[FF] 7 Days of Love (Part 3)

20 Jul

Part 1 | Part 2

Title: 7 Days Of Love

Author: bluemallows

Rating: General

Genre: Romance

Main Cast:

- Lee Ji Eun (IU)

- Dong Young Bae (Taeyang) ‘Big Bang’

Support Cast:

- Park Ji Yeon ‘T-ara’

- Choi Seunghyun (T.O.P) ‘Big Bang’

 

Disclaimer: FF ini belum pernah di publish sebelumnya. FF ini terinspirasi dari satu iklan cat di TV, Nipp*n Paint dan MV IU – Every End of the day.

 

Author’s note: Fanfiction saya yang satu ini, hanya mengandalkan google sebagai pencari info soal latar & bahasa asing yang ada. Jika ada yang aneh, atau tidak sesuai.. Mohon dimaklumi ._.v

 

3rd day..

Venice, Italy..

POV: Jieun

“Hoaamm~”Aku menguap di tempat tidurku, nampaknya hari itu awan tebal menutupi kota Venice.

Aku melihat jam tangan yang kuletakkan di laci dekat tempat tidurku, dengan mata yang masih sayu aku melihat jarum jam menunjukkan jam 06.14. Aku pun memutuskan untuk bangun dari tempat tidurku dan berjalan keluar dari kamar.

“Selamat pagi..” Kataku pelan sambil melangkah menuruni tangga menuju dapur

“Belum ada yang bangun ya..” Ujarku sambil duduk di kursi meja makan dan meneguk segelas air putih

“Pagi~” Terdengar suara dari lantai 3, suara Youngbae

“Jieun? Jiyeon? Kalian sudah bangun?” Tanya Youngbae sambil melangkah turun ke dapur

“Emm.. Pagi Youngbae!” Seruku

“Awannya tebal sekali ya?” Tanya Youngbae sambil melihat ke luar jendela

“Iya.. Kurasa nanti akan hujan” Jawabku pelan

“Mau kubuatkan teh hangat?” Tanyaku

“Tidak usah, aku tidak ingin merepotkanmu” Jawabnya

“Bagaimana kalau kita pergi ke panti asuhan sekarang saja, sebelum hujan turun?” Tanya Youngbae

“Baiklah, Ayo!” Seruku

Lalu aku dan Youngbae berjalan menyusuri jalan kecil di Venice tanpa mengucapkan sepatah kata apapun sampai akhirnya aku dan Youngbae sampai di panti asuhan dan meletakkan sekantong uang sisa hasil menyanyi di balai kota kemarin.

“Ayo, kita pulang” Ajak Youngbae

Tik.. Tik.. Tik~ Aku mengulurkan tanganku dan aku merasakan tetesan hujan mulai membasahi tanganku.

“Hujan ya?” Tanya Youngbae sambil mengulurkan tangannya dan melihat ke atas langit

“Iya, tapi tidak terlalu deras kok. Ayo, kita jalan saja” Jawabku

“Nanti kau bisa sakit” Ujar Youngbae sambil mengajakku mencari tempat berteduh. Youngbae mengajakku duduk di sebuah bangku cafe yang buka 24 jam

“Di Venice tersebar banyak sekali cafe yang buka selama 24 jam..” Kata Youngbae sambil memesan dua cangkir cokelat panas

Pagi itu aku dan Youngbae tidak bicara begitu banyak seperti kemarin. Youngbae berbicara pada salah satu pelayan dalam bahasa Italia, lalu pelayan itu memberikan Youngbae sebuah payung.

“Ayo, kita pulang” Ajak Youngbae sambil berdiri dari bangkunya. Aku hanya mengikuti perkataan Youngbae dan berdiri disampingnya, dibawah payung berwarna putih itu.

“Lebih dekat sedikit, Nanti kau basah” Kata Youngbae sambil mendekatkan tubuhnya ke tengah, begitu juga aku. Sampai lengan kiriku dan lengan kanannya bersentuhan.

“Begini tidak apa-apa kan?” Tanya Youngbae

“Eh? Tidak apa-apa kok!” Jawabku dengan jujur, aku memang merasa nyaman seperti ini.

“Bagaimana tidurmu semalam?” Tanya Youngbae

“Sangat nyenyak sekali! Aku sangat senang tidur di kamar itu!” Jawabku

“Oh ya? Aku juga senang kalau begitu” Ucap Youngbae sambil tersenyum, dan terlihat eye-smile miliknya

“Aku suka eye-smile milikmu” Kataku sambil menunjuk mata Youngbae

“Hahha.. Terimakasih..” Jawab Youngbae

“Saat dulu pagi hari di Seoul, aku juga sering dimintai tolong oleh ibuku untuk pergi keluar seperti ini” Ujarku

“Oh ya? Aku jadi ingin kembali ke Seoul..” Kata Youngbae

“Memangnya setelah kau pindah kesini, kau belum sempat kembali ke Korea?” Tanyaku

Youngbae menggelengkan kepalanya perlahan, “Sejak aku pindah ke sini, aku belum sempat pulang sama sekali.. Hanya Jiyeon yang beberapa bulan sekali pulang ke Korea untuk bertemu dengan pacarnya” Jawab Youngbae

“Lho? Memangnya kau tidak punya pacar?” Tanyaku

Youngbae hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya perlahan

“Kukira banyak yeoja yang mengejarmu.. Menurutku kau adalah tipe ideal banyak yeoja pada umumnya” Ujarku

“Oh ya? Tapi jujur saja sampai sekarang aku belum pernah memiliki seorang pacar” Kata Youngbae

“Sama denganku..” Ujarku sambil berjalan di samping Youngbae

“Sebentar ya, aku akan mampir ke toko untuk membeli bahan-bahan membuat cake” Ucap Youngbae sambil mengarahkanku untuk berjalan dengannya ke arah sebuah toko bahan-bahan untuk membuat cake.

Dengan cekatan Youngbae mengambil bahan-bahan yang ia butuhkan dan membawanya ke kasir. Terlihat dengan jelas bahwa ia sudah sering melakukan hal ini dan mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi Youngbae.

“Ayo, kita pulang” Ucap Youngbae yang membuyarkan lamunanku sambil memegang payung di atas kepalanya

“Eh? Iya!” Jawabku

Aku berdiri di sebelah Youngbae yang membawa beberapa kantung tepung sekaligus membawa payung.

“Berat ya? Biar aku saja yang memegang payungnya” Ujarku memegang gagang payung

“Tidak usah. Ini tidak terlalu berat kok!” Jawab Youngbae sambil tersenyum

“Jieun.. Geser sedikit ya, nanti kau terkena air hujan” Ucap Youngbae sambil memberiku petunjuk untuk bergeser lebih dekat lagi padanya, aku hanya mengikutinya.

Di Cake Shop..

“Jiyeon!~” Panggilku

“Hmm.. Kupikir dia sudah berangkat kerja, ini sudah jam setengah 7 pagi” Jawab Youngbae

“Kalau begitu.. Ayo kita langsung saja membuat cake untuk hari ini!” Ajakku

Aku dan Youngbae pun melangkahkan kaki menuju dapur milik Youngbae dan mempersiapkan bahan-bahan di atas meja lalu ia memejamkan matanya sejenak dan mulutnya bergerak-gerak seperti mengucapkan sesuatu

“Apa yang kau lakukan?” Tanyaku sambil mengerutkan dahi dan memiringkan kepalaku

“Kau mau melakukannya juga? Coba tutup matamu” Ujar Youngbae, aku hanya menurutinya

“Sekarang aku akan bertanya, untuk apa kau membuat cake?” Tanya Youngbae

“Maksudmu? Aku tidak mengerti..” Jawabku sambil membuka kembali mataku

“Tutup saja matamu dan jawab pertanyaanku” Ucap Youngbae sambil memenutup kedua mataku dengan tangannya

“Hmm.. Aku membuat cake untuk membantumu, dan kau memintaku untuk membuatnya dengan penuh cinta dan aku akan menurutinya” Jawabku pelan

“Baiklah, kau sudah katakan sendiri. Ayo kita mulai” Kata Youngbae sambil melepaskan tangannya

“Aku masih belum mengerti maksudmu.. ” Ujarku sambil tetap mengerutkan dahiku

“Setiap hari aku selalu melakukan hal ini, agar aku tau apa tujuanku membuat cake” Jawab Youngbae

“Memangnya kau berkata apa?” Tanyaku penasaran

“Hmm.. Aku membuat cake ini bukan untuk diriku tapi untuk orang lain dan aku berjanji akan membuatnya dengan sepenuh hatiku” Jawab Youngbae sambil tersenyum

Aku hanya membalas jawabannya dengan senyuman dan aku pun mulai mengaduk adonan yang berada di mangkuk besar di tanganku

1 jam pun berlalu dengan cepat

“Ah! Sudah jam 8!” Seruku terkejut melihat jarum jam yang berputar sangat cepat hingga tidak terasa olehku, aku pun segera mempercepat gerakku memasukkan adonan-adonan di mangkuk besar ke dalam cetakan cake

“Serius sekali? Nanti kau cepat tua lho jika memasang muka seperti itu terus!” Ucap Youngbae sambil tertawa kecil

“Kau ini!” Ujarku sambil memasang wajah aegyo, dan akhirnya ikut tertawa mengikuti Youngbae. Kami berdua pun tersenyum dan memandang ke arah satu sama lain.

“Tersenyum terus seperti itu saja” Ucap Youngbae

“Kau cantik seperti itu” Lanjutnya, Aku dan Youngbae pun terdiam beberapa saat

“Kau sudah selesai? Aku akan memasukkannya ke dalam oven” Kata Youngbae

“Eh? Sudah! Aku sudah selesai kok” Jawabku sambil memeberikan seloyang berisi adonan cake di dalam cetakan kepada Youngbae

Aku pun melangkah menuju keluar dapur dan duduk di salah satu kursi yang biasa kududuki sejak pertama kali aku datang ke Amore Torta. Beberapa menit kemudian Youngbae keluar dari dapur dan duduk di hadapanku

“Kursi ini sangat nyaman ya” Ujarku sambil memegang kursi yang sedang kududuki itu

“Kau merasa sangat nyaman dengannya ya?” Tanya Youngbae

“Ng.. Padahal ini hanya kursi biasa..” Jawabku sambil menganggukkan kepalaku pelan

“Itu adalah kursi buatan pamanku dari Korea. Itu bukan kursi biasa” Ucap Youngbae

“Hm? Bukan kursi biasa?” Tanyaku sambil menolehkan wajahku ke arah wajah Youngbae

“Pamanku adalah inspirasiku dalam melakukan apapun sepenuh hati. Beliau adalah seorang pengusaha kayu sekaligus pemilik pabrik kayu” Jawab Youngbae

“Ia selalu mencari yang terbaik untuk semua orang, dan membuatnya dengan sepenuh hati” Lanjut Youngbae

“Hmm.. Aku sungguh kagum denganmu dan keluargamu..” Jawabku sambil mengangguk-anggukkan kepalaku sekali lagi

“Kruyuuuukkk~~” Tiba-tiba saja perutku berbunyi

“Ah! Aku hampir lupa! Kita berdua belum sarapan pagi ini” Kata Youngbae sambil berdiri dari kursinya dan berjalan menuju dapur, aku mengikutinya yang sedang membuka kulkas dan mengambil daging bulgogi

“Ini bulgogi yang dimasak Jiyeon kemarin, kupanaskan dulu ya. Kau tunggu diluar saja” Ujar Youngbae

“Kau yakin ingin memanaskannya sendiri?” Tanyaku

“Aku bisa memanaskannya sendiri kok” Jawab Youngbae

“Aku disini saja” Ujarku

“Nanti kau semakin lapar melihatku memanaskan bulgogi lho” Sahut Youngbae

“Tidak kok, bukan itu” Jawabku sengaja membuat Youngbae penasaran

“Memangnya ada apa?” Tanya Youngbae penasaran

“Jangan-jangan kau takut berada di luar sendirian ya?” Tanya Youngbae menebak

“Bukan, bukan itu!” Jawabku

“Lalu apa?” Tanya Youngbae sambil berpikir dan meletakkan bulgogi itu diatas wajan

“Ah! Aku tau!” Seru Youngbae

“Kau tau apa? Memangnya kau bisa menebak pikiranku?” Tanyaku

“Kau pasti ingin terus berada di dekatku!” Jawab Youngbae sambil menahan tawa

Aku hanya terdiam, aku tidak bisa menjawab apa-apa.

“Bukan itu kok. Engg,, Aku..” Ujarku sambil menggaruk-garuk rambutku karena salah tingkah

“Aku hanya menunggu cake matang dari oven kok!” Jawabku tepat setelah melihat oven di depanku

Kami berdua pun diam beberapa saat sampai oven itu berbunyi, tanda cake sudah matang dan siap untuk di jual. Aku pun memakai sarung tangan khusus dan membuka oven itu perlahan, baru harum langsung tercium oleh hidungku

“Waah~ Baunya sangat sedap ya..” Ujarku

“Kau yang panaskan bulgoginya ya, biar aku saja yang bawa keluar” Kata Youngbae

“Loyangnya berat dan panas lho” Lanjutnya

Aku pun mengambil alih bulgogi dan mematikan kompor gas dan meletakkan bulgogi yang sudah hangat itu ke atas piring dan membawanya keluar untukku dan Youngbae nanti.

“Youngbae, aku balik tulisan ini ya!” Ucapku sambil menunjuk tulisan ‘Open’ dan ‘Closed’ yang masih terbalik di pintu kaca

“Balik saja!” Jawab Youngbae dan Amore Torta pun sudah dibuka tepat pukul 9 pagi ini!

“Kau makan saja dulu, sebentar lagi pasti cake shop ini akan ramai” Kata Youngbae

“Aku makan dulu ya!” Ujarku sambil memegang sepasang sumpit dan memakan bulgogi yang berada di hadapanku itu

Dugaan Youngbae benar, 10 menit kemudian sudah ada banyak orang yang masuk ke dalam cake shop itu dan mengambil cake yang berada di rak display cake. Aku hanya mengunyah bulgogi dalam mulutku sambil tersenyum senang melihat orang-orang Italia yang juga melemparkan senyuman padaku. Aku merasa sangat senang saat mereka tersenyum saat memakan cake buatanku dan Youngbae.

Sesaat setelah cake shop menjadi tidak seramai tadi, Youngbae duduk di hadapanku dan mengambil beberapa potong daging bulgogi dan meletakkannya di piringnya laludimakannya dengan cepat dan lahap daging bulgogi yang berada di piringnya itu.

“Jangan cepat-cepat kalau makan!” Ujarku sambil tertawa kecil

“Apa yang kau tertawakan?” Tanya Youngbae

Aku mengambil selembar tissue di meja itu dan mengusapkannya pada dagu Youngbae yang terkena bumbu bulgogi yang ia makan

“Ini” Jawabku sambil menunjukkan bekas bumbu bulgogi itu di tissue

“Te.. Terimakasih” Ucap Youngbae sambil memperlambat tempo memakan bulgoginya itu

“Apa yang akan kita lakukan siang ini?” Tanyaku

“Aku bosan jika hanya duduk seperti ini terus..” Lanjutku

“Hmm..” Youngbae berpikir sebentar sambil memegang sumpitnya

“Bagaimana kalau kau kuajari bagaimana melayani pelanggan dalam bahasa Italia?” Tanyanya

“Boleh saja! Aku sangat senang jika aku bisa membantumu!” Jawabku setuju dengan pendapat Youngbae

Siang itu pun Youngbae benar-benar mengajariku beberapa kata untuk menyambut para pelanggan yang datang

“Jika ada pelanggan yang datang, kau bisa katakan ‘benevenuto’ yang artinya selamat datang”

“Benevenuto? Hmm.. Baiklah”

“Lalu, jika pelanggan itu sudah akan keluar, kau bisa katakan ‘grazie’ yang artinya terimakasih”

“Baiklah, nanti akan aku praktekkan jika ada pelanggan yang datang”

Dan mulai siang itu aku menjadi ‘penyambut tamu’ selain menjadi pembuat cake di Amore Torta. Setelah ada banyak orang yang sudah kusambut, aku melihat jam dinding, jam 4 sore. Pasti Seunghyun dan rombongan tourku sedang bersenang-senang di Milan sekarang. Tour guide macam apa Seunghyun itu? Bahkan ia tidak mencari satu anggota tournya yang terpisah dari rombongannya sendiri. Benar-benar tidak bertanggung jawab sama sekali.

“Jieun? Apa yang terjadi? Kenapa aku diam saja?” Tanya Youngbae

“Hah? Tidak apa-apa kok..” Jawabku berbohong, padahal aku sedang memikirkan rombongan tourku yang sedang berada di Milan sekarang

“Kau pasti berbohong. Katakan saja padaku” Ujar Youngbae

“Baiklah.. Sebenarnya aku memang sedang memikirkan teman-temanku yang berada di Milan sekarang, jujur saja aku sedikit marah pada tour guideku yang tidak mencariku sampai sekarang” Jawabku

“Jadi karena itu.. Tenang saja, nanti malam akan kuajak berkeliling Venice lagi kok” Ucap Youngbae sambil tersenyum padaku

“Tidak ada gunanya jika kau marah pada seseorang. Itu hanya membuang-buang energimu, meskipun itu hanya dalam hatimu atau pikiranmu saja” Lanjutnya, aku hanya membalas perkataannya itu dengan senyum

“Oppa, Jieun~ Aku pulang cepat hari ini” Kata Jiyeon sambil berjalan masuk ke dalam cake shop

“Jiyeon? Tumben sekali kau pulang jam 4 sore. Ada apa memangnya?” Tanya Youngbae

“Tadi hanya ada meeting, selesai meeting aku dibolehkan pulang oleh bosku” Jawab Jiyeon

“Cakenya tinggal sedikit ya? Bagaimana kalau kita tutup saja cake shopnya dan pergi bersama-sama malam ini?” Usul Jiyeon

“Ahh!! Kau pintar sekali! Kenapa aku tidak berpikir seperti itu sebelumnya ya?” Sahut Youngbae

“Baiklah, Ayo kita pergi sekarang” Ujar Jiyeon sambil mengisyaratkan aku dan Youngbae untuk menutup cake shop dan pergi keluar.

Aku, Jiyeon, dan Youngbae pun berjalan menyusuri jalan-jalan kecil ditemani dengan sinar matahari yang hampir tenggelam dan gitar yang dibawa oleh Youngbae.

“Sudah lama aku tidak pergi keluar dengan santai seperti ini” Kata Jiyeon sambil menghirup udara segar di Venice

“Salah siapa kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu” Sahut Youngbae sambil mencubit pipi Jiyeon

“Aah! Oppa! Aku tidak ingin pipiku menjadi chubby!” Ujar Jiyeon sambil menunjukkan aegyonya

“Kau ini sama saja seperti Jieun” Ucap Youngbae, dan kami bertiga pun tertawa

“Jieun, bagaimana pendapatmu tentang Venice?” Tanya Jiyeon

“Venice.. Aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata, aku sudah jatuh cinta pada kota ini” Jawabku

“Bagaimana perlakuan Youngbae Oppa padamu? Ia baik kan?” Tanya Jiyeon

“Iya, dia sangat baik padaku” Jawabku

“Kau sangat beruntung bisa bertemu dengan orang sebaik Youngbae Oppa. Jarang-jarang ada namja sepertinya” Ujar Jiyeon

“Tapi dia tetap saja tidak punya pacar” Lanjut Jiyeon

“Jieun sudah tau soal hal itu kok” Ucap Youngbae sambil tertawa

“Itu balai kota, ayo cepat kita pergi kesana” Kataku

“Jiyeon, kau ikut tampil?” Tanyaku

“Tidak, aku hanya menonton saja” Jawab Jiyeon

Lalu aku dan Youngbae berjalan untuk mengantri giliran tampil, banyak sekali orang-orang yang datang hari itu.

“Lagu apa yang akan kita nyanyikan hari ini? Kita sama sekali tak melakukan persiapan” Ujarku

“Falling Slowly”

“Falling Slowly? Lagi?”

“Iya, kau tidak suka?”

“Tidak, aku suka dengan lagu itu kok! Aku sangat suka”

“Nikmati saja lagu itu”

Aku hanya membalasnya dengan senyuman dan melanjutkan melihat ‘konser’ di balai kota Venice itu dan aku sangat menikmatinya. Matahari sore itu tenggelam dengan cepatnya sehingga langit kota itu sudah menjadi cukup gelap.

“Sebentar lagi giliran kita” Ujar Youngbae berbisik di dekat telingaku

Setelah beberapa orang maju ke tengah-tengah dan memainkan alat musik atau bernyanyi, aku dan Youngbae pun melangkah ke tengah dan aku pun memetik senar gitarku perlahan. Sama seperti kemarin, kami berdua mendapat banyak uang dari para penonton yang berkumpul.

“Youngbae-Oppa! Jieun! Kalian sangat kompak tadi!” Ujar Jiyeon dari tengah-tengah keramaian

“Oh ya? Terimakasih Jiyeon!” Jawabku

“Bagaimana kalau kita tinggal disini sebentar?” Usul Jiyeon

“Aku kan sudah lama tidak mendengarkan musik seperti ini” Lanjutnya

“Baiklah.. Kita duduk di kedai makan di sana saja ya” Ujar Youngbae sambil menunjuk sebuah kedai makan yang tidak terlalu jauh

Youngbae memesan tiga piring spaghetti di kedai makan di dekat balai kota itu. Suara alunan musik bisa terdengar dengan jelas.

“Aah~~ Aku senang sekali bisa mendengarkan musik lagi seperti ini” Ujar Jiyeon

“Jika permainanku dan Youngbae tadi bisa membuat orang lain merasakan hal yang sama sepertimu pasti menyenangkan ya..” Ucapku

“Rahasianya hanya satu, bermain dengan perasaanmu. Seperti yang kukatakan sejak kemarin” Sahut Youngbae

“Meski Youngbae Oppa berkata seperti itu terus, setiap perkataannya ada benarnya loh!” Kata Jiyeon

“Memang benar kok, apa yang dikatakan oleh Youngbae” Jawabku sambil memasukkan spaghetti itu ke dalam mulutku

“Jiyeon, ini sudah jam 7, biasanya kau menelepon pacarmu kan?” Tanya Youngbae

“Ah iya! Hampir saja aku lupa, aku meneleponnya dulu ya!” Jawab Jiyeon sambil mengambil handphonenya

“Kau perhatian sekali ya pada Jiyeon” Ujarku

“Meski aku serumah dengan adikku, tapi aku tidak tau apa kesenangannya dan tidak pernah memperhatikannya..” Ucapku

“Nanti saat kau kembali ke Seoul, kau harus perhatikan adikmu ya!” Ujar Youngbae

“Itu kan salah satu wujud mencintai seseorang, yaitu perhatian.” Lanjut Youngbae

“Jadi, kalau aku mencintai seseorang, salah satu wujudnya adalah memperhatikannya?” Tanyaku

“Iya! Benar sekali!” Jawab Youngbae

“Kau pasti pernah dengar perkataan ini: Butuh seumur hidup untuk membuktikan kalau kau mencintai seseorang” Kata Youngbae

“Iya, aku sering membacanya di novel-novel. Kenapa memangnya?” Tanyaku

“Karena kita membutuhkan waktu seumur hidup untuk membuktikan bahwa kita mencintai seseorang, maka banyak hal yang harus kita lakukan. Benar  kan?” Ujar Youngbae

“Hei.. Kenapa aku tidak pernah memiliki jalan pikiran sepertimu ya..” Ucapku sambil menatap wajah Youngbae

Youngbae hanya tersenyum padaku dan mulai memakan spaghetti yang berada di hadapannya itu.

“Aku kembali..” Ujar Jiyeon sambil duduk di kursi

“Cepat sekali.. Apa yang kau katakan padanya?” Tanya Youngbae

“Aku hanya menanyakan kabarnya saja, minggu depan aku akan kembali ke Korea sebentar. Tidak apa-apa kan?” Ujar Jiyeon

“Bukannya minggu lalu kau sudah ke Korea ya? Baiklah, terserah kau saja.” Jawab Youngbae

“Aku merindukannya” Ujar Jiyeon

“Ya.. Begitulah jika sedang jatuh cinta pada seseorang” Kata Youngbae sambil mengunyah spaghetti di mulutnya.

“Enak sekali ya spaghetti disini” Ujarku

“Youngbae Oppa sudah pasti tau semua letak kedai makan yang enak di Venice” Sahut Jiyeon

“Oh ya? Kalian sering makan di luar ya?” Tanyaku

“Begitulah, jika dirumah sudah tidak ada makanan lagi” Jawab Youngbae

Malam itu pun berlalu dengan cepat dan akhirnya kami pun memutuskan untuk pulang kembali dan berisitirahat. Kami bertiga menaiki gondola ditemani oleh sinar bulan purnama.

“Aku sangat senang dengan pemandangan malam Venice seperti ini” Ujarku

“Kurasa semua warna ada di dalam lampu-lampu disini” Lanjutku

“Arsitektur disini memang sangat mengundang turis untuk datang. Meski terlihat seperti kota tua, tapi ini kota yang menajubkan.” Jawab Youngbae

“Hooaaaamm~” Suara Jiyeon menguap terdengar dengan jelas

“Kau sudah lelah ya?” Tanya Youngbae

“Ne, Oppa..” Jawab Jiyeon pelan

Beberapa menit kemudian aku sampai di dekat Cake shop dan turun dari Gondola. Kami bertiga pun berjalan sekitar 10 meter menuju cake shop tanpa berkata apapun.

Sesampainya di Amore Torta, aku langsung masuk ke dalam dan menaiki tangga menuju kamarku.

“Annyeong-jumuseyo..” Ucapku

“Ne, Jaljayo Jieun” Sahut Youngbae

Mataku melirik ke arah jam tanganku, 22:28. Aku pun merebahkan tubuhku ke atas tempat tidurku dan berusaha untuk tidur.

About these ads

5 Tanggapan to “[FF] 7 Days of Love (Part 3)”

  1. srcute 1 Februari 2013 at 1:19 PM #

    mantaaap thooor…. :)

Trackbacks/Pingbacks

  1. [FF] 7 Days of Love (Part 7) -END « Korean Chingu - 22 Juli 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part [...]

  2. [FF] 7 Days of Love (Part 6) « Korean Chingu - 22 Juli 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part [...]

  3. [FF] 7 Days of Love (Part 5) « Korean Chingu - 21 Juli 2012

    [...] 1 | Part 2 | Part 3 | Part [...]

  4. [FF] 7 Days of Love (Part 4) « Korean Chingu - 21 Juli 2012

    [...] Part 1 | Part 2 | Part 3 [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31.052 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: