Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9A | Part 9B | Part 10 | Part 11 | Part 12
Let’s Go-Part 13
Cast:
No min woo (Boyfriend)
Jiyeon (T-ara)
Kai (EXO-K)
Jo twins( Boyfriend) as No Min woo’s Best friend
Suzy (Miss A)
Sehun (EXO-K) as No Min woo’s Rival.
Chanyeol (EXO-K) as Suzy’s Brother, Jo twins’ Rival ,Sulli’s boyfriend, and Sehun’s Best Friend
Sulli (f(x)) as Kwangmin’s First Love
IU as Jiyeon’s Best Friend
Choi Si won ( Super Junior ) as Jiyeon’s Father
Im Yoon-ah (SNSD) as Min woo’s Mother
Xi Luhan (EXO-M)
Hidden cast.. Find out them!! :3
Genre : Music, school, Family, Romance, Comedy
Rating : T
Author : Miss Queen Bee (VD @fidegyu)
NB : Ji yeon ganti marga jadi Choi..
Part 13- Crying
Min woo POV
Namja brengsek ini memegangi pipinya yang kupukul barusan. Darah segar mulai mengucur di pipi kanannya, padahal di pipi kirinya sudah ada bekas pukulan juga.
“Kau brengsek, Kai!!” seruku padanya. Dia masih diam memegangi pipinya. Aku melempar foto yang ku pegang dan ku remas sejak tadi di hadapannya.
“ Ya! Aku tanya padamu sekali lagi.. apa benar kau lakukan itu semua?” tanya ku dengan nada lirih. Dia tetap diam tak menjawab.
“ YA!! APA KAU PUNYA MULUT??!!! HAH!!!” seruku sekali lagi.
Kai tetap menundukkan kepalanya. Lalu dia berdiri karena dia jatuh di tanah. Lalu menatapku dengan tatapan nanar.
“ Ne.. aku yang menyebabkan kecelakaan itu!! Puas kah??! HAH!!” jawabnya pada akhirnya. Aku memukulnya kembali.
“ Kau Brengsek!! Aku menyesal telah menganggapmu teman selama ini!!” kataku lalu pergi meninggalkannya.
000
Author POV
Kai masih terbaring di lantai dan memegangi pipinya yang lebam di pukuli oleh Min woo. Dia mengambil foto itu Lalu mendesah panjang.
“ Ini lebih baik Min woo mengira kalau aku yang membunuh orang tuanya.” Gumam Kai.
Dengan wajah yang lebam dan jalan terhuyung-huyung dia meninggalkan tempat itu. Sementara itu, Sulli yang masih menangis itu melihat Kai yang begitu terluka parah dan membuatnya berhenti menangis. Tiba-tiba Kai jatuh dan pingsan. Sulli langsung menghampirinya.
“ Ya.. Kai-ssi.. Ireona..” kata sulli sambil menepuk pipi Kai dengan lembut.
Sulli memiliki badan yang sangat kuat. Akhirnya dia memutuskan untuk memapah Kai sampai Ke UKS. Sulli sangat takut terjadi apa-apa dengan Kai. Karena bagaimana pun juga Kai adalah teman seangkatannya.
Sesampainya di ruangan UKS, di biarkan terbaringlah Kai di kasur UKS. Sulli melihat wajahnya begitu penuh dengan luka. Karena tak tega meininggalkannya, Dia putuskan untuk menunggunya sadar dan mengobati lukanya. Dia mengambil kotak p3K yang ada di UKS. Lalu mengobatinya pada saat dia masih tidak sadar. Mata Kai terkatup. Sulli memperhatikan wajahnya itu.
‘ Ternyata dia di lihat-lihat tampan juga…’ pikir Sulli dalam hati.
“ Mengapa melihatku seperti itu?” kata Kai tiba-tiba. Sulli langsung terkaget mendengar Kai berbicara.
“ Kai-ssi.. Kau sudah sadar?? Ahm.. A…A… aku tidak melihatmu kok …”kata Sulli dengan terbata-bata. Kai langsung bangun dan beranjak dari tempat tidur. Namun sepertinya dia terlalu lemah sehingga dia hampir terjatuh lagi dan Sulli menopangnya supaya dia tidak jatuh.
“ Ya! Badanmu sedang lemah.. Berbaringlah sebentar.” Kata Sulli padanya. Karena Kai sadar bahwa dia terlalu lemah, maka dia menuruti kata Sulli. Kai merasa ada yang aneh. Mengapa Sulli bisa menolongnya? Padahal dia selalu melihat bahwa Sulli selalu bersama pacarnya, Park Chanyeol.
“ Ya… sulli-ya.. Mengapa kau bisa menolongku? Mengapa kau tidak bersama pacarmu seperti yang biasanya?” tanya Kai padanya. Sulli langsung diam. Dia tampak tidak senang kalau Kai bertanya hal itu terhadapnya.
“ Kau mau tahu mengapa aku sekarang tidak bersamanya?” tanya Sulli sekali lagi padanya.
“ Ne.. Waeyo?” tanya Kai sekali lagi. Sulli menunduk. Tangannya gemetar. Bibirnya pun juga bergemetar.
“ Ba.. Baru saja…. Baru saja kita akhiri hubungan kita…” kata Sulli dengan nada yang bergemetar. Sulli menangis. Tangisannya pecah di depan Kai. Kai yang di depannya bingung harus berbuat apa dan bagaimana untuk membuat Sulli terhibur. Dia ingat. Dia punya tangan yang mungkin bisa membelai Sulli pelan-pelan untuk menghiburnya. Dengan perlahan dia menggerakkan tangannya untuk membelai Sulli dengan lembut. Dan berhasil. Tangannya berhasil mendarat di pundak Sulli. Dengan perlahan dia membelai sulli dengan lembut untuk menenangkannya.
“ Menangislah sepuasmu… Aku akan menemanimu.. Karena aku tahu bagaimana rasa hatimu sekarang.” Kata Kai dengan lembut. Sulli terus menangis di hadapannya dan Kai hanya menggunakan tangannya untuk menghiburnya sedikit.
000
Min woo pergi dari tempat tadi dengan penuh kegeraman di hatinya. Kekecewaan sangat besar di hatinya. Dia tak menyangka, Kai, Seorang temannya tega-teganya membunuh ibunya yang sama sekali tidak ada kesalahan dengannya sedikitpun. Foto itu tersimpan di dalam otaknya. Isi dari foto itu adalah mobil sport merah yang dia tahu kalau itu adalah mobil Kai jadi dia yakin bahwa pembunuhnya adalah Kai.
Jiyeon belum kembali ke asrama. Entah mengapa hari itu dia sangat malas untuk pergi ke asrama lebih awal, meskipun dia tahu Ji eun pasti akan menunggunya tetapi dia benar-benar tidak peduli soal itu. Dia memutuskan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu. Dia memutar sekolah. Dia melewati taman belakang sekolah tempat dimana Min woo mengajaknya untuk berbicara di sana. Di tempat itu dimana mereka selalu berdebat untuk hal yang tak perlu. Sebuah senyuman mulai tersungging di bibir Ji yeon. Dia benar-benar tidak bisa berhenti memikirkannya. Dia bahkan tidak tahu mengapa dia bisa memikirkannya terus menerus dan bayangannya terus berjalan didalam pikiran dan hatinya.
Lalu dia berjalan ke tempat lain lagi, yaitu taman sekolah. Jiyeon melihat dia! Min woo sedang merenung di sana dengan wajah yang suram. Dengan tangan mengepal pula. Jiyeon ingin tahu apa yang di pikirkan olehnya. Maka dari itu dia berusaha mendekatinya.
“ Min woo-ya…” panggil Jiyeon. Jiyeon memecahkan keheningannya. Dia menoleh ke arah Jiyeon. Tapi dia tak menjawab sahutannya.
“ Kau belum pergi ke asrama?” tanya Jiyeon.
Dia tetap diam dan tak menjawab pertanyaanya itu. Jiyeon duduk di sebelahnya. Di bawah pohon rindang yang berdiri kukuh di tengah taman sekolah. Angin sepoi-sepoi meniup dengan lembut sehingga mereka berdua menikmatinya. Hanya bunyi angin sepoi-sepoi menemani mereka. Kedua insan ini saling diam dan merenung masing-masing. Entah apa yang mereka fikirkan.
1 menit berlalu masih diam
2 menit berlalu masih dalam keheningan…
3 menit…
“ Uhm..”
Keduanya saling mengangkat bicara. Namun alhasil mereka memulainya dengan bersamaan.
“ Kamu dulu saja yang bicara.” Ucap min woo.
“ Ani.. Kamu saja..” kata Jiyeon.
“ Uhmm de.. Aku ingin bertanya suatu hal denganmu. Kalau misalnya teman baikmu melakukan hal yang membuatmu tidak bisa memaafkannya, apa yang kamu lakukan?” tanyanya pada Jiyeon.
“ Hmm.. Itu adalah masalah yang sangat sulit. Kalau aku menghadapi hal itu, mungkin aku bisa bergumul dalam 1 minggu tidak keluar rumah dan tidak bisa makan. Namun, Dia tetaplah seorang sahabat. Aku bisa mengerti pasti dia melakukan hal itu karena ada suatu masalah sehingga dia melakukan hal tersebut. Aku mungkin bisa memaafkannya.” Kata Jiyeon pada Min woo.
“ Oooh.. Oh ya… kamu mau bicara apa tadi??”
“ Oh iya.. Ehm.. aku mau minta maaf.” Kata Jiyeon pada Min woo.
“ Minta maaf? Buat apa?”
“ Minta maaf saat itu aku bilang membencimu. Waktu itu aku masih terbawa emosi.” Kata Jiyeon pada Min woo.
“ Gwenchanayo.. Waktu itu aku juga terlalu keterlaluan bercanda padamu.” Jawab Min woo.
“ Aku juga tak tahu mengapa aku bisa terbawa emosi karena kamu seperti itu. Mianhae.. Jeongmal Mianhae..” kata Jiyeon.
Min woo diam. Keheningan pun mulai hadir di tengah-tengah mereka. Min woo menatap wajah Jiyeon yang disebelah kanannya dengan tatapan nanar. Tiba-tiba Min woo memegang tangan kiri Jiyeon. Jiyeon terkejut Min woo melakukan hal itu. Min woo menatap Jiyeon dengan tatapan tulus.
“Aku membutuhkanmu… Bisa kah aku pinjam pahamu untuk aku berbaring sejenak?” kata Min woo.
Hati Jiyeon berdegup begitu kencang. Dengan malu-malu dia mengiyakan permintaan min woo. Lalu, Min woo langsung berbaring di paha Jiyeon. Dengan wajah memerah, Jiyeon terdiam dan tak bisa berkata apa-apa. Lalu, dia mendengar suara isakan tangis Min woo.
“ aku sangat rindu padamu eomma…” katanya dengan nada yang bergetar. Jiyeon tahu bagaimana perasaan Min woo yang sekarang ini benar-benar rapuh. Jiyeon membelai rambut Min woo dengan lembut dengan maksud untuk menghiburnya.
“ Tenang Min woo-ya.. ada aku di sampingmu..” kata Jiyeon dengan pelan sambil membelai rambutnya dengan lembut.
000
#BUKK!!!
Darah mulai mengucur di sudut bibir indah dari seorang namja bernama Sehun. Namja yang memukulnya sangat emosi dan mengepalkan tangannya. Dia meraih dan menarik kerah baju Sehun dan kembali memukulnya.
“ Kau namja brengsek!!! Berani-beraninya kau memfitnah dongsaengku!!”
Namja itu memukul kembali pipi Sehun dengan keras sampai sehun tidak bisa melawannya. Namun, Sehun masih bisa tertawa. Tepatnya menertawakan namja yang di depannya dengan senyuman licik.
“ Ya.. Siapa suruh dongsaengmu tidak menuruti kataku.. Ahaha.. Jadi ini bukan salahku.. tapi salah dia..”
Namja itu memukul lagi namja itu dengan keras.
“ Ya!! Kau brengsek!! Mengapa kau tidak bilang saja kalau aku yang membunuhnya!! Bukan dongsaengku??!! Dia sama sekali tidak bersalah!!”
Sehun mengelap darah yang mengucur di sudut bibirnya.
“ Hahaha.. So.. Why?”
Dia memukul lagi Sehun kembali. Dan Sehun sepertinya sudah benar-benar tidak berdaya.
“ Semua gara-gara kau!! HAISH!!!”
Dia pergi meninggalkan Sehun yang begitu dalam keadaan yang benar-benar babak belur. Kebetulan Chanyeol pun lewat di tempat lokasi tersebut.
“ Ya.. Sehun-ah…!!”
Chanyeol datang menghampiri Sehun dan membopongnya.
“ Mengapa tubuhmu babak belur seperti ini??”kata Chanyeol dengan nada panik. Chanyeol memutuskan untuk menelepon Suzy, dongsaeng nya untuk membantunya.
000
Kwangmin POV
Sakit… Sekarang aku benar-benar sakit. Aku tahu mataku sudah berkaca-kaca. Tetapi, aku mencoba untuk menutupinya. Lee Ji eun.. Yeoja yang ku sukai secara diam-diam. Baru saja aku melihatnya berciuman dengan mantan kekasihnya dengan mataku sendiri. Hatiku sangat sakit. Sangat perih rasanya. Yang aku bisa lakukan hanya tersenyum paksa di depannya. Aku harap dia tak sadari bahwa aku sebenarnya benar-benar rapuh.
“ Ya!! Kajja!! Kita bermain-main!!” kataku dengan nada ceria. Tapi itu palsu.
Ji eun menatapku curiga. Namun, dia hanya tersenyum dan mengiyakan ajakanku. Aku menarik tangannya dan membawanya pergi. Hari ini, hari terakhir dia menjadi pembantuku. Aku ingin merasa dekat dengan dia untuk terakhir kalinya. Makanya tadi aku mencarinya. Namun yang ku dapat adalah dia malah bersama dengan mantan kekasihnya itu.
Ji eun masih dengan wajah yang murung. Aku tahu betapa shock nya dia melihat Sulli melihat mereka berdua berciuman. Namun aku coba meraih tangannya. Dia terlihat sangat kaget dengan apa yang aku lakukan itu.
“ Ya.. Apa yang kau lakukan?!” kata Ji eun memarahiku.
“ Ya!! Kau tak lihat di sekeliling kita? Mereka semua bergandeng tangan.. Kenapa musti malu sih.. Ini perintah!” kataku sambil meraih tangannya lagi karena sebelumnya dia melepasnya tiba-tiba. Akhirnya dia menuruti kata-kataku karena ini merupakan perintah. Aku melihat wajahnya merah padam. Mungkin dia belum terbiasa dengan ini. Aku menggenggam tangannya semakin erat dan erat. Aku menyukai, babo! Mengapa kau tak bisa sadar? Mengapa kau tak bisa tahu bagaimana rasa hatiku dan kamu lebih memilih seorang namja yang dulu pernah menyakitimu?? Bisakah kau lihat ke arahku sedikit saja??
“ Aaa.. Boneka beruangnya lucuu..” teriak dia tiba-tiba saat dia melihat sebuah mesin pengambil boneka.
“ Chakamannyo, Kwangmin-ah.. aku mau main ini.”
Dia melepas genggaman tanganku lalu merogoh-rogoh sakunya untuk mengambil uang dan bermain mesin pengambil boneka itu. Dia dengan wajah yang sangat serius bermain permainan itu. Jujur saja wajahnya begitu terlihat lugu saat dia mencoba mengambil boneka yang dia sukai itu. Tak terasa sebuah senyuman tersungging di bibirku karena tingkahnya begitu lucu. Aku bisa melihat dia sangat lemah dalam permainan ini. Dia sudah mencoba lima kali dan hasilnya nihil. Aku terus tertawa di belakangnya dan dia memandangiku dengan tatapan sinis karena aku mentertawakannya. Saat dia sudah kalah 9 kali. Aku jengkel juga melihatnya begitu payah. Aku mengambil uangnya yang dia mau gunakan untuk mengambil boneka itu.
“ Biar aku saja yang mengambilkannya untukmu..” kataku padanya
“ Mwo? Ahaha.. emangnya kamu bisa?” katanya meremehkanku.
“ Mwo? Kau beraninya meremehkanku??? Tentu saja aku bisa.” Kataku dengan yakin.
“ kalau begitu coba saja..” katanya sambil menyerahkan uangnya padaku.
Aku mencoba sekuat tenaga ku untuk mengambilkannya boneka itu. Aku ingin memberikan sesuatu untuknya. Sesuatu yang bisa dia kenang tentangku. Aku harap, kalau aku berhasil mengambil boneka itu, Boneka ini bisa menjadi pengingat semua tentangku kepadanya. Aku berusaha fokus dan mengambil boneka tersebut. Ternyata aku berhasil mengambil boneka itu. Dia berteriak-teriak kegirangan karena aku berhasil mengambil boneka yang dia mau itu. Dia memelukku tiba-tiba. Lalu, Saat dia sadar bahwa dia memelukku, Dia melepaskannya. Wajah kami sama sama memerah. Aku mengambil boneka itu dan menyerahkannya padanya.
“ Nih.. Bonekanya..” kata ku sambil memberinya.
“ Gomawo, Kwangmin-ah.”
“ Lihat. Siapa suruh kau meremehkanku.. buktinya aku bisa mengambilnya hanya dalam sekejap saja. Ahahha… Kau tuh yang payah dalam bermain permainan yang mudah seperti ini.”
“ Mworago!! Ya!”
Lagi-lagi ekspresi wajahnya yang sebal itu membuatku ingin tertawa. Dan membuatku semakin menyukainya. Tapi sayangnya, kau tidak tahu dan kau sepertinya tidak akan pernah tahu.
000
Author POV
Suzy dan Chanyeol membawa Sehun ke kamar asramanya. Kebetulan Chanyeol adalah teman sekamarnya.
“ Suzy.. Bersihkan dulu lukanya. Aku pergi dulu membeli obat untuknya.” Kata Chanyeol pada Suzy.
“ Ne, Oppa…” kata Suzy pada Chanyeol
Chanyeol pergi untuk mengambil obat. Suzy membersihkan luka sehun.
“ Ya.. Oppa.. Lagi-lagi kau babak belur.. aku sudah bosan harus mengobatimu lagi..” gerutu Suzy pada Sehun.
“ Ya.. ini memang takdirku..” kata sehun dengan nada datar.
“ Neo baboya?? Seharusnya kau jangan membuat masalah, Oppa..” kata Suzy menasihati Sehun. Sehun hanya tertawa kecil lalu mengacak-acak rambut Suzy.
“ Nan Gwenchana Suzy-ya.. Kau tak perlu khawatir.” Kata Sehun pada Suzy.
“ haish.. Oppa.. ahaha… Oppa.. Sekarang aku bahagia sekali..” kata Suzy padanya.
“ waeyeo, Suzy-ya?”
“ Kau masih ingat tentang mantan pacarku kan? Tadi dia berani untuk mendekatiku.. Dia katakan dia ingin bersamaku lagi..” kata Suzy sambil tersenyum sangat cerah. Seketika wajah Sehun pucat. Sepertinya dia terkejut mendengar berita yang di katakan oleh Suzy.
“ Jinjjayo?” kata Sehun dengan nada yang agak datar.
“ Nde.. Oppa.. waeyo ,Oppa? Kau terlihat kaget.” Tanya Suzy padanya.
“ Ahh.. ahaha.. Gwenchanayo, Suzy-ya.. Itu Oppamu sudah datang.” Kata Sehun memutuskan pembicaraan mereka. Chanyeol menyerahkan obat nya dan Suzy mengobatinya.
000
Jiyeon menemani Min woo kembali ke asrama karena hari sudah hampir sore dan jam asrama buka sudah hampir selesai jadi mereka putuskan untuk cepat-cepat kembali ke asrama. Di sepanjang perjalanan, mereka saling diam tidak berbicara. Tidak ada pertengkaran sengit yang biasanya ada di antara mereka. Yang menemani mereka hanya bunyi burung berkicau yang lewat begitu saja.
“ Min woo-ya…”
“ waeyo?”
“ Tahukah kamu? Aku merekammu waktu kau menangis..”
“ MWO?!! YA!! APA YANG KAU LAKUKAN!!”
“ Lihatlah..”
Di handphone Jiyeon terdapat foto Min woo yang menangis begitu keras karena merindukan eommanya. Min woo geram karena dia menganggap video itu sangat memalukan..
“ ya!! Serahkan handphonemu!!”
“ Sireo..! Meh rong!!”
Min woo mengejar Jiyeon untuk mengambil handphonenya. Tetapi, Jiyeon pintar dalam menghindar. Mereka malah bermain kejar-kejaran. Tanpa sadar, Min woo sudah melupakan kesedihannya. Akhirnya dia berhasil menangkap Jiyeon. Dia mendekap Jiyeon dari belakang. Mereka terhenti di situ. Nafas mereka terenggal-enggal karena habis berlari. Jantung mereka berdetak begitu kencang. Pipi mereka memerah bagaikan buah kesemek yang baru matang. Karena terlalu gugup, Jiyeon berusaha melepas dekapannya itu. Tetapi, min woo malah semakin mempereratnya.
“ Ya.. Min woo-ya..Lepaskan..”
“ Sireo.. hapus dulu video menggelikan itu!”
“ Ahh.. Min woo-ya.. Aku tak akan menunjukan ke teman-teman yang lain.. jebal.. jangan minta video ini di hapus… jebal..” mohon Ji yeon padanya.
“Arasoo..”
Walaupun dia sudah bilang iya, Min woo tetap tidak melepas dekapannya. Dia masih memeluk erat tubuh jiyeon. Jiyeon tak kuasa melepas dia hanya menerima pelukan Min woo.
“ Ijinkan seperti ini dulu sampai 5 menit.” Bisik Min woo padanya.
Tak ada suara di antara mereka. Hening. Yang terdengar Jiyeon adalah bunyi deru nafas Min woo dan detak jantungnya yang sangat berdegup begitu kencang dan juga rasa nyaman dan hangat.
1 menit berlalu….
2 menit berlalu….
3 menit berlalu…
4 menit berlalu….
5 menit berlalu……….
Min woo melepas dekapannya lalu pergi mendahului Jiyeon. Namun Jiyeon dengan tanggap meraih tangan namja itu.
“ Sebenarnya bagaimana perasaanmu terhadapku??” tanya Jiyeon dengan nada lembut.
To Be Continued
Aduuuhhh Mianhae!! Jeongmal Mianhae Chingudeul!! >,<
Ini karena faktor internet kawan-kawan… Internetnya soak jadi aku sulit bgt kirim e-mail.. Terus sama tugas sekolah sangat menumpuk. Ulangan bertebaran satu sama lain… ckckck sekolahku memang sering banget ngeluarin ulangan.
Author Baru bisa ngirim sekarang. Bagusnya sekarang udh bisa ke publish..
Keep on reading ya!!!
Chapter selanjutnya mungkin lebih banyak konfliknya!!
Gomawooo!! ^^



Aduuuuuuuuuuuh!!!!!!!!,Author Knpe sih gak nepatin janji nih!. Katanya tunggu lanjutannya, tapi kenyataannya udah ditunggu-tunggu beberapa bulan berapa minggu eh belum ada lanjutannya. Huuuuuuuuuuuuuuuuuuu author gak seru. Ayo thor lanjutannya harus cepat tuh banyak yang nongkrong nunggu kelanjutan berita tentang minwoo,jiyeon,suzy,youngmin,kwangmin, ji eun,terus semuanya lah!!. Thor mhon lanjutannya sekarang
Mana thor??? Aku gag cabarrrr!! Lanjutannya….
Youngmin dan Suzy sudah lurus… Eh datang si Sehun yang ternyata suka sama Suzy.. So many conflicts! Tapi sangaaaaaat bagus. I like conflict about Ji Eun, Kwangmin, Chanyeol and Sulli.. What a cute perfect couple!
GAWAT NIH THOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Lama Amat Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih lanjutannya! k’lo gak ada lanjutannya sampai sebulan, author kena tabok tuh!!!. He…he
buset dah nih author manaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa????????????
buset dah!!!!!!!
author nya kemana????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
stress nih O.O
Author pergi Kemana siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
aouthor mana?????????????????????????????
lanjutin dong!!!!!!!!!!!!
Author kyanya semua orang yang udah baca ffnya jadi STRESSSSSSSSSSSS nih soalnya author lama banget lanjutin ffnya. Cepat yaaaaaaaaaaaaa thor, Nanti k’lo author gak lanjutin bisa-bisa di babak belur oleh semua orang yang baca ff nih. he…he…he…^_^
authornya maneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
penasaran ini……..
cepetan balik ke KC…. bawa FFnya!!!!!!!!
TT
Author Larinya Kemana………………………………………………………..??????????????????????????????????????????????
cepat lanjutannya Makin Penasaran nih!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!.
authoooooooooooooooooooooorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr nya manaaaaaaaaaaaaaaaaa??????????????????
*STREES SENDIRI*
aouthor nya kemanaaaaaaaaaaaaaaaaaaa????????????????
cepetan balik dong…….
author nya kemana?????
lanjutin dong!!!!!!
Thorrr,…knapa lama bangettt lanjutannya,..
Udah nggag sabar nihhh
authornya kemanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa??????
udh nungguin nih -_-
thor kpan lanjutannya??? jdi pnsaran nich thor, lanjutannya jngan pke lamaaaaaa…………………
ayolah…
secepatnya di publish……
next chap jgn lama lamaaaaaa!!!!!!
penasaran nih!!!!!!
gak sabar nunggu part selanjutnya .. jiyeon sama minwoo makin so sweet
kyaaaaaaa…
Makin penasaran sma kelanjutannya thor..
Itu kk nya si kai siapa??
Luhan ya??
Wahhh,, msak hunhan berantem sih…
Hhhahhaa
thor , kok sehun disini skap nya jahat sih??
Mukanya sehun itu trlalu polos untk jdi orng jahat thor.. Hhhaahha
next part nya aku tunggu
Complicated…tapi bikin penasaran bgt…
Update soon chingu ^^
Pilihan couple-nya & konflik-nya sweet semua thor!! Minwoo & Jiyeon, Chanyeol & IU & Kwangmin & Sulli & Kai, Sehun & Suzy & Youngmin!!! Daebbak!!! Cepat buat lanjutannya ya thor!!! Penasaran next nya gimana..
Sllu Suka Moment Minwoo-Jiyeon sllu bkin aq snyum2 Gaje. . .
Ishh, kalau bkan Kai trus siapa donkk yg bnuh ibu Minwoo. . . Mngkinkah Luhan. . ? Thor, aq pnsran nihh. . .!!!
D’tunggu next part’x. . . Yg cpet yahh thor, . !!! Crita’x makin seru bikin aq makin pnsran aja nihh. . !!
Wihh tambah seru thor hehe.. Di tnggu aja next partnya
Minwoo jiyeon so sweet banget
Konfliknya makin seruu
Next part soon
hmm jiyeon nnyain perasaan minwoo ni..
Minwo jawab dong, jawabnya gini ya ” aku mencintaimu ” hahaha
lanjutannnyaaa jgn lama
sebel bgt ama sehun!
sebenernya sapa sih yg bunuh ibu minwoo? penasaran thooor >.<
tp cukup puas ama minwoo-jiyeon moment, so sweet bgt, tmbh penasaran gimana jawaban minwoo ya? wkwk jd senyum2 sendiri bayangin next partnya thor! haha jgn lama2