkan google sebagai pencari info soal latar & bahasa asing yang ada. Jika ada yang aneh, atau tidak sesuai.. Mohon dimaklumi ._.v

 

2nd day..

Venice, Italy, 06.30

POV: Jieun

Aku beranjak dari tempat tidurku dan merapikan rambutku di depan kaca, sebenarnya aku tidak biasa bangun sepagi ini, tapi berhubung ini bukan rumahku, aku terpaksa bangun lebih pagi dari biasanya. Pagi itu aku sudah mendengar suara orang memasak dari dapur, aku pun turun kebawah.

“Selamat pagi..” Kataku sambil menguap

“Pagi Jieun, Kau sudah siap untuk pergi bersamaku?” Kata Jiyeon yang sedang memasak di dapur

“Iya, aku sudah tidak sabar untuk itu!” Jawabku sambil duduk di kursi dekat meja makan

“Bagaimana tidurmu semalam?” Tanya Jiyeon

“Aku sangat menikmatinya.. Aku sangat senang berada disini” Jawabku sambil tersenyum

“Jiyeon, apa kau sudah berangkat?” Terdengar suara Youngbae dari lantai 3

“Belum oppa! Aku masih menunggumu!” Jawab Jiyeon setengah berteriak agar Youngbae bisa mendengarnya. Terdengarlah suara derap kaki seseorang menuruni tangga, Youngbae turun ke lantai 1

Lalu Youngbae mengambil ballpoint dan secarik kertas dan menulis suatu kalimat dalam bahasa Italia

“Apa yang kau tulis?” Tanyaku penasaran

“Cake yang dibuat sepenuh hati ini, kami harap bisa diterima kalian dengan sepenuh hati juga. Amore Torta” Jawab Youngbae sambil membaca tulisannya

“Setiap hari dia menulisnya” Sahut Jiyeon sambil meletakkan 3 cangkir teh hangat di meja makan

“Minumlah, tehnya masih hangat” Lanjut Jiyeon sambil duduk di kursi

15 menit kemudian, ketiga cangkir itu sudah habis di meja makan

“Baiklah, kau dan Jieun pergi saja dulu ke panti asuhan” Kata Youngbae

“Ayo Jieun?” Ajak Jiyeon sambil mengisyaratkanku untuk mengikutinya

Aku pun mengikuti Jiyeon pergi keluar untuk berjalan ke panti asuhan

“Jiyeon, kenapa cake shop ini bisa bernama Amore torta?”

“Entahlah, itu ciptaan Youngbae-oppa sendiri. .”

“Apa semua cake yang ia jual buatanya sendiri?”

“Iya, tentu saja. Meski tampangnya garang seperti itu, tapi dia itu pandai memasak”

“Oh ya? Pada awalnya saat kemarin aku datang, aku juga berpikir hal yang sama..”

“Kukira bisnis cake shop ini tidak akan berhasil, tapi berkat usaha Youngbae-oppa, cake shop ini bertahan sampai 1 tahun”

“Yang mengusulkan untuk membagi-bagikan cake pada panti asuhan juga ide YoungBae juga?”

“Siapa lagi kalau bukan dia. Sejak kecil jiwa sosial yang dimiliki Youngbae sangat tinggi, apalagi orang tuanya yang seorang konglomerat sangat mendukung Youngbae..”

“Hah? Orang tuanya seorang konglomerat?”

“Iya. Aku sudah menganggapnya sebagai kakakku, dan dia menganggapku sebagai adik kandungnya meski aku hanya sepupunya”

Kami berdua pun melanjutkan berjalan di bawah langit pagi Venice. Udara segar begitu terasa disini. Jiyeon bercerita banyak tentang Youngbae, ia sebenarnya anak yang sangat baik dan perhatian.

“Itu dia panti asuhannya!” Kata Jiyeon sambil menunjuk sebuah bangunan berlantai 4 dengan cat yang sudah kusam

“Kita letakkan saja di kotak ini, setiap jam 8 semua sumbangan disini akan diambil dan kita akan diberi ucapan terimakasih untuk diambil hari ini” Kata Jiyeon sambil meletakan sekotak berisi cake dan mengambil secarik kertas yang diletakkan di kotak itu bertuliskan ‘Grazie, Amore Torta! Youngbae & Jiyeon!’

“Mereka mengenal kalian berdua?” Tanyaku

“Tentu saja mereka mengenalku dan Youngbae” Jawab Jiyeon yang mengajakku kembali ke cake shop

“Sejak pertama kali kami pindah kesini, kami selalu memberikan makanan pada mereka” Lanjut Jiyeon

Di depan cake shop..

“Kau masuk saja, aku akan pergi bekerja!” Kata Jiyeon sambil mengambil sepeda yang diparkir di luar cake shop, lalu ia melambaikan tangan padaku

“Kau sudah sampai?” Tanya Youngbae

“I.. Iya. Kau sudah mulai membuat cake?” Tanyaku

“Belum, aku masih menunggumu”Jawab Youngbae

“Bagaimana kalau kita buat sekarang saja? Nanti cake shopnya belum bisa buka jika semua cake belum matang!” Kataku

“Ayo, ikut aku ke dapur!” Ajak Youngbae sambil menarik tanganku dengan perlahan

Di dapur..

“Emm.. Maaf” Kataku sambil memandang tangan Youngbae yang masih memegang tanganku dengan lembut

“Maafkan aku..” Kata Youngbae sambil cepat-cepat melepas tangannya

Lalu Youngbae segera mengeluarkan alat dan bahan-bahan untuk membuat cake dan ia mengajakku membuat cake itu bersama-sama

“Kau paling suka membuat apa?” Tanya Youngbae

“Aku? Emm.. Cupcake!” Jawabku sambil mengocok adonan

“Cupcake? Berarti kita sama! Aku juga sangat suka membuat cupcake” Ujar Youngbae

“Oh ya? Siapa yang mengajarimu membuatnya?” Tanyaku

“Hmm..  Ibuku..” Jawab Youngbae

“Tapi, aku benar-benar tidak menyangka kau bisa membuat cupcake seenak kemarin yang kumakan” Ucapku

“Kuncinya hanya ada satu” Kata Youngbae sambil mengocok adonan

“Apa itu?” Tanyaku penasaran

“Seperti yang kukatakan kemarin malam, membuatnya dengan sepenuh hati dan dengan cinta” Jawab Youngbae sambil tersenyum, terlihat eye-smilenya yang sangat manis

“Memangnya itu benar-benar berpengaruh?” Tanyaku sambil tertawa kecil

“Tentu saja, buktinya orang-orang sangat menyukai cake buatanku” Jawab Youngbae

Aku hanya bisa tertawa lagi sambil memasukkan adonan-adonan yang sudah tercampur itu ke dalam cetakan untuk cupcake.

“Sepertinya kau senang sekali berurusan dengan dapur” Kata Youngbae

“Kau terlihat sudah sangat terbiasa meski di tempat yang baru” Lanjutnya

“Aku memang sangat senang memasak sejak aku SD..” Jawabku pelan

“Pantas saja.. Kau bersekolah di Seoul juga?” Tanyanya

“Ng..” Jawabku sambil menanggukkan kepalaku

1 Jam berlalu.. Kami berdua hanya diam

“Kau senang?” Tanya Youngbae

“Tentu saja!” Jawabku

“Kalau kau senang, harusnya kau tidak seserius itu. Pekerjaan yang kau kerjakan seperti itu pasti hasilnya tidak akan maksimal” Kata Youngbae

“Maksudmu?” Tanyaku menghentikan pekerjaanku

“Karena, jika kita membuat sesuatu dengan sepenuh hati, orang yang akan mendapatkannya juga pasti merasa senang” Ujar Youngbae

“Kau benar-benar unik.. Siapa yang mengajarimu untuk seperti itu?” Tanyaku

“Ibuku, ia mengajarkan banyak hal padaku” Jawab Youngbae

Aku pun memasukkan adonan cupcake buatanku ke dalam oven dan keluar ke cake shop dan Youngbae pun menyusulku keluar.

“Bagaimana kalau nanti malam kuajak ke balai kota?” Ajak Youngbae

“Kau bisa memainkan gitar kan?” Tanya Youngbae

“Ada acara apa memangnya?” Tanyaku balik

“Setiap malam ada acara kecil untuk pertunjukan musik, biasanya orang-orang mendapat banyak uang dari sana” Jawab Youngbae

“Kau tertarik untuk ikut?” Tanya Youngbae

“Boleh! Aku sangat senang bermain gitar!” Jawabku bersemangat

“Bagaimana kalau kita berduet?” Usulku

“Tapi lagu apa yang akan kita nyanyikan?” Tanya Youngbae

“Kau pernah menonton film ‘Once’ kan?” Tanya Youngbae

“Tentu saja pernah! Itu adalah film favoritku!” Jawabku

“Bagaimana kalau kita menyanyikan lagu Falling Slowly?” Tanya kami berdua secara bersamaan

“Baiklah, kita akan nyanyikan lagu itu!” Kata Youngbae sambil mengulurkan telapak tangannya di depanku

“High five!” Sahutku sambil menepukkan telapak tanganku pada telapak tangannya. Lalu kami berdua pun tertawa.

“Sepertinya cakenya akan matang sebentar lagi, aku ke dapur dulu ya” Kata Youngbae sambil melangkah ke arah dapur

“Cakenya sudah matang! Ayo kita buka cake shopnya!” Kata Youngbae sambil membawa nampan besar berisi berbagai macam cake

Aku pun menata cake itu di rak-rak display Amore Torta sedangkan Youngbae membuka cake shop itu. Belum sampai 5 menit cake shop itu dibuka, beberapa orang sudah memasuki cake shop milik Youngbae sambil membawa payung dan memberikan payung itu pada Youngbae

“Untuk apa mereka memberikan payung-payung itu?” Tanyaku sambil melirik ke arah Youngbae

“Setiap hujan aku selalu menyediakan payung, jadi hari ini mereka mengembalikannya” Jawabnya lembut

“Oh.. Begitu..” Kataku sambil mengangguk-angguk dan masih menata cake yang tersisa di rak display

Setelah beberapa orang keluar-masuk Amore Torta, Youngbae mengambil gitar yang kemarin kumainkan.

“Bagaimana kalau kita berlatih?” Tanya Youngbae sambil mengulurkan gitar itu padaku

Perlahan-lahan aku mulai memetik senar-senar gitar tua itu diikuti dengan alunan suara Youngbae yang merdu

“Ternyata kau bisa bernyanyi juga ya?” Tanyaku sambil memetik gitarku

Ia hanya membalas pertanyaanku dengan senyum dan terus bernyanyi

Aku melirik ke arah jam dinding di cake shop itu, pukul 1 siang. Waktu berlalu sangat cepat di siang hari yang panas ini.

“Siang yang panas ya? Mau kubelikan ice cream?” Tanya Youngbae

“Kau tunggu disini ya” Kata Youngbae sambil berjalan keluar cake shop ke kedai ice cream di seberang jalan

Aku melihatnya membawa dua cone ice cream sambil berjalan menuju cake shop, tiba-tiba seorang gadis kecil tanpa sengaja menjatuhkan ice creamnya. Terlihat Youngbae memberikan satu cone ice cream pada gadis kecil itu sambil melemparkan senyum.  Ia pun segera berlari kembali ke cake shop

“Kau hanya membeli satu cone?” Tanyaku pura-pura tidak mengerti apa yang terjadi

“Tadi kuberikan pada gadis kecil yang menjatuhkan ice creamnya itu” Jawab Youngbae sambil menunjuk seorang gadis yang sedang memakan ice cream dengan wajah gembira

“Aku sangat senang melihat orang lain senang” Kata Youngbae

“Karena itu kau melakukan semua ini?” Tanyaku

“Ng..” Jawab Youngbae sambil menganggukkan kepalanya

“By the way, kau memilih rasa yang tepat sekali!” Kataku

“Rasa Coklat? Kau suka cokelat?” Tanya Youngbae

“Iya! Aku sangat suka itu!” Jawabku

Lalu masuk beberapa pelanggan sekaligus yang membeli cake dan memakannya di cake shop ini juga.

Salah satu diantara mereka mengambil cake buatanku dan berbicara dengan Youngbae dalam bahasa Italia dengan wajah berseri-seri.

“Katanya, cake yang ia makan buatanmu tadi rasanya saaangat enak!” Kata Youngbae menerjemahkannya padaku

“Oh ya? Benarkah? Aku senang sekali!” Jawabku

Sepanjang sore itu aku dan Youngbae terus berbicara tentang hobi kami dan kesenangan kami berdua disela-sela tidak ada pelanggan.

“Kau senang membaca buku?” Tanyaku

“Emm.. Tidak terlalu sih.. Kau sendiri?” Tanya Youngbae

“Aku sangat suka! Saat SMA, Setiap pulang sekolah aku pasti menghabiskan waktuku sampai sore di perpustakaan sekolahku!” Jawabku

“Apa sih bagusnya buku itu? Sampai sekarang aku masih belum mengerti juga” Tanya Youngbae

“Lewat buku, kau bisa melihat sisi lain dunia dari cara pandang banyak orang. Buku yang paling kusukai adalah buku tentang orang-orang traveller” Jawabku

“Kenapa kau menyukai buku seperti itu?” Tanya Youngbae lagi

“Karena.. Dengan membaca buku-buku itu aku merasa bahwa aku sedang masuk ke dalam buku itu, dan aku benar-benar menikmatinya” Jawabku

Youngbae hanya mengangguk-angguk mendengar jawabanku itu.

“OMO! Sudah jam setengah 6!” Seruku yang terkejut setelah melihat jam dinding

“Kenapa Jiyeon belum datang ya.. Biasanya ia datang jam 5..” Kata Youngbae

“Kau dan Jiyeon terlihat sangat dekat sekali ya” Sahutku

“Dia kan memang sepupu dekatku.. Kau cemburu ya? Hahaha” Jawab Youngbae

“Haah? Untuk apa aku cemburu?” Jawabku sambil kuselingi tawa

“Tidak.. Aku hanya bercanda..” Kata Youngbae

Suasana mendadak menjadi canggung selama beberapa menit..

“Oppa, Jieun! Aku pulang!” Seru Jiyeon saat memasuki cake shop

“Ah.. Jiyeon? Kau sudah pulang..” Kataku

Jiyeon melirik ke arah rak display..

“Waahh!! Hari ini banyak sekali cake yang laku terjual!” Kata Jiyeon

“Kalian berdua pasti sudah lelah berada di sini seharian, sekarang gilaranku menjaga toko. Kalian pergi saja” Lanjut Jiyeon

“Benar tidak apa-apa?” Tanyaku

“Ayo, Jieun!” Sahut Youngbae sambil membawakan gitar

Aku dan Youngbae menaiki gondola ditemani pemandangan sunset yang sangat indah.

“Pemandangannya sangat cantik ya” Kataku sambil melihat bayangan pantulan matahari di air

Di balai kota sudah terlihat banyak orang-orang berkumpul, baik itu penduduk setempat atau turis dari berbagai negara.

“Yo! Taeyang!” Panggil seseorang kepada Youngbae

“Taeyang?” Tanyaku

“Nama panggilanku saat akan tampil di balai kota” Jawab Youngbae sambil mengisyaratkanku untuk mengikutinya

“Jadi, disini setiap orang yang akan tampil memiliki ‘stage name’ masing-masing” Kata Youngbae menjelaskan

Lalu Youngbae memperkenalkanku pada teman-temannya disana.

“What’s your ‘stage name’, Jieun?” Tanya seseorang disana dalam bahasa inggris

“A.. I don’t know.. Please give me suggestion” Jawabku

“Bagaimana dengan IU?” Usul Youngbae

“IU?” Tanyaku

“Iya, I and U together in music” Jawab Youngbae

“That’s good!” Seru yang lain

“Baiklah, mulai sekarang, stage name milikmu adalah IU!” Kata Youngbae

Aku dan Youngbae berdiri bersama ‘artis balai kota’ lainnya yang akan menampilkan bakatnya. Aku melihat ke arah kerumunan penonton untuk mencari rombongan tourku, siapa tau mereka sedang berada disini.

“There’s a special duet performance from Korea. Taeyang and IU with Falling slowly” Kata namja berwajah Italia itu dalam bahasa Inggris. Mungkin karena banyaknya turis yang datang.

Aku pun duduk di kursi di tengah-tengah kerumunan itu dan mulai memetik senar-senar gitar

millik Youngbae

Selesai menyanyikan lagu ‘Falling Slowly’ para penonton melemparkan uang receh ke kain kecil yang di letakkan Youngbae. Secara refleks, aku dan Youngbae membungkukkan badan sambil bergandengan tangan. Aku dan Youngbae pun melepaskan tangan kami berdua dan menganggap tidak ada yang terjadi.

“Mau kita apakan uang sebanyak ini?” Tanyaku

“Bagaimana kalau kita gunakan untuk makan malam, lalu sisanya disumbangkan untuk panti asuhan besok?” Usul Youngbae

“Baiklah!” Jawabku

Lalu aku dan Youngbae berjalan menyusuri jalan-jalan di kota Venice hingga menemukan sebuah kedai makan langganan Youngbae.

“Rasanya belum lengkap jika kau ke Italia, tapi kau belum mencoba pizza yang dimasak oleh chef Italia” Kata Youngbae sambil duduk kursi di kedai kecil itu.

“Kalau kau melihat tampang tempat ini.. Mungkin kau tidak yakin. Tapi.. Rasanya benar-benar..” Kata Youngbae sambil mengulurkan kedua ibu jari tangannya

Lalu datanglah seorang waitress yang memberikan sepiring pizza berukuran sedang untuk dua orang.

“Apa tidak terlalu banyak untuk dua orang?” Tanyaku

“Coba dulu sepotong, kujamin kau pasti akan ketagihan memakannya!” Jawab Youngbae

Aku mencoba mengambil pizza dan mengigit kecil bagian depan pizza itu.
“Hati-hati, masih panas” kata Youngbae

“Tapi enak kok dimakan panas-panas seperti ini” Jawabku

Aku memakan segigit, dua gigit, sampai akhirnya sepotong pizza itu sudah habis. Seperti yang dikatakan Youngbae, aku pun mengambil sepotong pizza lagi.

“Enak, Kan?” Tanya Youngbae

“Enak! Enak sekali!” Jawabku sambil mengangguk-angguk

Dalam sekejap, aku dan Youngbae sudah menghabiskan pizza berukuran sedang itu.

Lalu aku dan Youngbae keluar dari kedai kecil itu dan berjalan mencari gondola untuk kembali ke cake shop.

“Lho? Tidak biasanya malam-malam begini tidak ada satupun gondola” Kata Youngbae

“Jalan saja tidak apa-apa kok” Sahutku

“Kau yakin?” Tanya Youngbae

“Iya, aku sudah biasa jalan kaki kok” Jawabku

Lalu aku dan Youngbae pun berjalan menyusuri jalan-jalan kecil dengan ditemani lampu-lampu jalanan.

“Sebenarnya besok aku pergi ke Milan.. Tapi sayangnya aku tidak membawa tiketnya..” Ujarku sambil menghela nafas

“Sayang sekali ya, kau tidak bisa ikut.. Bagaimana kalau besok kau kuantar ke bandara?” Tanya Youngbae

“Eh? Tidak usah! Aku ingin berada di Venice saja!” Jawabku

“‎​Memangnya kau tidak ingin pergi ke Milan?” Tanya Youngbae

“Tidak, aku akan senang berada di cake shop milikmu dan berjalan berdua seperti ini” Jawabku

Lalu aku melihat toko handphone yang berada di pinggir jalan.

“Youngbae, Apa aku boleh meminjam handphone milikmu?” Tanyaku

“Tentu saja” Jawab Youngbae sambil mengambil Handphone dari sakunya

“Eomma berpesan padaku untuk menghubunginya selama aku berada di Venice” Ucapku

“Pakai saja tidak apa-apa, aku tidak keberatan kok” Kata Youngbae

Lalu aku menekan nomer handphone milik Eommaku.

“Yeoboseyo? Siapa ini?” Tanya Eomma dari ujung telepon

“Oh eomma, ini Jieun.” Jawabku

“Kenapa nomor handphonemu berganti?” Tanya eomma

“Ah.. Aku membeli nomor baru di Venice.. ” Jawabku

“Bagaimana kabarmu disana? Kau senang kan?” Tanya eomma

“Aku sangat senang Eomma! Besok aku akan pergi ke Milan. Eomma tenang saja” Jawabku

“Y asudah Jieun, eomma harus memasak makan malam untuk adikmu dan ayahmu. Hati-hati ya” Kata Eomma

“Ne, eomma” Jawabku pelan lalu mematikan telepon

“Terimakasih” Kataku sambil mengembalikan hand phone pada Youngbae

“Kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada eommamu?” Tanya Youngbae

Aku menggelengkan kepalaku pelan,
“Tidak, aku tidak ingin eomma khawatir” Jawabku

Kami berdua pun berjalan dan tidak mengucapkan sepatah kata apapun. Sampai akhirnya kami berdua sampai di cake shop, jam 9 malam.

“Oppa? Jieun? Kalian sudah pulang?” Tanya Jiyeon

“Lihat di rak display itu, Ta-daa!! Cakenya sudah terjual semua!” Seru Jiyeon

“Hari ini kami mendapat banyak uang hasil menyanyi di balai kota. Bagaimana kalau besok kita sumbangkan uang itu saja?” Tanya Youngbae

“Ne oppa! Berarti besok tuliskan saja nama ‘Youngbae dan Jieun’ tidak perlu tulis namaku” Jawab Jiyeon

“Ok. Kita tutup cake shopnya sekarang. Jieun, Jiyeon kalian istirahat dulu saja” Kata Youngbae

“Ne.. Annyeong-jumuseyo~” Ujarku dan Jiyeon bersamaan

~***~

Tentang iklan-iklan ini

6 Tanggapan to “[FF] 7 Days of Love (Part 2)”

  1. srcute 1 Februari 2013 at 1:17 PM #

    keren nieh mian…

Trackbacks/Pingbacks

  1. [FF] 7 Days of Love (Part 7) -END « Korean Chingu - 22 Juli 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part [...]

  2. [FF] 7 Days of Love (Part 6) « Korean Chingu - 22 Juli 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part [...]

  3. [FF] 7 Days of Love (Part 5) « Korean Chingu - 21 Juli 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part [...]

  4. [FF] 7 Days of Love (Part 4) « Korean Chingu - 21 Juli 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part [...]

  5. [FF] 7 Days of Love (Part 3) « Korean Chingu - 20 Juli 2012

    [...] Part 1 | Part 2 [...]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31.067 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: